img.emoticon { padding: 0; margin: 0; border: 0; }

Minggu, 08 November 2009

Dua Skenario Besar Terkait Sistem Energi Dunia di Masa Mendatang

Beberapa hari yang lalu, diadakan studium generale dengan tajuk "Shell Energy Scenarios to 2050: Towards A New Energy Future" di ITB. Suatu majelis keilmuan yang cukup menarik karena penggunaan klausa 'A New Energy Future' oleh sebuah perusahaan gas dan minyak bumi (perusahaan energi, kata mereka) dunia, Royal Dutch Shell. Kuliah umum ini dibawakan langsung oleh Presdir dari Shell Indonesia sendiri, yaitu bapak Darwin Silalahi. Berikut beberapa pemaparan beliau. Sebagai catatan, apa yang beliau sampaikan merupakan rumusan global dari Shell untuk dunia.
Dunia saat ini tengah dihadapkan pada tiga kenyataan (three hard truths) yang mau tidak mau harus kita hadapi. Beberapa kenyataan tersebut, antara lain permintaan akan energi yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah populasi manusia, volume dari easy oil and gas yang semakin menurun, dan kadar CO2 di atmosfer yang semakin mengkhawatirkan akibat penggunaan bahan bakar fosil yang overconsume.
Berkaca dari tiga kenyataan di atas, beberapa skenario dibuat dalam melihat masa depan bumi ini. Skenario pertama adalah Scramble. Pada skenario ini tidak ada perencanaan-perencanaan terkait dengan pengendalian rasa haus manusia akan energi, pencarian sumber-sumber energi alternatif dan terbarukan, dll. Semuanya dibiarkan mengalir saja. Peningkatan manusia yang berpengaruh pada permintaan akan energi yang juga akan meningkat akan diatasi dengan memaksimalkan eksploitasi sumber-sumber energi primer yang ada. Dampak lingkungan, seperti kadar CO2 di atmosfer, dari penggunaan bahan bakar fosil dikesampingkan. Pada skenario ini, yang utamakan adalah yang terkait dengan kekinian. Masa bodoh dengan masa yang datang. Skenario ini juga akan melahirkan regulasi-regulasi yang sifatnya protektif terhadap sumber-sumber energi primer yang dilberlakukan oleh suatu negara. Atau dengan kata lain, pengamanan terhadap sumber-sumber energi tersebut untuk keberlangsungan penduduknya. Satu kata yang cukup menggambarkan sifat dari skenario ini, reaktif.
Skenario kedua adalah Blueprints. Sesuai dengan nama skenarionya, maka perencanaan-perencanaan dibuat untuk menghadapi prediksi-prediksi yang mungkin saja terjadi di masa yang akan datang. Penelitian-penelitian di bidang energi alternatif dan terbarukan digalakkan. Pola konsumsi energi manusia sedikit demi sedikit diubah. Paradigma 'More Works, Less Energy' ditanamakan sedini mungkin. Skenario ini tidak memungkiri sebagian kebutuhan energi dunia yang masih harus dipenuhi dari sumber-sumber energi fosil. Hanya saja eksploitasi yang dilakukan tidak seperti yang ada pada skenario Scramble. Bahan bakar fosil tetap digunakan, namun sedikit demi sedikit dilakukan pengurangan dalam penggunaannya. Apakah itu dilakukan dengan menyodorkan kepada masyarakat pilihan sumber-sumber energi alternatif dan terbarukan, seperti angin, surya, osmosis air laut-air tawar, air, arus laut, geothermal, dll-nya ataupun dengan mendidik masyarakat agar dapat menghemat dan bekerja dengan energi yang seminimal mungkin penggunaannya. Dengan kata lain, skenario ini mempersiapkan segalanya dengan baik dan matang untuk menghadapi masa yang akan datang yang tidak pasti.
Manakah skenario yang akan dimainkan? Hal ini baru dapat terlihat setelah tahun 2020 dimana aplikasi kebijakan pemerintahan negara-negara di dunia baru menampakkan hasilnya. Apakah scramble ataukah blueprints? Saya yakin, setiap orang akan memilih skenario blueprints untuk keberlangsungan pasokan energinya. Namun, apakah memang akan menuju ke sana arahnya? Kitalah yang menentukannya.
Wallahu'alam,

Read More..

Sabtu, 17 Oktober 2009

Tambahan untuk Tulisan Sebelumnya

Penulis mencoba melakukan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) untuk memperlihatkan secara kasat mata bagaimana kondisi aliran seragam di sekitar tabung dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi angin. Karena sebagaimana telah disebutkan pada tulisan sebelum ini, kecepatan angin pada sisi-sisi ekstrim dari tabung tinggi. Pada tulisan tersebut, baru dijelaskan berdasarkan dasar teori yang telah ada. Di sini, penulis ingin memperlihatkan langsung tingginya kecepatan aliran fluida pada sisi-sisi tersebut.
Simulasi dilakukan dalam 2D. Karena untuk mendapatkan flow pattern (karakteristik aliran), 2D sudah cukup. Yang dilakukan dengan simulasi CFD adalah suatu pendekatan dengan model matematik yang menggunakan beberapa idealisasi sehingga mendekati kondisi riil-nya. Dan yang perlu untuk diingat, simulasi CFD tidak dapat menggantikan posisi pengujian langsung. Namun, untuk mengurangi ongkos, disitulah letak peran dari simulasi CFD.
Hasilnya...
Nampak pada gambar, kecepatan aliran di sisi atas dan bawah tabung 2D tinggi. Terbaca di situ kecepatannya adalah berada pada batas antara 5.83 m/s sampai 6.14 m/s. Dari kecepatan datang awalnya hanya sekitar 3.5 m/s dapat meningkat menjadi seperti yang terlihat. Untuk lebih jelasnya, berikut diperlihatkan vektor aliran yang terjadi pada transisi kecepatan dari titik stagnasi dimana kecepatan mendekati nol hingga titik dimana kecepatan maksimum.
Banyak cara untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi angin. Yang dilakukan Prof. Rashidi ini adalah salah satunya dengan memanfaatkan fenomena umum yang terjadi pada tabung yang berada di dalam lingkungan aliran seragam. Niat, motivasi, dan kreatif. Tiga hal ini yang akan melahirkan sebuah ide. Jika suatu ide sudah ada, maka tinggal mencari alat-alat yang tepat untuk merealisasikannya.
Wallahu'alam,

Read More..

Kamis, 15 Oktober 2009

Sebuah Gagasan Terkait Optimalisasi Pemanfaatan Energi Angin dengan Sebuah Tabung Raksasa

Penelitian terkait pemanfaatan energi angin untuk meruntuhkan hegemoni bahan bakar fosil dunia terus berlanjut hingga saat ini. Dua isu yang tentunya memotivasi keberlanjutan ini, yaitu isu lingkungan dan isu keberadaan dari bahan bakar fosil itu sendiri. Pembahasan mengenai kedua isu ini sudah banyak disebutkan dalam referensi-referensi yang ada. Jadi,tidak perlu lagi untuk dibahas lebih jauh di tulisan kali ini.
Untuk dapat mengekstrak energi dari angin, diperlukan suatu mesin konversi energi yang dinamakan turbin. Karena fluida kerja yang digunakan di sini adalah angin, maka turbin yang digunakan adalah turbin angin. Turbin angin ini merupakan salah satu komponen dari sebuah Sistem Konversi Energi Angin (SKEA). Beberapa komponen lainnya yang tercakup ke dalam sistem ini, antara lain generator, menara, baterai, dll. Berikut contoh konfigurasi dari sebuah SKEA.
Modifikasi-modifikasi terhadap desain SKEA maupun komponen-komponennya terus dilakukan sehingga energi angin dapat terekstrak secara optimal. Apakah itu dengan membuat rotor turbin angin dari material yang lebih ringan atau memilih material yang tepat untuk magnet dari generatornya sehingga cloging torque dapat berkurang atau lainnnya. Ada satu modifikasi yang cukup menarik yang dilakukan oleh Prof. Majid Rashidi dari Claveland State University. Beliau adalah seorang profesor dari program studi Teknik Mesin di universitas tersebut. Modifikasi yang beliau lakukan adalah menyusun turbin angin di sisi-sisi dari sebuah tabung raksasa (diameter 25 ft atau 7.62 meter). Berikut fotonya (diambil dari sini).
Modifikasi ini yang dilakukan Prof. Rashidi ini didasarkan pada fakta karakteristik aliran fluida yang terjadi di sekitar tabung. Pada titik-titik puncak dari sebuah lingkaran (profil dari tabung), kecepatan aliran fluidanya lebih tinggi dari titik-titik lainnya. Tingginya kecepatan ini dimanfaatkan untuk menggerakkan rotor dari turbin angin yang terpasang pada titik-titik puncak tersebut. Sehingga, dapat dihasilkan daya sebesar 2 kW pada kecepatan angin yang maksimum. Desain SKEA yang seperti ini cocok untuk diaplikasikan pada cerobong asap dari pabrik atau tangki air terdapat di atas atap rumah.
Teori dasar modifikasi yang dilakukan ini adalah karateristik aliran fluida di sekitar tabung yang bisa dijelaskan dengan teori superposisi aliran, yaitu teori tentang bentuk-bentuk aliran yang terjadi ketika aliran-aliran yang secara alam tersedia berinteraksi. Aliran seragam, pusaran (vortex), serta sumber dan tempat tenggelam (source and sink) adalah tiga aliran yang secara alam ada. Aliran-aliran turunan dari ketiga aliran tersebut adalah pasangan sumber dan tempat tenggelam dan doublet (pasangan sumber dan tempat tenggelam juga jaraknya sangat dekat). Untuk karakteristik aliran fluida di sekitar tabung adalah superposisi antara aliran seragam dan doublet. Perhatikan gambar berikut untuk lebih jelas (diambil dari sini).
Hasilnya... (diambil dari sini)
Nampak pada gambar di atas, di sisi atas dan bawah dari lingkaran terdapat konsentrasi aliran yang cukup tinggi dibandingkan pada sisi-sisi lainnya. Ini menandakan adanya kecepatan aliran yang tinggi di sisi atas dan bawah (bisa diibaratkan dari adanya pengecilan luas penampang aliran fluida). Inilah yang dimanfaatkan Prof. Rashidi untuk menggerakan rotor turbin angin. Tentunya, melihat dari teori yang telah dipaparkan di tulisan ini, syaratnya agar desain ini dapat bekerja optimal adalah keseragamaan aliran yang datang. Kalau aliran yang datang sudah disertai dengan adanya pusaran, maka sangat sulit mendapati rotor turbin angin bekerja optimal karena karakteristik alirannya dipengaruhi oleh karakteristik aliran yang datang. Oleh karena itu penentuan posisi memegang peran sangat penting di sini. Tantangan lainnya, arah aliran datang. Tentunya akan berbeda di jika aliran fluida yang datang adalah dari sisi atas lingkaran. Sisi depan dan sisi belakang dari lingkaran akan menjadi tempat dimana kecepatan alirannya maksimum. Sehingga mungkin dibutuhkan suatu mekanisme penyesuaian posisi dari turbin angin. Darimanapun arah angin datang, turbin angin dapat bekerja optimal menangkap energi angin pada kecepatan aliran yang tinggi.
Modifikasi yang ada di tulisan ini hanyalah beberapa dari sudah ada. Masih ada modifikasi-modifikasi lain dari SKEA atau masing-masing komponen terkait optimalisasi pemanfaatan energi angin yang akan dibahas penulis pada tulisan-tulisan berikutnya. Tentunya disertai dengan beberapa teori yang dirasa akan membantu dalam penjelasannya.

Read More..

Rabu, 22 April 2009

Engkau-lah yang paling paham aku...

Alhamdulillah, setelah sekian lama absen dari dunia per-blog-an, setelah sekian lama blog ini aku acuhkan tanpa pernah aku isi atau kunjungi sekalipun, setelah sekian lama perhatianku terhadap dunia tulis menulis di dunia maya ini teralihkan oleh suatu hal, aku kembali. Bisa dikatakan saat ini aku tengah mencari bentuk pelarian lainnya yang positif. Dan aku mencoba untuk mengarahkan ke menghasilkan beberapa tulisan yang nantinya akan ku-publish di sini.
...
Wisuda tanggal 18 April 2009 adalah hari yang sangat dinanti-nantikan, terutama bagi yang diwisuda pada hari itu. Ini adalah kisah tentang seorang yang ada di acara wisuda itu bukan sebagai wisudawannya, tapi sebagai yang mengabadikan momennya. Yang dalam hati kecilnya ingin segera juga untuk diwisuda. Apa daya, Tugas Akhir yang sempat terbelengkalai beberapa bulan, akhirnya menunda hingga Juli 2009 nanti. Namun, kejadian di hari itu yang dialami pemuda ini, di satu sisi menghasilkan satu konsekuensi yang cukup berat, tapi di sisi yang lain justru menjadi titik balik untuk menyeriusi satu tahap terakhir di kampus ini.
Pagi itu, terdapat acara International Day di kampus. Acara ini diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa internasional yang terdapat di ITB. Berupa pameran produk kebudayaan masing-masing negara dan di akhiri dengan suatu performance dari mereka di malam harinya. Mahasiswa-mahasiswa dari Kamboja, Vietnam, Laos, Malaysia, Ceko, Indonesia, dan lainnya turut di dalamnya, memperkenalkan budaya-budaya khas negara mereka.
Seperti biasa, sesuai dengan hobi fotografinya, Dhawir menenteng Canon 450D dengan lensa Sigma DC 3.5-6.3f/18-200 mm ke kampus untuk mengabadikan momen tersebut. Pada hari yang sama, juga terdapat wisuda. Jadi, sekalian saja. Setelah dari acara pameran tersebut, langsung ke gerbang depan, menunggu wisudawan/wisudawati yang datang diarak oleh masing-masing himpunannya.
Di acara pameran itu, Dhawir bertemu denga salah seorang kawannya yang berkebangsaan Vietnam yang bernama Anh. Kebetulan dia menjaga stand budaya untuk Vietnam. Selain Anh, ada juga Hung, temannya Dhawir dulu sewaktu mengambil mata kuliah Motor Bakar Torak. Dhawir pun segera mengabadikan aksi Hung menjelaskan produk budayanya ketika ada orang dari GTV yang datang mendokumentasikan acara ini. Dia pun mengabadikan Anh di depan stand-nya.
Tak lama kemudian, ada pementasan dari Capoeira ITB. Dhawir segera mengambil posisi untuk membidik gerakan-gerakan dari olahraga asal Brazil yang menarik untuk didokumentasikan. Namun, hal yang tidak diharapkan, tidak diekspektasikan, terjadi. Lensanya rusak. Pada bagian dari lensa yang diputar untuk mengatur perbesarannya, tidak bekerja dengan baik. Ketika diputar, tidak terjadi perbesaran pada lensanya. Seakan-akan pada bagian ini ada yang lepas dengan lensa perbesaran di dalamnya. Tapi, the show must go on. Akhirnya, perbesarannya di atur dengan cara manual, sebuah cara yang sangat aneh dalam dunia fotografi.
Usai pertunjukkan itu, Dhawir mencoba mengutak atik lensanya supaya bisa kembali seperti semula. Nihil. Terpaksa dia harus mengabadikan wisuda kali dengan kondisi lensa yang sangat mengenaskan. Dengan kondisi seperti itu juga, dia nampak seperti kehilangan spirit fotografi. Beberapa hasilnya juga kurang memuaskan setelah dilihat sesampainya di rumah.
Sesaat itu juga, dia merenung. Apakah memang ini tandanya dia harus hengkang dulu dari hobinya yang sudah digeluti beberapa waktu belakangan ini. Apakah ini peringatan dari-Nya untuk segera menyelesaikan Tugas Akhir-nya. Ditambah lagi beberapa kata-kata dari kawan-kawannya yang mengingatkan, "Wir, kapan mo difotonya kalo kamu foto-foto terus?" Dia membenarkan juga. Sebenarnya bukan kapan akan difotonya yang dia tangkap dari sindiran itu, tapi akan diwisuda kalau dia masih saja sibuk dengan kegiatan fotografi. Hmmmph, dia menghela nafas malam itu. Sebuah keputusan yang berat untuk kelancaran satu urusan yang lain dan lebih utama.
Keputusan sudah dibuat. 2 bulan akan divakumin dari kegiatan fotografi, dari pemotretan, pengeditan, hingga peng-upload-an ke situs-situs tertentu. Untuk kelancaran Tugas Akhir. Semoga ini yang terbaik...
Karena dia yakin Engkaulah yang paling paham akan hamba-Nya...
Wallahu'alam,

Read More..

Sabtu, 21 Februari 2009

OMG! I'M TAGGED!

Lama sudah tidak ku-update blog ini. Bisa dikatakan sebagai efek samping adanya facebooksengihnampakgigi. Sudah hampir berapa bulan yak!? Sudahlah, pokoknya lama aja. Oke, kali ini, tulisan tidak akan langsung membahas yang serius-serius. Kita intermeso sejenaklahkenyit.

Okay, here’s the rule : Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.

-the age of next birthday-










Ya,ini kayaknya yang keren dari 1st page di Google Image setelah kumasukan angka 22sengihnampakgigi...
FYI, gambar di atas adalah gambar pesawat jet F-22 Raptor.


-place i'd like to travel-




























Ras Tanurah... belum sempet kujelajahi daerah di provinsi timur arab saudi ini...















Bromo... i must go there!














Yosemite National Park... Mengulang kembali kenangan masa kecil...


-favorite place(s)-









Suka mengamati teknologi yang diterapkan di bandara...














Aneh memang... Tapi,memang doyan,gimana lagi,apalagi pas di balikpapan.
Jadi,pemandangan sehari-hari da















Wah,doyan banget!!! No question about it lah...



-favorite food(s)-












Mashed potato...Yummy!


















Pancakes...Superb!




















































































Shawarma...The best!

-favorite thing(s)-











Cameras...



















Unique gadget...



















The books...

-nickname i had-
















Jangan pada protes ya!?
Ini yang muncul kalo kuketik 'radit'

-a favorite color-




















Go Green!!!


-college major-

















Mechanical engineering...mantab!


-hobby-















Fotografi panorama

Fotografi human interest...














































-a bad habit-










Selalu datang telat kalo janjian...
Sedang,berusaha untuk tidak telat!


-my wish list-


















































Indonesia Berkeadilan Sejahtera

Ini akhir tulisannya...
Nah,sekarang giliran orang-orang ini untuk menuliskan jawaban gambar pertanyaan2 di atas...
ery,baskoro,dhimas,army,kak sarah,pipi,gindah...
Monggo wis...
[Udahanlah...Ternyata emg capek brosing2,save,upload,brosing2 lagi,save lagi,upload lagi...
Makasih kepada orang yang ngasih PR ini...
:tsk:]

Read More..