<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986</id><updated>2011-11-20T10:11:19.935+07:00</updated><title type='text'>A Place to Share</title><subtitle type='html'>Where ideas,hopes,and dreams are written-down</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>88</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-4367390367342767932</id><published>2011-07-31T01:37:00.010+07:00</published><updated>2011-07-31T02:14:45.348+07:00</updated><title type='text'>It is more than just a nostalgic commemoration</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://matanews.com/wp-content/uploads/dirgantara.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 218px; height: 229px;" src="http://matanews.com/wp-content/uploads/dirgantara.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tulisan ini dibuat atas 'sentilan' ceramah dari BJ Habibie yang didokumentasikan oleh detikcom di link &lt;a href="http://us.detiknews.com/read/2011/07/29/174723/1692568/10/habibie-never-be-a-hero?9922022"&gt;ini&lt;/a&gt;. Di akhir berita tertulis,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengenakan setelan jas coklat kotak-kotak, Habibie menuturkan rakyat  Indonesia tentunya rindu akan kejayaan industri dirgantara pada tahun  1990-an. Oleh karena itu, perlu adanya wadah sebagai tempat ahli  teknologi Indonesia untuk berkarya.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saya setuju dengan kerinduan rakyat Indonesia yang rindu akan industri dirgantara yang pernah berjaya dengan N250, CN 235, dll. Terutama yang N250 'Gatotkaca', itu adalah momentum yang sangat emosional. Bagaimana tidak, teknologi dirgantara ini bisa dibilang puncak dari semua ilmu-ilmu terkait (fisika, kimia, serta matematika) untuk menyelesaikan kompleksitas yang ditemui. Untuk membuat sebuah pesawat yang bisa terbang, tidak hanya bisa terbang saja, memberikan kenyamanan dan perasaan aman kepada penumpang, tentu tidak cukup hanya dilihat dari kacamata fisika-nya saja, atau dari matematika-nya saja. Bagaimana bisa memproduksi material yang bisa anti-freeze pada ketinggian tertentu, tentunya tidak mudah. Itu baru dari sisi pesawatnya. Apalagi di N250 ini, ada teknologi yang memungkinkan pesawat untuk terbang seperti layaknya mainan remote control. The Indonesian have once proved, they were able to produce such a technology in a plane. Itulah mengapa saya mengatakan N250 'Gatotkaca' adalah suatu momentum yang sangat emosional. Saya yang waktu itu masih SD jadi tahu kalau orang Indonesia bisa membuat pesawat.&lt;br /&gt;Namun, seiring waktu, PT. IPTN (PT. DI) collapse, sampai akhirnya setengah hidup setengah mati seperti sekarang ini. Tentu ini sangat miris. Di Manchester, saya bertemu dengan seorang mantan karyawan PT. IPTN. Saat ini beliau bekerja di Airbus, sebagai Structure analyst. Beliau adalah salah seorang yang terkena dampak collapse-nya PT. IPTN. Saya yakin, banyak orang-orang serupa dengan beliau ini di negara lainnya, yang bekerja pada industri dirgantara asing. It is evidence here, kita punya SDM yang mumpuni, kalau pemerintah memiliki niat untuk membangkitkan lagi industri dirgantara. Tapi, apakah niat itu sudah ada? Kalaupun sudah, sudahkah niat tersebut tertuang dalam rencana pembangunan Indonesia atau rencana pengembangan industri strategis atau apapun namanya yang mereka sematkan pada rencana-rencana tersebut? Entahlah. Yang saya lihat, belum ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait dengan tulisan yang saya quote di atas, ada hal yang ingin saya coba garis bawahi. Mungkin kerinduan akan pernah majunya industri dirgantara bisa jadi  salah satu motivasi untuk membangkitkan kembali industri ini. Tapi,  sebenarnya tidak hanya itu. Ada hal lainnya yang lebih substansial.  Kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan menuntut tersedianya  sarana transportasi dengan kemudahan mobilitas yang tinggi dan cepat.  Pengembangan industri dirgantara ini adalah jawabannya. Teknologi  dirgantara yang dimiliki Indonesia saya kira sudah cukup kalau hanya  untuk menghubungkan antar pulau di Indonesia. Tak perlulah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh Cina kepada kita. Secara kualitas apakah mereka sudah mendapatkan sertifikasi? Allahu'alam. Saya mendapat cerita dari salah seorang teman yang kebetulan adalah orang Cina. Orang tuanya bekerja di industri dirgantara di negara tersebut. Diapun mengakui bahwa selama ini yang mereka lakukan hanya membongkar mesin-mesin yang sudah ada lalu memproduksi kembali mesin-mesin tersebut dan melabelinya dengan nama mereka. Sudah sampai di situ saja. Tidak ada proses mendesain ulang, menganalisis, just like that. Dan Indonesia mempercayakan keselamatan rakyat Indonesia pada teknologi yang diolah seperti itu. I mean, have you gone mental? They should consider other things than just the cheap price.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Just a thought that I want to share. I just feel like writing it down when I read the article I mentioned above. One thing for sure, the Indonesian aerospace industry will emerge once again. It may not contend the existance of Airbus or Boeing. But, at least we have our own aerospace industry to fulfill our needs of getting the archipelago connected.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;(No more 'Read more')&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-4367390367342767932?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/4367390367342767932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=4367390367342767932&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4367390367342767932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4367390367342767932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/07/it-is-more-than-just-nostalgic.html' title='It is more than just a nostalgic commemoration'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-4035909857013368429</id><published>2011-07-05T01:22:00.004+07:00</published><updated>2011-07-05T01:33:15.922+07:00</updated><title type='text'>What can we 'extract' from a bee life?</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DbgrTr_fKQY/ThIGidkecFI/AAAAAAAAA0o/u5OvMv9Nb-I/s1600/266356_2226653271940_1416042729_32676771_388789_o.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-DbgrTr_fKQY/ThIGidkecFI/AAAAAAAAA0o/u5OvMv9Nb-I/s320/266356_2226653271940_1416042729_32676771_388789_o.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625566073662107730" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 201px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;I have shared this on facebook, but I probably should share this again here. Sorry, I'm switching to Bahasa again this time.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foto di atas saya ambil ketika rihlah di Lake District (posting sebelumnya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan madu yang begitu manisnya, seekor lebah bekerja keras mengumpulkan nektar dari bunga satu ke bunga yang lainnya. Sebuah analogi yang pas untuk manusia mengenai etos kerja. Hasil akhir yang 'manis' hanya dapat diperoleh dengan kerja keras.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang yang lain pun berkata,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dalam bekerja, sekeras apaun lebah itu mencarinya dia tak kan menimbulkan kerusakan pada bunga yang ia hinggapi." (Om Mamad, 2011)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"...&lt;i&gt;Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah ) bagi kaum yang memikirkan&lt;/i&gt;."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS.Al-Baqoroh : 164)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(No more 'Read more')&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-4035909857013368429?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/4035909857013368429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=4035909857013368429&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4035909857013368429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4035909857013368429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/07/what-can-we-extract-from-bee-life.html' title='What can we &apos;extract&apos; from a bee life?'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DbgrTr_fKQY/ThIGidkecFI/AAAAAAAAA0o/u5OvMv9Nb-I/s72-c/266356_2226653271940_1416042729_32676771_388789_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-6794155086028516674</id><published>2011-07-04T00:28:00.003+07:00</published><updated>2011-07-04T01:07:21.894+07:00</updated><title type='text'>Lake District from one of the view point</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Here are some pictures from Lake District, one of the biggest natural water reservoir in UK. The wide is insignificant compared to its length. It is located in Cumbria which is not far from Lancester. An hour and half continuous trip from Manchester to this lake is well paid with its beautiful scenery. Well, I was taking a bus, you may take a train instead. It will stop at Windermere which is one of the village that settles just beside the lake. &lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-T6iu2sKIgZU/ThCridLUkFI/AAAAAAAAA0g/qhiBXic_rTw/s1600/IMG_7358.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-T6iu2sKIgZU/ThCridLUkFI/AAAAAAAAA0g/qhiBXic_rTw/s320/IMG_7358.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625184543021764690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Especially, if we take a walk to one of the highest point that surrounds the lake.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5Bhura9xfHI/ThCrhXKqezI/AAAAAAAAA0Y/kgYxiunfWGk/s1600/IMG_7356.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-5Bhura9xfHI/ThCrhXKqezI/AAAAAAAAA0Y/kgYxiunfWGk/s320/IMG_7356.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625184524228524850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;The hills around the lake. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-31u-fyGmVT8/ThCrhLfg2qI/AAAAAAAAA0Q/nb2SI8Rcm7A/s1600/IMG_7350.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px; " src="http://3.bp.blogspot.com/-31u-fyGmVT8/ThCrhLfg2qI/AAAAAAAAA0Q/nb2SI8Rcm7A/s320/IMG_7350.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625184521094748834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(No more 'Read more')&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-6794155086028516674?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/6794155086028516674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=6794155086028516674&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6794155086028516674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6794155086028516674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/07/lake-district-from-one-of-view-point.html' title='Lake District from one of the view point'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-T6iu2sKIgZU/ThCridLUkFI/AAAAAAAAA0g/qhiBXic_rTw/s72-c/IMG_7358.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-1404025360455589631</id><published>2011-06-26T08:38:00.005+07:00</published><updated>2011-06-26T16:42:55.234+07:00</updated><title type='text'>Exploring canal in Manchester</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;One of the interesting thing that UK has is canal. The Briton, as the British people called themselves, have been using the canal for their alternative transportation, i.e. by means of a boat. They also have been using the boat as their home up until now. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/yudha243/5870845399/" title="A canal in Castlefield by yudha243, on Flickr"&gt;&lt;img src="http://farm6.static.flickr.com/5144/5870845399_18d5725ffd.jpg" width="328" height="500" alt="A canal in Castlefield" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;People are fishing in the canal as well, just like what these two people here were about to do.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/yudha243/5871401750/" title="A canal in Castlefield by yudha243, on Flickr"&gt;&lt;img src="http://farm6.static.flickr.com/5068/5871401750_c7d2b3485f.jpg" width="332" height="500" alt="A canal in Castlefield" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(No more 'Read more')&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-1404025360455589631?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/1404025360455589631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=1404025360455589631&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1404025360455589631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1404025360455589631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/06/exploring-canal-in-manchester.html' title='Exploring canal in Manchester'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm6.static.flickr.com/5144/5870845399_18d5725ffd_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-1634388515526440265</id><published>2011-06-25T19:23:00.005+07:00</published><updated>2011-06-26T08:17:04.538+07:00</updated><title type='text'>Experimenting with stop-motion video</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Got stuck and (a bit) bored with the dissertation, I decided to try new thing (well, at least it is kinda new to me). Set up the tripod, aligned the camera, and...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/w0h_4ZqYYtk" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Who is Ratri? She is my inspiration for the video. Her name just came up first to my mind when I had the idea of making the video. Why her? Because, she is my girl :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(No more 'Read more')&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-1634388515526440265?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/1634388515526440265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=1634388515526440265&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1634388515526440265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1634388515526440265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/06/experimenting-with-stop-motion-video.html' title='Experimenting with stop-motion video'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/w0h_4ZqYYtk/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-8110723718457310639</id><published>2011-06-25T18:51:00.007+07:00</published><updated>2011-06-25T19:08:34.271+07:00</updated><title type='text'>John Rylands University Library (Outside)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Built in 1889, the building has been preserved perfectly throughout the years. The name of the library comes after a multi-millionaire Englishman, John Rylands. He owned a textile company, Rylands &amp;amp; Sons. His achievement in this field inspired the foundation of the library. The library also stood as a memorial for him that was being initiated by her wife, Enriqueta Rylands. It was a public library until it merged with the University of Manchester library on July 1972. For further history, I would suggest you to visit &lt;a href="http://www.library.manchester.ac.uk/deansgate/ourhistory/"&gt;this&lt;/a&gt; page.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MfKUcA2G_BE/TgXOofhrO5I/AAAAAAAAAzU/t1UVk5eqjMw/s1600/John%2BRyllands%2BLibrary-Front%2BDoor.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-MfKUcA2G_BE/TgXOofhrO5I/AAAAAAAAAzU/t1UVk5eqjMw/s320/John%2BRyllands%2BLibrary-Front%2BDoor.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622126904894765970" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 202px; height: 320px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;The library amongst the Mancunian busiest hours. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--diU5c_7o7c/TgXO7qM5V-I/AAAAAAAAAzc/lMP_bSdWd_o/s1600/John-Ryllands-Library.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/--diU5c_7o7c/TgXO7qM5V-I/AAAAAAAAAzc/lMP_bSdWd_o/s320/John-Ryllands-Library.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622127234177914850" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(No more 'Read more')&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-8110723718457310639?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/8110723718457310639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=8110723718457310639&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8110723718457310639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8110723718457310639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/06/john-rylands-university-library-outside.html' title='John Rylands University Library (Outside)'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MfKUcA2G_BE/TgXOofhrO5I/AAAAAAAAAzU/t1UVk5eqjMw/s72-c/John%2BRyllands%2BLibrary-Front%2BDoor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-754906303271810235</id><published>2011-06-25T18:12:00.006+07:00</published><updated>2011-06-25T18:42:03.823+07:00</updated><title type='text'>Renewable Energy in South East Asia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Di tanggal 9 Juni, sebuah kuliah umum dengan tajuk ‘Renewable Energy in South East Asia’ diadakan oleh IMechE (Institution of Mechanical Engineer) di London. Pengisi kuliah ini adalah David Raubenheimer, seorang Managing Director - Direct Projects dari &lt;a href="http://www.carbon-capital.com/"&gt;Sindicatum Carbon Capital&lt;/a&gt; yang memiliki HQ di Singapura dan beberapa kantor perwakilan di Jakarta dan Bangkok. Perusahaan ini bergerak di bidang investasi dan jasa konsultasi serta assistance dari aplikasi serta pengembangan dari pemanfaatan energi terbarukan (dalam bentuknya yang beragam). Beberapa proyek mereka tersebar di beberapa negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Di Thailand, mereka memiliki proyek power generation dengan bahan bakar sampah (landfill waste). Di Indonesia sendiri, tepatnya di Sumatera Selatan, mereka memiliki proyek serupa dengan bahan bakar singkong. Dan yang memberikan kuliah ini (David Raubenheimer) adalah salah seorang yang terlibat langsung dalam proyek-proyek tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuliah ini mengupas sebagian dari potensi energi terbarukan dan bagaimana implementasinya di kawasan ASEAN. Dibuka dengan pemaparan mengenai potensi ekonomi ASEAN yang diklaim sebagai “the rapid growing region around the globe” yang merupakan turunan dari kesuksesan Cina yang sedikit demi sedikit mendominasi perekonomian dunia. Potensi ini diikuti dengan peningkatan demand akan energi yang dibutuhkan untuk power generation serta industrial activity. Hingga saat ini batu bara masih menjadi prime option untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Kesadaran akan terbatasnya preserved resource dari batubara membuat negara-negara ASEAN mencari alternatif to keep up with the growth. Energi terbarukan menjadi salah satu opsinya. Subsidi bahan bakar fossil dari pemerintahan lokal tak lepas dari pemaparan latar belakang mengapa energi terbarukan menjadi concern di kawasan ASEAN. Ditunjukkan sebuah diagram batang dimana Indonesia menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di negara-negara ini, subsidi memainkan peranan yang sangat besar pengaruhnya terhadap policy decision dan penerapannya di lapangan (sebagaimana yang terjadi di Indonsia saat ini, dengan polemik subsidi yang tidak pada sasaran-nya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan posisi energi terbarukan dalam skema suplai energi di kawasan ASEAN? 92% masih tetap dikuasai oleh bahan bakar fosil. Sisanya, 18%, adalah energi terbarukan, yang didominasi oleh hydro power dan diikuti oleh geotermal serta biomass atau waste. Sedangka, angin dan surya, dari aplikasi teknologi yang ada masih belum menunjukkan kontribusi se-signifikan hydro, geotermal, dan biomass atau waste. Ke depannya, diharapkan porsi suplai energi terbarukan ini dapat meningkatkan, tidak hanya stay di angka 18% saja. Ada beberapa supporting mechanism yang bisa diimplementasikan untuk membantu promoting the use of energi terbarukan. Beberapa mekanisme ini sudah widely use di negara-negara Eropa dan coba untuk dikenalkan kepada negara-negara kawasan ASEAN (tentunya dengan penyesuaian dengan kultur kebijakan, kultur sosial, etc). And those are,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Feed in Tariff (FiT)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Tradable certificate: Salah satu contoh sertifikasi yang dipaparkan di kuliah ini adalah &lt;a href="http://www.ofgem.gov.uk/Sustainability/Environment/RenewablObl/Pages/RenewablObl.aspx"&gt;ROC&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Connection availability&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Some support inward investment&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;a href="http://carboncredits.co.uk/"&gt;Carbon credits&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikutnya, kuliah ini memaparkan facts figures mengenai energi terbarukan di beberapa negara ASEAN antara lain,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Thailand&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memiliki target suplai energi dari energi terbarukan sebesar 20% di tahun 2020. Diekspektasikan suplai ini dipenuhi oleh pemanfaatan biomass atau waste serta di-back up oleh angin dan surya. Sudah mempraktekan FiT selama beberapa tahun belakangan ini. Tarif dari FiT berkisar antara 1 - 26 UScents/kWh. Kalau di-break down,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Biomass/Biogass: 1-11 UScents/kWh &amp;gt; telah sukses di-implimentasikan, menggunakan soy milk waste dan rice husk (kulit padi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Waste landfill gas: 18 UScents/kWh &amp;gt; reasonably attractive to be considered forward &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Thermal waste incineration (PLTSa): 21 UScents/kWh &amp;gt; tidak menarik, karena kapasitas pembangkitan yang rendah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Angin: 21 UScents/kWh (untuk kapasitas pembangkitan di atas 50 kW) &amp;gt; terkendala masalah lahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Surya: 36 UScents/kWh (including the brown tariff)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk brown tariff-nya (tarif /kWh penggunaan fossil fuel untuk electric generation) termasuk tinggi untuk di Thailand-nya sendiri, sekitar 10 UScents/kWh. Hal ini mengindikasikan kenyataan bahwa Thailand banyak mengimpor bahan bakar untuk suplai energi-nya, seperti gas dari Myanmar dan Malaysia, dan batu bara dari Indonesia. Thailand pun tengah terlibat konflik dengan Kamboja terkait perebutan wilayah dimana di dalamnya terkandung gas yang dapat mensuplai Thailand selama 40 tahun ke depan serta dapat menurunkan brown tariff-nya. Insentif serta kemudahan finansial bagi perusahaan-perusahaan asing yang ingin berinvestasi di bidang energi terbarukan pun ditawarkan tanpa ada restriksi. Salah satu yang ditawarkan adalah 8-years tax holiday. Hingga saat ini, Thailand sudah mencapai kurang 10% dari target yang dipatok untuk pemanfaatan energi terbarukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memiliki target suplai energi dari energi terbarukan sebesar 15% di tahun 2025. Brown tariff di Indonesia berkisar antara 7 - 10 UScents/kWh. Beberapa potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Geotermal &amp;gt; karena letaknya yang berada di Ring of Fire&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Hydro power &amp;gt; the nature of its terrain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Surya &amp;gt; masih terkendala mahalnya biaya instalasi /kWh dari solar panel&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Biomass&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Angin &amp;gt; in search untuk tempat yang memiliki requirement angin yang dibutuhkan untuk pembangkitan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Off-grid PV (photovoltaic) &amp;gt; untuk mengatasi kendala geografis Indonesia yang berpulau-pulau sehingga daerah-daerah terpencil dapat terelektrifikasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu hal yang diangkat oleh pemateri adalah ribetnya birokrasi energi di Indonesia. Banyaknya tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk dapat mengimplementasikan pemanfaatan energi terbarukan pun dipaparkan. Untuk mendapatkan izin, harus bernegosiasi terlebih dahulu dengan PLN pusat, lalu dengan PLN regional, lalu dengan local mayor yang biasanya akan meng-insist terbentuknya joint venture dengan pihak pengembang. Sehingga, dikatakan oleh pemateri bahwa hal ini sangat menyulitkan. "Only a handful project has succeeded in doing so..." Dikatakan juga bahwa pertumbuhan dari pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia lambat dan 'ajeg', yang lagi-lagi didominasi oleh &lt;a href="http://www.iea.org/stats/pdf_graphs/IDPROD.pdf"&gt;geotermal dan hydro power&lt;/a&gt;. Dari policy pun tidak terlihat pertumbuhan yang signifikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vietnam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memiliki target suplai energi dari energi terbarukan sebesar 5% di tahun 2020. Tidak mekanisme yang spesifik untuk mencapai target tersebut from the local government. Selain itu, pemateri pun belum terlalu banyak beraktivitas di sini dan baru berencana untuk berinvestasi di projek power generation dari anaerob digestion. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaysia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru saja mengenalkan skema FiT dengan target 2000 MW ter-install di tahun 2020. Skema ini dilengkapi dengan fitur &lt;a href="http://www.fitariffs.co.uk/FITs/principles/degression/"&gt;degression FiT&lt;/a&gt; yang mengakomodasi penurunan dari tarif/kWh seiring waktu sampai commission of the plant. Skema dari FiT yang digunakan di Malaysia,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Biomass: 10 UScents/kWh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Biogas: 10 UScents/kWh &amp;gt; karena Malaysia memiliki perkebunan kelapa sawit yang besar dan after-product dari komoditas perkebunan ini cenderung menyebabkan polusi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filipina&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Target suplai energi dari energi terbarukan disebutkan oleh pemateri. Untuk persoalan investasi di bidang ini, mereka agak membatasi dengan mendorong partnering dengan perusahaan perusahaan local. Beberapa insentif pun kurang lebih sama dengan yang diterapkan oleh Thailand, etc.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk potensinya, Filipina sudah menyadari besarnya potensi dari geotermal mereka yang hingga saat ini sudah termanfaatkan sebesar 1000 MW. Tak ketinggalan juga hydro power. Namun, untuk pemanfaatan energi terbarukan ini, skema yang digunakan pun belum terlalu jelas (lack of clarity of the scheme).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua studi kasus yang disampaikan pemateri. Dua studi kasus tersebut masing-masing berada di Indonesian dan Thailand yaitu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Geotermal di Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;40% sumber geotermal dunia ada di Indonesia yang setara dengan 28000 MW, harusnya cukup meng-elektrifikasi setiap rumah yang ada. Di tahun 2010, Presiden merencanakan pembangunan pembangunan 44 plant dengan kapasitas total sebesar 4000 MW.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Studi kasus yang diambil adalah Wyang Windu yang dioperasikan oleh Star Energy,sebuah perusahaan UK yang saat ini diakuisisi oleh Petronas Malaysia. Mulai beroperasi sejak tahun 2000 dengan kapasitas 227 MW dan teregistrasi untuk mendapatkan Carbon credits. 127 MW tengah dikembangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun,terdapat problem yang muncul dari eksploitasi sumber energi ini. 80% potential site dari geotermal ini berada di hutan konservasi. Dan ini terkait dengan financing dari bank untuk pembangunan plant. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Landfill gas di Thailand &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dioperasikan di sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) di Bangkok tahun lalu dengan kapasitas pembangkitan 16 MW. Per harinya 5300 ton sampah di-dump di sini. Benefit yang di dapat dari projek ini berasal dari FiT yang berlaku di Thailand yang untuk komoditi ini sebesar 17 UScents/kWh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemateri membuat point out beberapa hal mengenai pengolahan sampah agar dapat dimanfaatkan untuk power generation. Tentunya cara yang ditempuh pun berbeda dengan yang commonly done di Eropa. Mayoritas sampah di kawasan ASEAN, didominasi oleh produk-produk agrikultur dan makanan. Plastik dan beberapa bahan inorganik lainnya sudah dipisahkan terlebih dahulu. Karena dominasi dari produk-produk organik ini, maka dekomposisi pun berlangsung dalam waktu yang cepat. Hence, gas yang dihasilkan dari dekomposisi tersebut pun didapat lebih cepat. Poin lainnya dibuat oleh pemateri adalah tingkat curah hujan yang tinggi. Pre-treatment perlu dilakukan dengan mengeringkan sampah-sampah tersebut sehingga gas hail dekomposisi pun dapat di-trap untuk selanjutnya digunakan untuk power generation.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari hasil kuliah dapat disimpulkan beberapa hal. Pemateri menaruh harapan besar pada geotermal di Indonesia. Ini semua bergantung pada kejelasan arah kebijkan dari pemerintah Indonesia. Lalu diikuti dengan pengembangan solar cell untuk pemanfaatan tenaga surya. Hal ini dikarenakan posisi negara-negara ASEAN yang berada di sekitar equator. Dengan lama penyinaran yang cukup dan 'ajeg' sepanjang tahun, tentunya solar power ini menjadi the promising energy for the future. Yang terakhir adalah biomass. Karena terkenal produk-produk agrikultur-nya, tentunya hal ini tidaklah sulit. Overall, kawasan ASEAN merupakan pasar yang menarik untuk marketing dari project-project energi terbarukan ini. Hal ini akan lebih terasa jika didukung fleksibilitas policy di masing-masing negara tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-754906303271810235?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/754906303271810235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=754906303271810235&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/754906303271810235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/754906303271810235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/06/renewable-energy-in-south-east-asia_25.html' title='Renewable Energy in South East Asia'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-820217584663537673</id><published>2011-05-28T23:30:00.001+07:00</published><updated>2011-06-25T18:22:03.435+07:00</updated><title type='text'>Tes from </title><content type='html'>This is just a test. You may ignore it.&lt;br /&gt;Sent using BlackBerry® from Orange&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(No more 'Read more')&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-820217584663537673?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/820217584663537673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=820217584663537673&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/820217584663537673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/820217584663537673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/05/tes-from.html' title='Tes from '/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-112675818359120127</id><published>2011-02-28T06:47:00.007+07:00</published><updated>2011-06-25T18:32:14.336+07:00</updated><title type='text'>My First Public Trial with a Flash and Diffuser</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hi everyone! After lying low for a while, now I'm back with an idea to write and put it on my blog. Yes, you have read the title and presuming that this post would have something to do with photography. And that is so true. From all the writings that I have posted, I haven't seen any single writings about photography, which is one of things that I do in my spare time. Well, here goes nothing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;On Saturday night, I was attending a &lt;a href="http://ppigm.wordpress.com/2011/02/21/you-are-invited/"&gt;movie night&lt;/a&gt; held by PPI-GM, an Indonesian students society in Manchester. I was handed over a responsibility to take people pictures. And the head of this event was offering me an idea about photo-booth. Okay, that was a great idea and let's made that happen, I said. Here are some of them. You can see the rest of my &lt;a href="http://www.facebook.com/radityayudhawiranegara"&gt;facebook&lt;/a&gt; profile.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-VkIiPIvYURk/TWrp_yq0bfI/AAAAAAAAAyg/NxG8LLjyafQ/s1600/IMG_4364.JPG"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-VkIiPIvYURk/TWrp_yq0bfI/AAAAAAAAAyg/NxG8LLjyafQ/s320/IMG_4364.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578528370594180594" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-6IbCYmMzPIQ/TWrp_v1u0JI/AAAAAAAAAyY/iBaYWBqLe7o/s1600/IMG_4355.JPG"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-6IbCYmMzPIQ/TWrp_v1u0JI/AAAAAAAAAyY/iBaYWBqLe7o/s320/IMG_4355.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578528369834643602" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ETi6gC5Omjs/TWrp_fEwMII/AAAAAAAAAyQ/4bzRbO3pZIA/s1600/IMG_4342.JPG"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-ETi6gC5Omjs/TWrp_fEwMII/AAAAAAAAAyQ/4bzRbO3pZIA/s320/IMG_4342.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578528365334245506" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--J16NRLF4T0/TWrp_U90i6I/AAAAAAAAAyI/2rEVeLQ0r8c/s1600/IMG_4339.JPG"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/--J16NRLF4T0/TWrp_U90i6I/AAAAAAAAAyI/2rEVeLQ0r8c/s320/IMG_4339.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578528362620816290" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-deh5jti2sAY/TWrp_MHU8KI/AAAAAAAAAyA/5Yed2nKWLC4/s1600/IMG_4338.JPG"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-deh5jti2sAY/TWrp_MHU8KI/AAAAAAAAAyA/5Yed2nKWLC4/s320/IMG_4338.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578528360244768930" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;I was using a flash, not the built-in one, but an external one that my sister brought to Manchester. But, I didn't just mount the flash on the top of my camera and take pictures. I did something with the flash. And what's that? This is what I did.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); font-family: Georgia, serif; font-size: 16px; -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-sOGpjN--P2k/TWrw4gXXfTI/AAAAAAAAAyo/q2jVUdcI1oA/s320/IMG_4179.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578535942003064114" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Let me draw your attention to the white transparent cubical-like thing on the top of the flash. It's called 'diffuser'. I made from a plastic bottle of milk. Cut its bottom, stick it on the flash, there I got a diffuser for me self. A cheaper way to get a diffuser. The milk itself is worth of about 1 GBP. Better than buy the real one. Anyhow, there may be threshold between the real and the self-made one. But, for a beginner, I wouldn't mind that a lot. Ouw, who's that on the photo? That's my sister. This is the &lt;a href="http://sheisniki.blogspot.com/"&gt;link&lt;/a&gt; to her blog. We share the same hobby, but with different genre and, of course, brand.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;So, what does the diffuser do? As it implies from its name, it diffuses the light shooting out from the flash. Sometimes, when you take a picture with a flash, you'll see a shadowed region right behind the object. Then, people come up with the idea of using a diffuser to get light spread evenly. Therefore, you get the object light up with little amount of shadowed region. However, bear in mind, using a diffuser might reduce the light intensity. This should be the concern in deciding whether to use a diffuser or not. It's either to set the flash to generate a more abundant of light or not to use the diffuser at all. The distance between you and your object, should be your consideration as well. To sum up, there are two main points to put in your consideration before mounting a flash with a diffuser to your camera. Try to familiarize with the situation, initially.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Okay, I think I should wrap up the writing. That's all I can share for now. Still got a laboratory report to do, though the deadline still on this Wednesday. Have a great day everyone! :)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(No More 'Read More')&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-112675818359120127?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/112675818359120127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=112675818359120127&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/112675818359120127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/112675818359120127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/02/my-first-public-trial-with-flash-and.html' title='My First Public Trial with a Flash and Diffuser'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-VkIiPIvYURk/TWrp_yq0bfI/AAAAAAAAAyg/NxG8LLjyafQ/s72-c/IMG_4364.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-2823951745356810407</id><published>2011-01-29T04:14:00.007+07:00</published><updated>2011-06-25T18:43:55.951+07:00</updated><title type='text'>No More #examsyndrom</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;During the exam week,this hashtag was one of the popular,well not worldwide,but amongst the Indonesian students here in Manchester. People were putting all of their effort for a 3 or 4 days of exam. Staying awake all night till the morning came or sitting at the same spot in the library for,like 3 hours or more. Yeah,all the efforts to avoid the insecurity of not yet covering all the material for each subject. Hope we all got the worth-the-effort result. So,be optimistic. Hold your head high. Keep your hope high as well. For He knows what's the best for us. Not just for tomorrow,but for the rest of our live,insha Allah :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TUMz-v-bO-I/AAAAAAAAAxs/lf1HGG3nCic/s1600/DSC_0038.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TUMz-v-bO-I/AAAAAAAAAxs/lf1HGG3nCic/s320/DSC_0038.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567350717483269090" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 320px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(No More 'Read More')&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-2823951745356810407?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/2823951745356810407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=2823951745356810407&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2823951745356810407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2823951745356810407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/01/no-more-examsyndrom.html' title='No More #examsyndrom'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TUMz-v-bO-I/AAAAAAAAAxs/lf1HGG3nCic/s72-c/DSC_0038.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-6350598545254528878</id><published>2011-01-06T05:18:00.009+07:00</published><updated>2011-06-25T18:49:01.478+07:00</updated><title type='text'>My Dissertation Project</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;One morning,I got an email from one of our lovely program administrator,informing that the dissertation topic has been chosen for me and the other member of the program. Finally,I said. There was a rumour saying that the topic will be decided after the first term ended. And from the three choices we have taken and ordered them prior to our interest, they will pick for us only one base on our academic performance in the first term. But,it seems things didn't happen that way. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.islandnet.com/~see/weather/graphics/photos0506/buildingflow-4.gif"&gt;&lt;img src="http://www.islandnet.com/~see/weather/graphics/photos0506/buildingflow-4.gif" border="0" alt="" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 250px; height: 150px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;(an ilustration)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;And the topic was Numerical Flow Simulation of  the Urban Canyon. This was my third choice in the list. I still don't know what kind of judgement they are using to conclude that I should done this in the first place. However,I'm happy with it,as long as it related to the environmental-friendly stuffs and numerical simulation or CFD (Computational Fluid Dynamics). &lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Based on the brief description of the topic,what I am going to do here is building a model of an area,a certain part from a certain city. Run a numerical simulation on the model with an in-house code generated by one the research group here. You may say this code as a software. And compare the result with the one taken from the experiment conducted before. Three main parameters will be observed and evaluated here. Those are wind speed, air temperature, and pollutant concentration. Each of these parameters is not a stand-alone parameter. Some changes in one parameter would easily affect the other, either an increment or decrement. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Talking about the numerical simulation,that wouldn't be far enough from mathematics. What role does mathematics have here? In practice,It helps us building a set of equations to calculate the parameters mentioned above. These equations are later being discretized with some methods to be used in the simulation. 'To discretize' means to make things simple. Taken that definition here,discretizing an equation means simplifying the mathematical operation involved in the equation. For instance,a differential equation. This is simply a subtracting and dividing operation,as can be seen in finding a gradient from a straight line in a cartesian coordinate. Okay,I think that would be enough. I don't want you to get confused and far too deep in explaining all those stuffs.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I have read a paper (not finish yet) related to this topic. I took some notes from it and stick the notes to the wall in front of me. By doing so,It helps me on getting a view of what I'm going to do with the topic,though It would be a different one from my topic. But the thing is the general idea that governs the the topic. Some of them might shared the same idea. But in the end,they would pick different things to be discussed in the analysis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;It's already 11 pm and I have to continue doing my revision for the exams. I'll try to keep my blog updated with my project for the dissertation. And some other things that come to my mind,things that you should all know. Cheers,guys! &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(No More 'Read More')      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-6350598545254528878?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/6350598545254528878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=6350598545254528878&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6350598545254528878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6350598545254528878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2011/01/my-dissertation-project.html' title='My Dissertation Project'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-5757084283004404187</id><published>2010-12-15T03:19:00.002+07:00</published><updated>2010-12-15T03:21:51.714+07:00</updated><title type='text'>[video] A Campaign Video</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Another video from me. Enjoy :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/KkF-kpXL44U?fs=1&amp;amp;hl=en_GB"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/KkF-kpXL44U?fs=1&amp;amp;hl=en_GB" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Music :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Mind Heist" by Zack Hemsey&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;(No More 'Read More')&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-5757084283004404187?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/5757084283004404187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=5757084283004404187&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5757084283004404187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5757084283004404187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/12/video-campaign-video.html' title='[video] A Campaign Video'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-4897897093933678999</id><published>2010-12-15T03:09:00.003+07:00</published><updated>2010-12-15T03:17:22.486+07:00</updated><title type='text'>[video] The Journey</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Here's a video,edited by me,a documentary footage of 5 young people from Manchester. They were travelling for Norwich to attend a general meeting held by PPI-UK (Indonesian Student Society of United Kingdom). See how they killed the time on a 4 hours trip :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="480" height="270"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.dailymotion.com/swf/video/xg48uh?width=&amp;amp;theme=none&amp;amp;foreground=%23F7FFFD&amp;amp;highlight=%23FFC300&amp;amp;background=%23171D1B&amp;amp;start=&amp;amp;animatedTitle=&amp;amp;iframe=0&amp;amp;additionalInfos=0&amp;amp;autoPlay=0&amp;amp;hideInfos=0" width="480" height="270" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.dailymotion.com/video/xg48uh_the-journey_people"&gt;The Journey&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;Uploaded by &lt;a href="http://www.dailymotion.com/yowiis"&gt;yowiis&lt;/a&gt;. - &lt;a target="_self" href="http://www.dailymotion.com/gb/channel/people"&gt;Videos of family and friends from around the world.&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Music :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"To The Sky" by Owl City&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;(No More 'Read More')&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-4897897093933678999?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/4897897093933678999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=4897897093933678999&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4897897093933678999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4897897093933678999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/12/video-journey.html' title='[video] The Journey'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-4367679185522932606</id><published>2010-10-25T06:53:00.003+07:00</published><updated>2010-10-25T06:56:39.346+07:00</updated><title type='text'>Testing with Windows Live Writer</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Wow! This is really something. You can update your blog without logging in to your blog account,ease yourself with the equation builder and some others particular format of writings (such as subscripts,superscripts,etc),and many more. Find it out more &lt;a href="http://explore.live.com/windows-live-writer?os=other"&gt;here&lt;/a&gt;!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(No More 'Read More')&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-4367679185522932606?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/4367679185522932606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=4367679185522932606&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4367679185522932606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4367679185522932606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/10/testing-with-windows-live-write.html' title='Testing with Windows Live Writer'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-9021194376635283690</id><published>2010-10-20T03:51:00.005+07:00</published><updated>2010-10-20T04:21:34.952+07:00</updated><title type='text'>Starting Again</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; "&gt;It has been 6 months since I last updated my blog. I know,that's way too long. But,hey,here I am. Starting again in a different way of writing. You would reckon that immediately. Yes,it's the English language. From now on,I would be using English as the prime language here. And I would have to make an apology for the misunderstood or misleading information due to my very rookies English. Better to start now than not at all.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Actually,I have no intention in updating the blog until I stumbled in one of my friend's blog. He wrote something about his dream,at least that is what I read from the title. I haven't finished reading it all. But,that thing has inspired me to write again here. So,I would acknowledge him as one of my inspiration in writing my blog again.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;I think that would be enough for now. Still got a lot of things to do to be frank. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Here are some wise words in the form of a comic for you guys. Hope this would turn out to be something helpful :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; "&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KV99DKgI/AAAAAAAAAwg/HT9JfOsduEk/s1600/6450_111286486183_93592281183_2603935_6333130_n.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KV99DKgI/AAAAAAAAAwg/HT9JfOsduEk/s320/6450_111286486183_93592281183_2603935_6333130_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529868764981701122" style="text-align: justify; display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 208px; height: 320px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KWOKVROI/AAAAAAAAAwo/VpJNge_HluE/s1600/6450_111286591183_93592281183_2603936_1247265_n.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KWOKVROI/AAAAAAAAAwo/VpJNge_HluE/s320/6450_111286591183_93592281183_2603936_1247265_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529868769332380898" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 207px; height: 320px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; "&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KWkgUa7I/AAAAAAAAAw4/H96x0eU5uKM/s1600/6450_111286751183_93592281183_2603939_5952815_n.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KWi97eeI/AAAAAAAAAww/x8dc-FJDaEw/s1600/6450_111286646183_93592281183_2603938_7516605_n.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KWi97eeI/AAAAAAAAAww/x8dc-FJDaEw/s320/6450_111286646183_93592281183_2603938_7516605_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529868774917503458" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 206px; height: 320px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KWkgUa7I/AAAAAAAAAw4/H96x0eU5uKM/s320/6450_111286751183_93592281183_2603939_5952815_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529868775330180018" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 206px; height: 320px; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(source : Kaskus)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(No more 'Read More')&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-9021194376635283690?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/9021194376635283690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=9021194376635283690&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/9021194376635283690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/9021194376635283690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/10/starting-again.html' title='Starting Again'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/TL4KV99DKgI/AAAAAAAAAwg/HT9JfOsduEk/s72-c/6450_111286486183_93592281183_2603935_6333130_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-8812314427539249721</id><published>2010-04-24T00:08:00.007+07:00</published><updated>2010-04-25T10:13:57.937+07:00</updated><title type='text'>3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dalam 2 minggu terakhir di bulan ini,saya mendapatkan beberapa pelajaran dari apa yang saya tonton dan baca. Ada 3 hal yang saya tonton dan baca yang di dalamnya terdapat beberapa pelajaran yang ingin saya share. Dan ketiga hal tersebut memiliki satu tema besar yang sama,yaitu ke-Indonesia-an. Artinya,semua yang dibahas oleh ketiga hal tersebut adalah Indonesia,dengan segala prestasi dan carut marutnya. Apa saja ketiga hal tersebut beserta pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalamnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(Ada 'Read More')&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pertama.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Adalah sebuah film yang berjudul 'Alangkah Lucunya (Negeri Ini)'. Sebuah film yang disutradai oleh Deddy Mizwar mengangkat permasalahan-permasalahan yang kerap kita jumpai di kota-kota besar. Mungkin tidak kita jumpai,bahkan beberapa di antaranya kita alami sendiri. Dengan latar kota Jakarta,diceritakan ada seorang pemuda yang bernama Muluk,lulusan sebuah perguruan tinggi dengan predikat 'Sarjana Ilmu Manajemen',tengah mencari pekerjaan. Semua info lowongan yang dia dapatkan sudah disambangi olehnya. Namun,tak satupun yang mampu untuk memberikannya pekerjaan. Ada yang perusahaannya tengah pailit karena hutang yang melilit. Ada juga yang karena pabriknya sudah dipindah ke negara lain. Di tengah-tengah usahanya mencari pekerjaan tersebut,dia memergoki sekelompok anak yang bekerjasama untuk mencopet di sebuah pasar kaget. Melihat hal ini,Muluk pun mengejar anak-anak tersebut. Dari sinilah semuanya bermula. Dia berkenalan dengan pimpinan dari pencopet anak-anak tersebut dan menawarkan sebuah proposal kerjasama untuk mengelola uang hasil copet tersebut. Uang yang dikelola tersebut digunakan untuk mendidik anak-anak tersebut untuk bisa baca tulis,berbudi pekerti yang luhur dengan memberikan kepada mereka pendidikan tentang agama,dan tentunya,mencegah mereka untuk kembali mencopet dengan memberikan mereka alternatif ladang usaha yang lain,yaitu mengasong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di tengah-tengah usahanya untuk menghidupi dirinya dan beberapa orang temannya yang terlibat di dalamnya dan memperbaiki nasib dari pencopet anak-anak tersebut,dia harus dihadapkan pada kenyataan bahwa uang dia kelola tersebut adalah uang yang didapat dari cara yang tidak halal. Di sini letak dilemanya. Di satu sisi,dia membutuhkan pekerjaan dan ingin membantu anak-anak itu tumbuh menjadi lebih 'berpendidikan'. Namun,di sisi yang lain,itu tadi,uang yang diputarkan di situ tidak halal. 'Alangkah Lucunya' memang ketika kita sedari dini diwajibkan oleh pemerintah untuk mengenyam pendidikan selama 9 tahun bahkan lebih hingga 16 tahun (hingga perguruan tinggi),tapi setelah itu hanya menjadi pengangguran hanya karena terbatasnya kesempatan kerja. Entah itu disebabkan oleh kurangnya investasi karena 'belibet'-nya mengurus perizinan untuk usaha atau kurangnya inovasi dari pemerintah untuk menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang memiliki sklill dan terdidik. Kalaupun ada,itupun tersedia untuk yang unskilled dan fairly uneducated,seperti menjadi TKI. 'Alangkah Lucunya' memang ketika anak-anak yang mencopet itu ditelantarkan begitu saja. Padahal ada amanat undang-undang yang menegaskan bahwa 'fakir miskin dan anak-anak terlantar diasuh oleh negara'. Dan di film tersebut,ketika anak-anak tersebut sudah berhenti mencopet dan berusaha untuk memperoleh penghidupan,yang seharusnya mereka dapatkan dari pemerintah,dengan cara yang lebih halal,yaitu mengasong,mereka malah diteror oleh satuan semi-militernya pemerintah kota,Satpol PP. Suatu gambaran yang miris tentang kondisi bangsa kita dan tak pelak kita jumpai,bahkan kita alami,setiap hari. Perilaku korup dan oportunis destruktif yang menjangkiti para perwakilan rakyat dan pemangku kebijakan negeri ini menyebabkan buta mata dan nuraninya akan kenyataan di bangsa yang diwakili dan dipimpinnya ini. Semangat mengabdi untuk bangsa sedikit demi sedikit terkikis oleh gemerlap dan basahnya dunia di balik pagar tinggi senilai Rp 2,1 Miliar itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kedua.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Sebuah buku karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul 'Jalan Raya Pos,Jalan Deandels'. Di cover belakang dari buku ini terdapat quote dari beliau yang sangat menohok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di dalam buku ini,beliau memaparkan bagaimana menderitanya bangsa ini ketika 'dipaksa' untuk membuat jalan dari Anyer hingga Panarukan yang berjarak 1000 km. Sebenarnya pekerjaannya bukan membuat jalan,tapi melebarkan jalan. Tapi,tetap saja,dengan kondisi bangsa yang terjajah dimana aksesibilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sangat dibatasi,hal ini cukup 'membunuh' mereka perlahan-lahan. Diceritakan pula oleh beliau perilaku korupsi para pembesar pribumi dan pejabat kulit putih dalam memeras rakyat. Ternyata akar dari tipikor yang marak dilakukan pejabat-pejabat kita ini sudah ada sejak zaman penjajahan dulu. Bagaikan penyakit genetis yang turun temurun,masih saja kita jumpai hal tersebut di zaman yang sudah merdeka ini (walaupun tidak semua orang merasa 'merdeka' sepenuhnya). Dari pemaparan beliau nampak betapa lemahnya bangsa ini saat itu. Harga tiap-tiap nyawa yang melayang karena mengerjakan jalan ini seakan-akan tidak lebih baik dari komoditas terendah yang diperdagangkan saat itu sekalipun. Masih saja kita dapat temui hal-hal tersebut di zaman sekarang ini,di saat kaum terdidiknya jauh lebih banyak dibandingkan saat itu. Masih saja kita diperas kekayaan alamnya. Masih saja kita tunduk pada kekuatan moneter asing yang memberikan kita hutang. Salah seorang kawan yang saat ini tengah bekeja di Menko Perekonomian mengatakan bahwa hutang kita masih sekitar Rp 100 Triliun. "Dan jangan salah,dit. Uang yang digunakan untuk pembangunan yang kamu liat sekarang ini adalah hasil hutang. Karena kalo ga gitu,maka pembangunan akan lambat. Tapi,di buruknya adalah hal ini menjadi semacam 'candu'...",begitu katanya. 'Macan Asia Tenggara' yang dahulu ketika Orba disematkan kepada negara ini,ternyata rapuh di dalam. Sehingga,ketika datang waktunya,rontoklah semua sendi-sendinya. Lalu,terkulai lemaslah 'macan' itu dihajar krisis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ada hal yang menarik dari buku ini,terkait para penjajah tersebut. Ada perbedaan 'gaya' menjajah antara Inggris dan Belanda. Dan mungkin bisa saya simpulkan,dari situlah kemungkinan Malaysia dan negara persemakmuran lainnya bisa one step ahead from us. Belanda,ketika menjajah,hanya memeras sumber daya alam yang ada di bumi nusantara ini,lalu dibuatlah suatu sistem monopoli komoditi internasional untuk memperdagangkan hasil 'perasan' dari negeri-negeri jajahannya. Sehingga,celah-celah untuk bermain kotor pun terbuka lebar. Tak heran,korupsi dan beberapa sistem 'paksa' seperti Tanam Paksa,Tanam Kopi Paksa serta Kerja Paksa,menjadi hal yang akut terbawa hingga sampai ke zaman Orba. Lalu,bagaimana dengan Inggris? Mereka tidak hanya mengambil kekayaan alamnya saja,tapi membenahi administrasi di tiap-tiap negeri jajahannya. Dan kekayaan alam yang diambil ini akan diolah di negeri mereka dan diekspor kembali ke negeri-negeri jajahannya. Maka,tak heran Malaysia memiliki tingkat korupsi yang lebih rendah,mampu memproduksi segala sesuatu yang dibutuhkan oleh bangsanya sendiri,bahkan mengekspor hingga ke negara-negara lain,tak terkecuali Indonesia. Begitu juga dengan India. Warisan sistem dari penjajah ternyata memiliki pengaruh yang berbeda-beda pada tiap negara jajahannya yang telah merdeka sekarang. Tapi,tetap saja,yang namanya dijajah tidak enak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketiga.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Berita tentang penyerangan pekerja lokal PT. Drydock Graha di Batam. Yang menyulut adalah perkataan salah seorang WNA berkerwarganegaraan India. Dia mengatakan bahwa orang Indonesia bodoh. Tentu saja WNA ini memiliki posisi jabatan yang lebih tinggi. Lalu,terjadilah penyerangan tersebut. Pekerja lokal membawa peralatan apapun yang ada di pabrik untuk dibawa merusak fasilitas-fasilitas yang ada. Dan tidak ada dari para pekerja tersebut yang tidak ikut aksi penyerangan ini. Semuanya ikut di dalamnya. Menunjukkan betapa perkataan itu sangat merendahkan sekali dan mungkin dikatakan tidak hanya dikatakan sekali dua kali saja. Mungkin ini adalah akumulasi yang memuncak pada hari itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ya,memang WNA ini menyalahi kode etik yang berlaku di ketatatenagakerjaan negara ini. Tapi,dari situ kita melihat betapa rendahnya kita di mata bangsa-bangsa lain. Dan perkataan itu spontan keluar yang tentu saja bukan hal yang dinafikan oleh yang mengatakan. Serendah itukah kita? Kita boleh berpuas hati karena beberapa WNA dipecat akibat kejadian ini. Tapi,maukah kita kembali dikatakan 'bodoh' oleh WNA-WNA lainnya? Evaluasi buat kita untuk terus membangun kapasitas diri menjadi lebih baik ke depannya. Sehingga,dengan sendirinya,citra positiflah yang akan terpancar. Kita adalah bangsa yang kaya. Dikaruniai begitu banyak kekayaan alam dan keanekaragaman hayati. Syukuri dengan mengoptimalkan segala daya yang kita punya tersebut. Karena itu,yakinlah,pada saatnya nanti bangsa ini akan besar dan bercitra positif dengan sendirinya,serta mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-8812314427539249721?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/8812314427539249721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=8812314427539249721&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8812314427539249721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8812314427539249721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/04/3.html' title='3'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-7325968193143830803</id><published>2010-04-21T12:17:00.005+07:00</published><updated>2010-04-21T12:22:11.762+07:00</updated><title type='text'>Green Canyon...A Canyon with Lots of Greeny Things</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86Fm7FJ0vI/AAAAAAAAAuM/8VsYoTsc180/s1600/0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86Fm7FJ0vI/AAAAAAAAAuM/8VsYoTsc180/s320/0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462450301787820786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;On my last holiday this month, me and my friends went to a place which is known as Green Canyon. It is located in Kabupaten Ciamis (still in the part of West Java Province), about 30 kilos away from Pangandaran Beach. You can get here by all means of transportion. The road infrastructure along the way here is quite good enough. So, you don't have to worry about the wiggly-wobbly road.Green Canyon or known previously as Cukang Taneuh, is part of Cijulang river that went subteranean through a cave with naturally-formed rocky structure, stalactites and stalagmites. You'll need a boat to get here. It can be rented at Ciseureuh dock located near the main gate. It'll cost around 75,000 rupiahs a boat for 5 people. Thankfully, there were 5 of us. And that would be only a boat for us to get there. Here is a photo of us in front of the main gate.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86FnSuwytI/AAAAAAAAAuU/mOn4qTq4B-A/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86FnSuwytI/AAAAAAAAAuU/mOn4qTq4B-A/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462450308136356562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Here is one of the view along the way to Green Canyon. I appologize for some inappropriate appreances in the photo ^^ (FYI, the man in the photo is the guide.)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86Fnlf3f7I/AAAAAAAAAuc/W542hhuFBI8/s1600/2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86Fnlf3f7I/AAAAAAAAAuc/W542hhuFBI8/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462450313174155186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86FoOiNCzI/AAAAAAAAAuk/IbI3fFQfz2g/s1600/3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86FoOiNCzI/AAAAAAAAAuk/IbI3fFQfz2g/s320/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462450324189809458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Unfortunately,we went there not in the right moment. The river were brownish due to the flood caused by the rainy weather along that week. Beside that, the water current in the cave was way too fast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86Fof4Pd0I/AAAAAAAAAus/YdeU5hD0nNs/s1600/4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86Fof4Pd0I/AAAAAAAAAus/YdeU5hD0nNs/s320/4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462450328845645634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Due to the highly flow current, we have to continue the journey on foot through the tropical forest after tying up the boat to a dock near the cave. (Our guide asked for another payment because he has to guide us through the forest. So, we added another 100,000 rupiahs after that.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HQbAWY-I/AAAAAAAAAu0/AzbotjTcoV0/s1600/5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HQbAWY-I/AAAAAAAAAu0/AzbotjTcoV0/s320/5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462452114243871714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HQ2esCgI/AAAAAAAAAu8/wbykQsmCHIk/s1600/6.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HQ2esCgI/AAAAAAAAAu8/wbykQsmCHIk/s320/6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462452121618876930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HRHSyGkI/AAAAAAAAAvE/N79UFrOQHYU/s1600/7.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HRHSyGkI/AAAAAAAAAvE/N79UFrOQHYU/s320/7.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462452126132345410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;After a long tiring hike and walk, there we were. Green Canyon... (Click 'Read More' below to see the rest of the writing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HRu-U55I/AAAAAAAAAvM/u0uxp0YcrnA/s1600/8.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HRu-U55I/AAAAAAAAAvM/u0uxp0YcrnA/s320/8.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462452136783964050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HR63OCYI/AAAAAAAAAvU/V05P84AP0Hs/s1600/9.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86HR63OCYI/AAAAAAAAAvU/V05P84AP0Hs/s320/9.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462452139975379330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;To get to Palatar waterfall at the enterance of the cave, we have attempted a trial. We went on climbing the steeply sloping riverbank, as can be seen below. But, the path was getting smaller. For our own safety, we regretly have to stop continuing the trial.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IHXCBiLI/AAAAAAAAAvc/N2Nryiieus8/s1600/10.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IHXCBiLI/AAAAAAAAAvc/N2Nryiieus8/s320/10.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462453058069956786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IHuMCcFI/AAAAAAAAAvk/apnFElgUCg4/s1600/11.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IHuMCcFI/AAAAAAAAAvk/apnFElgUCg4/s320/11.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462453064285974610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IHy8IPGI/AAAAAAAAAvs/-H6ME-deTbE/s1600/12.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IHy8IPGI/AAAAAAAAAvs/-H6ME-deTbE/s320/12.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462453065561422946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IIeMm2ZI/AAAAAAAAAv0/vl1g7BqtB3Y/s1600/13.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IIeMm2ZI/AAAAAAAAAv0/vl1g7BqtB3Y/s320/13.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462453077173262738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IIlGW5_I/AAAAAAAAAv8/vCtjaOkyvXc/s1600/14.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IIlGW5_I/AAAAAAAAAv8/vCtjaOkyvXc/s320/14.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462453079026100210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;As the sun getting higher, we went back to the dock (near the cave). And of course, we went back through the forest.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IkU30sUI/AAAAAAAAAwE/CZAFBHp7k-w/s1600/15.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IkU30sUI/AAAAAAAAAwE/CZAFBHp7k-w/s320/15.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462453555706507586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Our guide offered us to swim back to Ciseureuh dock. After putting on the live vest, we went swimming along the way back. Well, actually we were not swimming, but rather went along the current in the river. Unfortunately, we have to get back on the boat, because lots of boat coming from the oppsite direction. Again, it was for ouwn safety. Though, it was only a vacation. Here is a photo of us in the river.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IkpgtGdI/AAAAAAAAAwM/3zabxVdSEOk/s1600/16.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86IkpgtGdI/AAAAAAAAAwM/3zabxVdSEOk/s320/16.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462453561246685650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;My advise, try to get here not on the rainy season in Indonesia. You'll find it more beautiful than this. Instead of finding the river in brownish, you'll see the river in greenish. Just like what it is called...Green Canyon.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-7325968193143830803?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/7325968193143830803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=7325968193143830803&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/7325968193143830803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/7325968193143830803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/04/green-canyona-canyon-with-lots-of_21.html' title='Green Canyon...A Canyon with Lots of Greeny Things'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S86Fm7FJ0vI/AAAAAAAAAuM/8VsYoTsc180/s72-c/0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-172073984569084995</id><published>2010-04-15T14:34:00.024+07:00</published><updated>2010-04-21T05:32:01.848+07:00</updated><title type='text'>KEI dan Pemecahannya (Bagian Ketiga)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:85%;"&gt;Pada tulisan yang ketiga ini, akan dibahas mengenai potensi Indonesia di energi yang berkelanjutan dan terbarukan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;sustainable and renewable energy&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:85%;"&gt;). Sebelum membahas lebih jauh mengenai potensi sumber energi tersebut, apa makna dari ‘berkelanjutan dan terbarukan’? ‘Berkelanjutan dan terbarukan’ adalah dua kata yang terkait satu sama lain. ‘Berkelanjutan’ memiliki makna adanya suatu kontinuitas atau keberlangsungan dari sesuatu. Sedangkan ‘terbarukan’ adalah suatu mekanisme tumbuh-baru atau regenerasi dari sesuatu yang telah ada. Jadi, energi yang berkelanjutan dan terbarukan adalah energi yang keberadaannya bersifat kontinu karena didukung oleh adanya mekanisme tumbuh-baru atau regenerasi dari energi itu sendiri. Sumber-sumber dari energi ini berasal dari alam yang selalu tersedia setiap saat. Bagaimana dengan sumber energi fosil? Bukankah itu berasal dari alam juga? Memang benar, sumber energi tersebut berasal dari alam. Namun, apakah keberadaannya tersedia setiap saat? Tentu tidak,bukan!? Ketika sumber-sumber energi ini sudah habis, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;that’s it&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:85%;"&gt;. Kalaupun bisa, dibutuhkan waktu yang sangat tidak sebentar. Makanya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;constraint&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; atau batasan dari sumber energi yang berkelanjutan dan terbarukan adalah ketersediaan sumber-sumbernya oleh alam yang berada dalam rentang waktu ‘setiap saat’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;style="font-size:&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Apa saja contoh dari energi yang berkelanjutan dan terbarukan? Panas bumi, surya, angin, arus laut, dan biofuel adalah beberapa di antaranya yang akan dibahas di tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;/style="font-size:&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Panas bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Sebagian mengenai ‘panas bumi’ sudah dibahas pada tulisan yang kedua. Pada tulisan kali ini akan dibahas mengenai panas bumi sebatas pengetahuan dari penulis yang terdapat pada referensi-referensi yang ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Panas bumi atau yang lebih dikenal luas sebagai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Geothermal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; adalah sumber energi yang berasal inti bumi yang berjarak sekitar &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/pwrheat.html#Q1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4000 mil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (6437.38 km) dari permukaan bumi dengan temperatur mencapai &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/pwrheat.html#Q1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;9000 ˚F&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (4982.22 ˚C). Berikut terdapat gambar bumi beserta intinya dan gradien temperatur dari inti hingga ke permukaan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMNAsCPGI/AAAAAAAAAr0/NpUE9PYb8pA/s1600/img003.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMNAsCPGI/AAAAAAAAAr0/NpUE9PYb8pA/s320/img003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460276122128366690" style="margin: 0px auto 10px; text-align: justify; display: block; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Struktur bumi (Sumber&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/GEOpresentation/sld003.htm"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMNmVOK2I/AAAAAAAAAr8/y2sulZ1dOhQ/s1600/img004.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMNmVOK2I/AAAAAAAAAr8/y2sulZ1dOhQ/s320/img004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460276132233227106" style="margin: 0px auto 10px; text-align: justify; display: block; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Gradien temperatur pada struktur bumi (Sumber &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/GEOpresentation/sld004.htm"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Panas yang dihasilkan oleh inti bumi, yang terdiri dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;outer core&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (cair) dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;inner core &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(padat), tidak sampai ke kita karena adanya insulasi dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;crust&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; yang memiliki tebal sebesar &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/geoenergy.html#geo-eh"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;35 mil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (56.33 km). Perbedaan temperatur antara permukaan dan inti bumi menyebabkan terjadi perpindahan panas ke lapisan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;mantle&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Lapisan ini bersifat batuan-cair dengan viskositas yang tinggi bertemperatur antara &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/geoenergy.html#geo-eh"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;650 hingga 1250 ˚C&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Pada suatu kondisi tertentu, beberapa bagian dari lapisan ini akan mencair dan membentuk &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;magma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Karena sifat dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;magma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; memiliki massa jenis kecil (seperti fenomena minyak dan air) dibandingkan dengan bebatuan yang ada di sekelilingnya, cairan panas ini akan bergerak naik ke lapiran &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;crust &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;dari bumi. Sebagian akan keluar dari permukaan bumi dalam bentuk &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;lava &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(yang menyebabkan terbentuknya gunung berapi dan itulah mengapa gunung berapi identik dengan sumber panas bumi) dan sebagiannya lagi akan menetap di &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;crust&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, memanaskan bebatuan dan air yang ada di sekelilingnya hingga &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/pwrheat.html#Q1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;700 ˚F&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (371.11 ˚C). Uap yang terbentuk dari penguapan oleh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;magma &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;ada yang mencapai permukaan bumi, yang disebut dengan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;geyser&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; atau sumber air panas (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;hot spring&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;), dan ada yang terperangkap di retakan dan antara bebatuan berpori-pori di bawah tanah. Uap yang terperangkap dalam suatu wadah bawah tanah ini dinamakan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/pwrheat.html#Q1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;geothermal reservoir&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Salah satu pemanfaatan dari panas bumi ini adalah untuk menghasilkan listrik. Bagaimana caranya? Uap panas yang berasal dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;geothermal reservoir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dialirkan ke turbin. Uap panas ini memiliki temperatur dan tekanan yang tinggi (uap ini akan berekspansi atau mengembang sehingga pada akhirnya tekanannya akan turun) sehingga memutar turbin yang terhubung dengan generator. Dari generator inilah listrik diproduksi dan didistribusikan pada akhirnya. Berikut ilustrasi dari pembangkit listrik tenaga panas bumi. Uap yang telah digunakan dialirkan ke &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;cooling tower&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (didinginkan dengan proses penguapan) untuk kembali diinjeksikan ke bawah tanah sehingga dihasilkan kembali uap bertemperatur dan bertekanan tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMN2OHiuI/AAAAAAAAAsE/WNvn1nTj2UA/s1600/img037.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMN2OHiuI/AAAAAAAAAsE/WNvn1nTj2UA/s320/img037.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460276136498399970" style="margin: 0px auto 10px; text-align: justify; display: block; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ilustrasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (Sumber &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/GEOpresentation/sld037.htm"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ada &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/geoenergy.html#geo-eh"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;tiga jenis pembangkit listrik tenaga panas bumi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; yang bergantung dari temperatur dan tekanan dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;geothermal reservoir-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dry steam power plant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Sesuai dengan namanya, pembangkit ini menggunakan uap dengan kandungan air yang minim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMOZ0egnI/AAAAAAAAAsM/AKL5_x5vmUM/s1600/drysteam.gif"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMOZ0egnI/AAAAAAAAAsM/AKL5_x5vmUM/s320/drysteam.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460276146054529650" style="margin: 0px auto 10px; text-align: justify; display: block; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ilustrasi dari &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;dry steam power plant &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Sumber &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www1.eere.energy.gov/geothermal/powerplants.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Flash steam power plant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Pembangkit ini digunakan jika isi dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;reservoir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-nya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;mostly&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; adalah air panas dengan temperatur diatas &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www1.eere.energy.gov/geothermal/powerplants.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;365 ˚C&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMOnfXkVI/AAAAAAAAAsU/gFE7XS27UOs/s1600/flashplant.gif"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMOnfXkVI/AAAAAAAAAsU/gFE7XS27UOs/s320/flashplant.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460276149724090706" style="margin: 0px auto 10px; text-align: justify; display: block; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ilustrasi dari &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;flash steam power plant &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Sumber &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www1.eere.energy.gov/geothermal/powerplants.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Fungsi dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;flash tank&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; yang terdapat pada sistem ini adalah untuk menguapkan secara cepat (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;) dari air panas. Sehingga tangki dikondisikan bertekanan lebih rendah dari tekanan air panas yang diekstrak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Binary-cycle power plant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Jika &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;reservoir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; mengandung air dengan temperatur di bawah 400 ˚F (204.44 ˚C) maka yang dilakukan adalah dengan menginstalasikan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;heat exchanger&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Jadi, yang dimanfaatkan dari air panas &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;geothermal reservoir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; adalah panasnya. Untuk itu, fluida kerja yang digunakan untuk menggerakkan turbin harus memiliki temperatur didih lebih rendah dari air, seperti &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/geoenergy.html#geo-eh"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;isopentane&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);font-family:Georgia,serif;" &gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bNpKOR2dI/AAAAAAAAAsc/JAWC8mYE1rY/s320/binaryplant.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460277705235880402" style="margin: 0px auto 10px; text-align: justify; display: block; cursor: pointer; width: 320px; height: 281px;" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);font-family:Georgia,serif;font-size:78%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ilustrasi dari &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;binary-cycle power plant &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Sumber &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www1.eere.energy.gov/geothermal/powerplants.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Indonesia terletak di dalam zona gunung berapi yang seringkali disebut &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ring of Fire&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, dianugerahi sekitar &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/map/indo.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;200&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; gunung berapi dan &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/map/indo.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; lapangan panas bumi, terutama di pulau Jawa dan Sumatra. Perhatikan gambar berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bNp0vr3DI/AAAAAAAAAsk/5SW3lS7XqWE/s1600/img006.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bNp0vr3DI/AAAAAAAAAsk/5SW3lS7XqWE/s320/img006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460277716650286130" style="margin: 0px auto 10px; text-align: justify; display: block; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Persebaran gunung berapi di dunia dan lempeng (Sumber &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.geothermal.marin.org/GEOpresentation/sld006.htm"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dengan potensi mencapai 27000 MW, tentunya hal ini seharusnya mendapat porsi untuk pembangkitan listrik yang lebih besar ketimbang memanfaatkan sumber-sumber energi lainnya seperti batu bara dan BBM (atau gas yang tengah dicanangkan oleh PLN saat ini). Walaupun memang,jika dibandingkan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;cost &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;produksi listrik antara batu bara dengan panas bumi, masih lebih mahal panas bumi (sudah dibahas pada tulisan sebelum ini).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;font-family:'Times New Roman';font-size:medium;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); line-height: 20px; text-align: justify;font-family:Arial,sans-serif;font-size:13px;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Surya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Salah satu sumber energi yang tersedia setiap saat selama matahari ada. Setiap tahunnya, bumi menerima radiasi dari matahari dengan kisaran &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sunlight"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1,321 W/m&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sunlight"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sunlight"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; hingga 1,412 W/m&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sunlight"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.  Variasi daya tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan jarak antara bumi dan matahari pada waktu-waktu tertentu (karena lintasan dari bumi yang berbentuk elips). &lt;span class="fullpost"&gt;Radiasi yang benar-benar sampai ke daerah jangkauan manusia untuk dapat dimanfaatkan tidak sebesar angka yang disebutkan sebelumnya. Selain itu, pada tiap-tiap tempat di bumi, terdapat variasi radiasi yang diterima. Hal tersebut bergantung pada kondisi atmosfer di tempat tersebut (ketebalan dari atmosfer yang menyebabkan terjadinya rugi energi, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www1.eere.energy.gov/solar/pv_cell_light.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;energy loss&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;) dan ketinggiannya. Berikut ilustrasi dari distribusi daya surya yang diterima masing-masing kontinen di bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);font-family:Georgia,serif;" &gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83k0c8zjeI/AAAAAAAAAss/1NG5oKNwYds/s320/0203_nrsolar_205.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462273512845839842" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 156px;" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Distribusi penyinaran di bumi (Sumber gambar:NASA)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Terlihat pada ilustrasi di atas, Indonesia per harinya menerima radiasi antara 7 kWh/m&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; hingga 7.5 kWh/m&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (dengan catatan kondisi langit yang bersih dan permukaan yang horizontal). Suatu potensi yang besar dan tentunya akan tersia-siakan begitu saja jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Apalagi lama penyinaran matahari rata-rata &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2008/10/16/05523492/bohong.matahari.terlihat.36.jam"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;12 jam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; per harinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk dapat menghasilkan listrik, ada dua cara yang dapat digunakan dan umumnya sudah diaplikasikan saat ini. Dengan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;photovoltaic&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;solar thermal power plant&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Lebih jelasnya perhatikan dua gambar berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83k0_4BjZI/AAAAAAAAAs0/aff-ToBIcH8/s1600/solar_two_barstow_small1.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83k0_4BjZI/AAAAAAAAAs0/aff-ToBIcH8/s320/solar_two_barstow_small1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462273522221026706" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Solar thermal power plant&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (Sumber &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://i235.photobucket.com/albums/ee160/greenthoughts/solar_two_barstow_small1.jpg"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83k1AOiXJI/AAAAAAAAAs8/uitqYtppUQQ/s1600/Solar+Photovoltaic+Panels+2.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83k1AOiXJI/AAAAAAAAAs8/uitqYtppUQQ/s320/Solar+Photovoltaic+Panels+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462273522315451538" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Solar photovoltaic &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Sumber &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.greenhabitatdesign.com/Solar%20Photovoltaic%20Panels%202.jpg"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Photovoltaic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, tentunya para pembaca sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Photovoltaic &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;atau biasa disingkat PV adalah suatu istilah untuk material yang dapat mengkonversikan radiasi dari surya menjadi energi listrik. Material PV ini tergolong material semikonduktor yang artinya untuk suatu kondisi tertentu dapat berubah menjadi material konduktor yang sifatnya menghantarkan listrik. Beberapa contohnya, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;single crystal silicon&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;polycristalline silicon&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gallium arsenide &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(GaAs), dll (sumber &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;National Solar Power Research Institute, Inc&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Fundamental of Photovoltaic Materials&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;”).  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagaimana cara kerja dari material PV ini sampai bisa menghasilkan listrik? Perhatikan ilustrasi berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);font-family:Georgia,serif;" &gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83k1oXrlqI/AAAAAAAAAtE/QKF5tZa6Ikk/s320/illust_n_p_layer.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462273533091223202" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 248px; height: 298px;" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ilustrasi terjadinya arus listrik pada material semikonduktor (Sumber &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www1.eere.energy.gov/solar/photoelectric_effect.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada ilustrasi di atas, terlihat ada 2 lapis yang dinamakan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;n-type &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;p-type&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;n-type &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;adalah material semikonduktor dengan jumlah elektron berlebih, sedangkan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;p-type&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; adalah material semikonduktor dengan jumlah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;hole&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; atau lubang berlebih. Ketika dua lapisan ini digabungkan, yang terjadi adalah berpindahnya elektron ke lapisan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;p-type&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dan meninggalkan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;hole &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;di tempatnya semula. Sehingga, lapisan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;n-type &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;yang awalnya bermuatan negatif menjadi positif. Begitu juga sebaliknya yang terjadi pada lapisan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;p-type&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Pada permukaan kontak kedua lapisan ini terjadi medan listrik (dimana arus listrik bersirkulasi). Permukaan ini dinamakan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;p/n-junction&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Cahaya yang datang dari matahari terdiri dari berbagai macam spektrum. Bergantung pada tipe material PV yang digunakan, maka hanya spektrum cahaya tertentu terserap. Energi yang dibawa ini akan menggerakkan elektron dari posisi awalnya di dalam material yang digunakan. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa elektron yang bergerak adalah definisi arus listrik. Besarnya arus bergantung pada material PV yang digunakan. Karena pada masing-masing material PV, terdapat satu karakteristik yang dinamakan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www1.eere.energy.gov/solar/photoelectric_effect.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;built-in electric field&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (dijelaskan pada paragraf sebelum ini). Karakteristik yang menentukan berapa arus listrik yang dihasilkan (yang bergantung pada kondisi yang dibebankan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Produksi listrik dengan menggunakan PV ini sudah menjadi hal yang umum di dunia saat ini. Baik itu untuk pembangkitan skala besar hingga skala rumah tangga bahkan skala kecil (seperti jam tangan, kalkulator, dsb-nya). Untuk pembangkit skala besar, dalam artian berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga surya yang akan didistribusikan, yang terbesar di dunia sekarang ada di &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.pvresources.com/en/top50pv.php"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Spanyol&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Dengan kapasitas pembangkitannya sebesar 60 MW, pembangkit memakan waktu 16 bulan serta biaya sebesar &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.solarfeeds.com/cooler-planet/12074-the-worlds-10-largest-pv-plants"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;384 juta EURO&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; atau sekitar Rp 4,7 trilliun untuk pembangunannya. Nilai investasi ini memang terlampau mahal jika dibandingkan dengan pembangunan &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pembangkit_listrik_di_Indonesia"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;PLTU 1 Banten&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (termasuk ke dalam proyek 10,000 MW-nya PLN) berkapasitas 625 MW yang memakan biaya sebesar Rp 3,9 trilliun. Jadi, penggunaan PV untuk pembangkitan skala besar masih terlalu mahal untuk daya yang dihasilkan. Hal ini juga berlaku untuk penggunaan PV pada skala rumah tangga. Untuk daya sebesar 60 W, biaya yang kira-kira harus dikeluarkan sekitar &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.ecobusinesslinks.com/solar_panels.htm"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;$ 72&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;atau Rp 720,000 (dengan kurs $ 1 =Rp 10,000). Dengan mengambil sampel kebutuhan listrik yang paling minimal, yaitu sekitar 450 W (di daerah pedesaan), maka biaya yang diperlukan kira-kira Rp 5 juta. Namun, di Bangladesh, terutama di daerah pedesaan, hampir 320,000 rumah terinstalasi PV untuk kebutuhan listriknya. Hal ini berkat kemudahan pembiayaan yang diberikan oleh &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.gshakti.org/index.php/grameen-shakti-evolving-as-a-social-business-to-meet-the-energy-needs-of-the-rural-people.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Grameen Shakti&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, sebuah anak perusahaan dari Grameen Bank yang bergerak di bidang pemanfaatan energi terbarukan yang didirikan oleh &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Yunus"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Muhammad Yunus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (peraih Nobel tahun 2006 karena idenya tentang &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microfinance"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;kredit mikro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;). Adanya kemudahan pembiayaan ini (dengan kredit mikro), orang-orang miskin sekalipun dapat menikmati listrik dari PV. Dan tidak hanya sampai di situ, mereka juga didorong untuk berwiraswasta. Sehingga, kredit dapat dibayar dan taraf hidup mereka meningkat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berikutnya, selain PV, dikenal juga &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;solar thermal power plant&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; sebagai salah satu cara untuk menghasilkan listrik dari surya (sebagian pembahasan mengenai pembangkit listrik yang satu ini bisa dilihat pada tulisan &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://radityayudha.blogspot.com/2008/11/bicara-sedikit-tentang-energi.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;). Di sini, yang digunakan untuk menghasilkan listrik adalah panas dari surya yang dikonsentrasikan ke satu titik. Makanya pembangkit ini memiliki nama lain &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;concentrating solar power&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pembangkit ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Reflektor, yang berfungsi untuk memantulkan dan mengkonsentrasikan panas dari surya. Bentuk dari reflektor ini bermacam-macam. Perhatikan gambar berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83sZ9pkn5I/AAAAAAAAAuE/WL3UFTFJFAk/s1600/figure1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 302px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83sZ9pkn5I/AAAAAAAAAuE/WL3UFTFJFAk/s320/figure1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462281853860093842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: center; margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Macam-macam dari reflektor (Sumber &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.volker-quaschning.de/articles/fundamentals2/index_e.php"&gt;&lt;b&gt;gambar&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Reflektor ini memiliki satu parameter non-dimensional yang menentukan seberapa besar panas yang dapat dikonsentrasikan. Parameter ini disebut &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;concentration factor&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Ini adalah perbandingan antara temperatur permukaan dari matahari (5500 ˚C) dengan temperatur yang dikonsentrasikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Receiver &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;atau &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absorber&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, yang berfungsi untuk menerima panas yang terkonsentrasikan. Fluida yang mengalir di sini dapat berbentuk cair maupun gas. Bergantung pada tipe pembangkit yang dipilih nanti (akan dijelaskan beberapa di bawah ini).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sistem pembangkit listrik tenaga uap, yang berfungsi untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan uap yang diproduksi dari panas yang terkonsentrasikan di komponen sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tipe pembangkitnya pun bermacam-macam, sama seperti halnya pada pembangkit listrik tenaga panas bumi di atas. Namun, yang akan dibahas di sini hanya &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.volker-quaschning.de/articles/fundamentals2/index_e.php"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Parabolic Through Power Plant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Berikut ilustrasi dari sistem pembangkit ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83nrSRS4tI/AAAAAAAAAtc/TKLqHFUjiBI/s1600/figure3.gif"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83nrSRS4tI/AAAAAAAAAtc/TKLqHFUjiBI/s320/figure3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462276653895049938" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 169px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt;Ilustrasi dari &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Parabolic Through Power Plant &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Sumber &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.volker-quaschning.de/articles/fundamentals2/index_e.php"&gt;&lt;b&gt;gambar&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sistem pembangkit ini dapat dijumpai di California (yang memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 354 MWe. Pada sistem pembangkit tersebut, fluida yang mengalir di dalam &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absorber&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; adalah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;thermo fluid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Fluida ini akan dipanaskan hingga temperaturnya mencapai 400 ˚C. Dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absorber&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, mengalir ke beberapa penukar panas (terdiri &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;superheater&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;economizer&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;reheater&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;vaporizer&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;) yang akan memindahkan panasnya ke air yang mengalir di dalam masing-masing penukar panas tersebut. Di akhir, air yang dipanaskan ini akan berubah fasa menjadi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;superheated steam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (uap) dan siap digunakan untuk menggerakkan turbin uap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagaimana jika terdapat ketiadaan sinar matahari, seperti di waktu malam atau ketika cuaca lagi tidak bersahabat (mendung dan berawan)? Sistem ini juga dilengkapi dengan sistem penyimpanan panas untuk menjamin keberjalanannya. Perhatikan ilustrasi berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);font-family:Georgia,serif;" &gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83nrP8V4lI/AAAAAAAAAtU/EgybwMJrgJo/s320/figure2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462276653270295122" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 220px;" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ilustrasi keberlangsungan pembangkitan listrik (Sumber &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.volker-quaschning.de/articles/fundamentals2/index_e.php"&gt;&lt;b&gt;gambar&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ilustrasi di atas menunjukkan keberlangsungan sistem pembangkit ini dalam sehari (termasuk ketika malam). Sebelum matahari muncul, sistem pembangkit ditambahkan&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; pararel burner&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; yang menggunakan bahan bakar fossil atau biomassa atau hidrogen. Ketika menjelang sore, panas yang sudah disimpan pada saat matahari tengah bersinar, akan digunakan. Bagaimana sistem penyimpanan panas ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kembali ke gambar ilustrasi dari pembangkit ini di atas. Nampak 2 tangki yang bertuliskan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;hot tank &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;cold tank&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Isi dari tangki ini adalah garam yang dilelehkan (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;molten salt&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;). Fluida ini yang digunakan untuk menyimpan panas. Ketika matahari tengah bersinar, fluida dipompa dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;cold tank&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; ke &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;hot tank &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;melalui sebuah penukar panas yang tersambung dengan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absorber &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;dari sistem pembangkit ini. Ketika malam tiba, maka fluida yang tersimpan pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;hot tank &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;akan dialirkan balik ke &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;cold tank &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;melalui penukar panas tersebut. Sehingga panas dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;molten salt &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;ini dapat dipindahkan ke &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;thermol fluid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Uap dapat diproduksi dan digunakan untuk menggerakkan turbin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Solar Thermal Tower Power Plant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Sistem ini menggunakan banyak reflektor (seringkali disebut &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;heliostats&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;) untuk memantulkan cahaya matahari dan dikumpulkan di satu titik di sebuah menara &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;receiver&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Dari sini udara atau &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;molten salt&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dipanaskan dan digunakan untuk menguapkan air yang akan menggerakkan turbin. Temperatur yang bisa dicapai pada menara &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;receiver&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; sekitar 1000 ˚C. Sebuah temperatur (pada tekanan ambien) yang sangat cukup sekali untuk menguapkan air menjadi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;superheated steam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Sistem pembangkit ini dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Open Volumetric  Air Receiver Concept&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);font-family:Georgia,serif;" &gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83nsJe_qEI/AAAAAAAAAtk/DOslJIar5uY/s320/figure4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462276668716460098" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 176px;" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: center; margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Ilustrasi dari Open Volumectric Air Receiver (Sumber &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.volker-quaschning.de/articles/fundamentals2/index_e.php"&gt;&lt;b&gt;gambar&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada jenis ini, udara yang digunakan bertekanan ambien (sekeliling). Udara ini akan disedot oleh sebuah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;blower&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Masuknya udara yang tersedot ini melalui &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;receiver&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; pada menara tersebut. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Receiver &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;atau &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absorber &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;ini berupa &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://books.google.co.id/books?id=I4g0mlQI7HcC&amp;amp;pg=PA187&amp;amp;lpg=PA187&amp;amp;dq=open+volumetric+air+receiver&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=IcpcCEEshf&amp;amp;sig=0MiWPjKo85h1uoYdJSDFoISIP8w&amp;amp;hl=id&amp;amp;ei=iyrNS8HTG8qHkQWcj50H&amp;amp;sa=X&amp;amp;oi=book_result&amp;amp;ct=result&amp;amp;resnum=7&amp;amp;ved=0CDIQ6AEwBg#v=onepage&amp;amp;q=open%20volumetric%20air%20receiver&amp;amp;f=false"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;keramik yang berporos atau kabel-kabel baja yang mebentuk sebuah &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://books.google.co.id/books?id=I4g0mlQI7HcC&amp;amp;pg=PA187&amp;amp;lpg=PA187&amp;amp;dq=open+volumetric+air+receiver&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=IcpcCEEshf&amp;amp;sig=0MiWPjKo85h1uoYdJSDFoISIP8w&amp;amp;hl=id&amp;amp;ei=iyrNS8HTG8qHkQWcj50H&amp;amp;sa=X&amp;amp;oi=book_result&amp;amp;ct=result&amp;amp;resnum=7&amp;amp;ved=0CDIQ6AEwBg#v=onepage&amp;amp;q=open%20volumetric%20air%20receiver&amp;amp;f=false"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;meshing&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Karena &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absorber &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;menerima panas dari cahaya yang dipantulkan oleh reflektor-reflektor yang ada dan udara mengalir melaluinya, maka terjadi perpindahan panas dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absorver &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;ke udara yang mengalir tersebut. Maka, terjadilah kenaikan temperatur pada udara yang mengalir. Temperatur yang dicapai sekitar 650 ˚C hingga 850 ˚C. Udara ini dialirkan ke sebuah penukar panas, sehingga panasnya dapat digunakan untuk menguapkan air yang selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin. Perhatikan ilustrasinya di atas paragraf ini. Untuk melihat lebih jelas bagaimana perpindahan panas terjadi pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absober&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, perhatikan ilustrasi berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83nsaonR5I/AAAAAAAAAts/NemxyUmiB1s/s1600/Untitled.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83nsaonR5I/AAAAAAAAAts/NemxyUmiB1s/s320/Untitled.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462276673320208274" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 225px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt;Ilustrasi yang terjadi pada &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;absorber&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; (Sumber gambar: buku "&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Renewable Energy: Technology,Economics,and Environment&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;")&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Presurrized Air Receiver Concept&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83rcsihwkI/AAAAAAAAAt8/Phu5tG2I4A0/s1600/figure4+%281%29.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S83rcsihwkI/AAAAAAAAAt8/Phu5tG2I4A0/s320/figure4+%281%29.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462280801295123010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ilustrasi dari Presurrized Air Receiver (Sumber &lt;a href="http://www.volker-quaschning.de/articles/fundamentals2/index_e.php"&gt;gambar&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jenis berikutnya menggunakan udara terkompresi. Seperi yang terlihat pada ilustrasi di atas, terdapat dua jenis turbin yang digunakan. Yang pertama adalah turbin gas dan yang kedua adalah turbin uap. Dan masing-masing turbin ini menggerakkan sebuah generator yang menghasilkan listrik. Sistem ini mengambil bentuk dari PLTGU, pembangkit listrik tenaga gas dan uap. Pada PLTGU, gas panas yang telah digunakan pada turbin gas, digunakan kembali untuk menguapkan air yang akan digunakan uapnya untuk menggerakkan turbin uap. Dengan begini efisiensi dari turbin gas yang sangat rendah dapat diperbaiki. Begitu juga dengan sistem pembangkit tenaga surya jenis ini. Hanya saja, yang membedakan adalah fluida gas pada yang digunakan untuk menggerakkan turbin gas bukan merupakan hasil pembakaran bahan bakar dengan udara, melainkan udara terkompresi yang dipanaskan pada menara &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;receiver &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;atau &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;absorber&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Temperatur udara yang dicapai sekitar 1100 ˚C.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Biaya untuk sebuah sistem pembangkit tenaga surya ini berkisar antara &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.volker-quaschning.de/articles/fundamentals2/index_e.php"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2000 EURO/kW hingga 5000 EURO/kW&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; atau sekitar Rp 24,200,054/kW hingga Rp 60,500,135/kW. Pada daerah-daerah yang memiliki intensitas penyinaran yang bagus dapat menghasilkan listrik dengan biaya sekitar 0.15 EURO/kWh atau Rp 1,815/kWh, bahkan bisa mencapai 0.10 EURO/kWh atau Rp 1,210/kWh jika diproduksi secara massal. Memang masih terbilang mahal untuk ukuran Indonesia. Tapi, ke depannya proyeksi dari pembiayaan untuk sistem pembangkit tenaga surya akan mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan semakin umumnya penggunaan teknologi ini untuk pembangkitan listrik di dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm;"&gt;(Tidak ada 'Read More')&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-172073984569084995?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/172073984569084995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=172073984569084995&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/172073984569084995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/172073984569084995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/04/kei-dan-pemecahannya-bagian-ketiga.html' title='KEI dan Pemecahannya (Bagian Ketiga)'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S8bMNAsCPGI/AAAAAAAAAr0/NpUE9PYb8pA/s72-c/img003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-3727989930064388850</id><published>2010-01-30T16:01:00.006+07:00</published><updated>2010-04-21T05:32:22.072+07:00</updated><title type='text'>KEI dan Pemecahannya (Bagian Kedua)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Pada bagian yang pertama dari tulisan ini telah dipaparkan mengenai krisis energi dan permasalahan fundamental KEI. Seperti yang telah disebutkan juga pada bagian yang pertama, bagian kedua ini akan memfokuskan pembahasan pada pemecahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono terdapat beberapa poin yang membahas energi. Poin-poin ini berada dalam program yang dieksekusi oleh Menko Perekonomian. Poin-poin tersebut antara lain (&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://bisnis.vivanews.com/news/read/105637-inilah_program_ekonomi_100_hari_sby"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-style: italic;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Program 7: Jaminan Pasokan Energi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Pemenuhan BBM dalam negeri khususnya untuk Indonesia bagian Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Perencanaan pasokan gas bumi untuk keperluan domestik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Penerbitan pasokan gas bumi untuk keperluan domestik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Penerbitan PP dan Peraturan Menteri ESDM tentang pasokan batubara dalam negeri (DMO).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Penerbitan Perpres tentang proyek perceptan pembangunan pembangkit tenaga listrik 10.000 MW tahap II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Program 8: Sistem Harga Energi yang Kompetitif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Penerbitan Perpres tentang harga patokan pembelian listrik dari panas bumi. (Departemen ESDM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Program 9: Ketahanan Energi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Perumusan penyelesaian permasalahan PPA di tingkat korporat PT PLN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Penuntasan reorganisasi PLN dan pertamina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Pemanfaatan coal bed methane (CBM-pen.) melalui penyusunan perangkat peraturan sehingga bisa menghasilkan energi pada tahun 2011. ( Menneg BUMN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Program 10: Pengalihan Sistem Subsidi: BBM, pupuk dan listrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Perumusan pengalihan sistem subsidi: BBM, pupuk dan listrik. (Dep ESDM, Deptan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Program 11: Pengembangan Energi Terbarukan Nasional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Menerbitkan Peraturan Menteri tentang insentif pemnafaatan renewable industri (Dep keu), ada perda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Tanggal 28 Januari 2009 adalah hari ke-100 dari pemerintahan SBY-Boediono. Evaluasi tentunya perlu dilakukan terhadap program-program yang telah dijalankan. Apakah sudah sustain keberjalanannya ataukah baru saja berjalan atau bahkan belum jalan sama sekali. Tak terkecuali beberapa program yang terkait dengan energi.&lt;br /&gt;Beberapa program di atas adalah inisiatif pemerintahan dalam menanggapi KEI. Dan semoga bukan hanya merupakan daftar janji-janji pemanis untuk mulusnya jalan pemerintahan SBY-Boediono. Bagian kedua dari tulisan ini tidak akan membahas program-program tersebut yang notebene-nya adalah kebijakan-kebijakan pemerintah. Yang akan dibahas pada bagian kedua ini lebih ke pembahasan mengenai langkah-langkah dan sumber-sumber pemecahan untuk KEI yang merupakan hasil diskusi dan beberapa informasi yang terserak bebas di dunia maya.&lt;br /&gt;Kenali potensi energi tiap pulau-pulau di Indonesia. Pengenalan potensi energi ini dimaksudkan untuk pengefisiensian dan pemerataan energi tiap daerah di Indonesia. Jadi, kata kunci dari poin pemecahan yang pertama ini adalah pengefisiensian dan pemerataan.&lt;br /&gt;Apa hubungan antara potensi energi tiap pulau-pulau di Indonesia dengan pengefisiensian?&lt;br /&gt;Dalam sebuah diskusi informal dengan seorang adik angkatan yang membahas mengenai pemikiran salah seorang dosen arsitektur di ITB yang bisa dikatakan ‘brilian’. Pemikiran tersebut adalah sebuah cetak biru untuk pasokan listrik yang disesuaikan dengan sumber-sumber energi potensial yang terdapat di masing-masing pulau di Indonesia. Konteks sumber-sumber energi yang dimaksud di sini adalah sumber-sumber energi yang konvensional dan non-konvensional. Kita ambil contoh pulau Kalimantan dan Sumatra yang dianugerahi potensi sumber daya alam berupa batu bara yang melimpah ruah.  Cadangan batu bara terbukti Indonesia adalah sekitar &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.antara.co.id/view/?i=1197875502&amp;amp;c=EKB&amp;amp;s="&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;5,3 miliar ton&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Dan sekitar 83 persen dari jumlah tersebut, 4,395 miliar ton, terdapat di pulau Kalimatan. Sedangkan sisanya berada di pulau Sumatera. Sekarang mari kita tengok untuk PLTU yang terdapat di pulau Kalimantan dan Sumatra dari gambar berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S2P3Ob_EBKI/AAAAAAAAAq4/1w-E47izYN0/s1600-h/PLTU.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S2P3Ob_EBKI/AAAAAAAAAq4/1w-E47izYN0/s320/PLTU.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432457402941441186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;PLTU di Indonesia (Presentasi dari Dr. Ir. Hadiyanto, M.Sc.)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;PLTU yang terdapat di pulau Kalimantan hanya 2 unit saja, yaitu PLTU Parit Baru 110 MW di Kalimantan Barat dan PLTU Asam-Asam di Kalimantan Selatan 130 MW. Bandingkan dengan jumlah unit PLTU yang terdapat di pulau Jawa.&lt;br /&gt;Melihat fakta jumlah unit PLTU dengan kapasitasnya cukup terpaut jauh, kita mungkin akan berkilah dengan perbedaan kepadatan penduduk yang terdapat di pulau Jawa dan Kalimantan. Selain itu, beberapa aktivitas vital terdapat di pulau Jawa juga, mulai dari pusat pemerintahan, institusi-institusi pendidikan terbaik, industri-industri strategis, dll. Jadi, wajar memang jika pulau Jawa memiliki jumlah PLTU lebih besar, secara kuantitas dan kapasitas. Namun, sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, batu bara yang merupakan bahan bakar utama dari PLTU, banyak terdapat di pulau Kalimantan dan Sumatra. Artinya, perlu adanya transportasi antarpulau, agar PLTU di pulau Jawa dapat terus tersuplai, sehingga produksi listrik dapat sustain. Potensi-potensi ancaman keterlambatan karena faktor cuaca tentu tak terelakkan (karena selama ini pengiriman batu bara menggunakan moda transportasi laut). Dan keterlambatan dalam pengiriman batu bara, tentu akan menyebabkan pemadaman di sebagian daerah di pulau Jawa. Selain potensi ancaman, biaya pengiriman batu bara juga menjadi keran ketidakefisienan dalam penggunaan anggaran untuk penyediaan listrik di pulau Jawa.&lt;br /&gt;Dengan mengenali potensi-potensi energi di masing-masing pulau di Indonesia, potensi-potensi ancaman dan biaya-biaya yang merupakan sumber ketidakefisienan dapat dikurangi. Sebagai contoh, geothermal atau panas bumi. Pulau Jawa dianugerahi begitu banyak sumber-sumber panas bumi. Bisa dilihat pada gambar berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S2P3Ol76aQI/AAAAAAAAArA/3mx_WPMKcho/s1600-h/peta-wkpanasbumi-2004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S2P3Ol76aQI/AAAAAAAAArA/3mx_WPMKcho/s320/peta-wkpanasbumi-2004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432457405612583170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Peta sumber panas bumi di Indonesia (Sumber &lt;/span&gt;&lt;a href="http://rovicky.wordpress.com/2006/05/15/potensi-geothermal-hasil-kajian-dari-vsi/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Untuk mengetahui potensi-potensi sumber panas bumi per provinsinya, perhatikan tabel berikut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S2P3PDJajDI/AAAAAAAAArI/Rl_RG_6WHdw/s1600-h/potensi-panas-bumi-2004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S2P3PDJajDI/AAAAAAAAArI/Rl_RG_6WHdw/s320/potensi-panas-bumi-2004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432457413453843506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Potensi panas bumi di tiap daerahnya (Sumber &lt;/span&gt;&lt;a href="http://rovicky.wordpress.com/2006/05/15/potensi-geothermal-hasil-kajian-dari-vsi/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Terlihat dari gambar dan tabel di atas, begitu besar potensi panas bumi di pulau Jawa. Begitu banyak sumbernya panas bumi sampai (seharusnya) pemerintah tidak perlu berinvestasi untuk membangun PLTU yang bahan bakarnya adalah batu bara. Hambatan untuk realisasi pembangunan PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) adalah harga jual listrik yang dihasilkan per kWh masih terlalu tinggi jika dibandingkan dengan harga jual listrik per kWh dari PLTU. Jika PLTU bisa didapat dengan harga &lt;/span&gt;&lt;a href="http://indonesiaenergywatch.com/2010/01/geothermal-jawaban-krisis-energi-indonesia/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Rp 300 per kWh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;, maka diperlukan tambahan sekitar Rp 400 – Rp 500 per kWh untuk mendapatkan listrik dari PLTPB. Sebenarnya ini bagaimana dari pemerintahnya saja yang sebenarnya berniat atau tidak untuk menekan harga yang terlalu tinggi tersebut. Apakah dengan pemberian insentif kepada para investor yang tertarik atau dengan mengalokasikan dana pembelian dan pengangkutan batu bara untuk menambah kekurangannya tersebut. Pemerintahlah yang lebih tahu bagaimana menyikapi problem tersebut.&lt;br /&gt;Ya, itu hanya contoh dari salah satu potensi sumber daya energi per daerah untuk pengefisiensian belanja energi negara.&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya,&lt;br /&gt;Apa hubungan antara potensi energi tiap pulau-pulau di Indonesia dengan pemerataan?&lt;br /&gt;Pemerataan di sini dapat dilihat dari sisi ekonomi dan energi itu sendiri. Dari sisi energi, pengenalan dan sekaligus pengembangan potensi energi tiap-tiap pulau, akan memudahkan pemerintah menentukan kebijakan terkait pemenuhan kebutuhan energi. Sehingga orang-orang dapat merasakan hasil dari ekploitasi sumber-sumber energi yang terdapat di pulau tersebut. Dari sisi ekonomi, seiring dengan terpenuhinya kebutuhan energi, mendorong berkembangnya kegiatan perekonomian masing-masing pulau di Indonesia. Hal ini juga dapat menjadi salah daya tarik investor untuk menanamkan modalnya tidak hanya di pulau Jawa saja, tapi juga di luar pulau Jawa. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Berbagai institusi-institusi untuk pemenuhan hajat hidup orang banyak, seperti rumah sakit, infrakstruktur jalan, atau bahkan institusi pendidikan, juga akan berkembang.&lt;br /&gt;Beberapa daerah di Indonesia saat ini tengah getol-getolnya membangun infrastruktrurnya. Kalau tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan energi (dalam hal ini, listrik), tentunya akan sia-sia saja pembangunan tersebut. Sehingga sudah saatnya pemangku kebijakan yang terkait melakukan pemetaan ini. Dari pemetaan tersebut dapat dibuat sebuah cetak biru energi Indonesia di masa yang akan datang. Pada akhirnya, pemadaman-pemadaman bergilir yang menurunkan produktivitas  (yang notabene-nya sering terjadi di daerah, walaupun di pusat pun terkadang juga tak jarang terjadi juga) dapat ditekan.&lt;br /&gt;Pemecahan lainnya, dapat dibaca pada bagian ketiga dari tulisan. Hal ini karena pertimbangan kenyamanan para pembaca sekalian ^__^ Biar tidak terlalu panjang. Untuk tulisan berikutnya, akan dibahas pemecahan yang terkait dengan ‘Energi Terbarukan dan Berkelanjutan’.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Tidak ada 'Read More')&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-3727989930064388850?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/3727989930064388850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=3727989930064388850&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3727989930064388850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3727989930064388850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/01/kei-dan-pemecahannya-bagian-kedua.html' title='KEI dan Pemecahannya (Bagian Kedua)'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S2P3Ob_EBKI/AAAAAAAAAq4/1w-E47izYN0/s72-c/PLTU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-8669625397596998272</id><published>2010-01-21T14:38:00.006+07:00</published><updated>2010-04-21T05:33:03.587+07:00</updated><title type='text'>KEI (Krisis Energi Indonesia) dan Pemecahannya (Bagian Pertama)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Krisis energi. Klausa kata ini sering kali kita dengar, baik itu dari pemberitaan yang kita tonton di TV atau baca di media-media cetak atau bahkan dari percakapan sehari-hari kita dengan orang-orang di sekeliling kita. Dua kata ini selalu terlontar ketika menyoroti kelangkaan BBM, pemadaman bergilir oleh PLN, dan lainnya yang terkait dengan energi. Sebenarnya apa itu krisis energi? Dan apa saja bentuk-bentuk krisis energi, terutama yang terjadi di Indonesia? Adakah cara-cara yang memungkinkan untuk mengatasi krisis ini? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab pada paragraf-paragraf berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Definisi dari krisis energi menurut &lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_crisis"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“An energy crisis is any great &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;bottleneck&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (or price rise) in the supply of energy resources to an economy.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bottleneck&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; adalah sebuah analogi leher botol untuk menggambarkan situasi dimana terjadi ketidakberimbangan antara kebutuhan yang diminta dengan sumber dari kebutuhan yang ada. Permintaan akan kebutuhan meningkat, namun sumber-sumber yang ada tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut. Apa yang terjadi? Nilai dari sumber-sumber tersebut menjadi tinggi. Sehingga kondisi ini dapat dikatakan sebagai ‘krisis’. Jika kebutuhan tersebut adalah energi, maka disebutnya sebagai ‘krisis energi’. Berikut terdapat beberapa ilustrasi ringan terkait krisis energi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);font-family:Georgia,serif;" &gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVrQf3KsI/AAAAAAAAAqQ/cBBVRm_iCu8/s320/bk_EnergyCrisis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429113183702297282" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 210px; height: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVr5FWzmI/AAAAAAAAAqY/GrJkZ1x8W8U/s1600-h/Energy+CrisisEN.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVr5FWzmI/AAAAAAAAAqY/GrJkZ1x8W8U/s320/Energy+CrisisEN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429113194596978274" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 317px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVsGssRnI/AAAAAAAAAqg/vFea5m0lfrs/s1600-h/energy_crisis_1_2.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVsGssRnI/AAAAAAAAAqg/vFea5m0lfrs/s320/energy_crisis_1_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429113198251624050" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Sumber gambar: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.drjwallach.com/ProdImages/bk_EnergyCrisis.jpg"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.kajul.org/images/Energy%20CrisisEN.jpg"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;,dan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://evidencesx.files.wordpress.com/2008/01/energy_crisis_1_2.jpg"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;III&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bentuk-bentuk krisis energi di tiap-tiap negara tentunya berbeda. Hal tersebut sangat bergantung sekali kepada banyak faktor, apakah itu dari kebijakan publik atau politis dari pemegang amanah rakyat di negara tersebut maupun sumber-sumber energi yang ada. Di Indonesia, bentuk-bentuk krisis energi, antara lain kelangkaan BBM, kelangkaan Elpiji, pemadaman bergilir oleh PLN sebagai efek domino dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;shutdown&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; salah satu pembangkit listrik karena suplai bahan bakar yang tersendat, dan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Beberapa bentuk-bentuk krisis energi yang telah disebutkan pada paragraf sebelumnya itu adalah bentuk-bentuk akhir. Ada hal yang lebih mendasar sehingga memicu hingga terjadi bentuk-bentuk akhir dari krisis energi di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Keterbatasan cadangan terbukti minyak bumi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Selama ini kita selalu didoktrin untuk selalu percaya bahwa Indonesia adalah negara kaya minyak bumi. Benarkah begitu? Mari kita tengok data dari beberapa referensi yang bisa dilihat &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/international/reserves.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; tentang cadangan minyak bumi terbukti di dunia. Data-data tersebut telah di-update pada Maret 2009. Indonesia hanya memiliki cadangan minyak bumi terbukti sebesar 4,370 milliar barrel. Ini hanyalah sekitar &lt;/span&gt;&lt;a href="http://indonesiaenergywatch.com/2010/01/bangsa-yang-kecanduan-minyak/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;0,4%&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dari cadangan minyak bumi terbukti dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVszWddbI/AAAAAAAAAqw/ybi27j7plJw/s1600-h/IMG_4632.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVszWddbI/AAAAAAAAAqw/ybi27j7plJw/s320/IMG_4632.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429113210237973938" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Cadangan minyak bumi yang terdapat di jazirah Arab Saudi (di daerah yang berwarna hijau)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bandingkan dengan Arab Saudi yang memiliki cadangan minyak bumi terbukti sebesar 264,209 milliar barrel. Jadi, Indonesia ini sebenarnya tidaklah kaya-kaya sekali akan minyak bumi. Ini harus disadari dan diingat! Kenapa? Karena kegegabahan pendoktrinan ini secara tidak disadari telah menciptakan kelakuan boros pada bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia,serif;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVsteM0yI/AAAAAAAAAqo/M6F0nJP80y8/s1600-h/map04.gif"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVsteM0yI/AAAAAAAAAqo/M6F0nJP80y8/s320/map04.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429113208659825442" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 244px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Indonesia dan Oceania jika digabung hanya berkontribusi sebesar 4% terhadapa cadangan minyak bumi terbukti dunia (Sumber &lt;a href="http://www-tc.pbs.org/frontlineworld/stories/colombia/images/map04.gif"&gt;gambar&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dilema Capping Cost Recovery&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Berikut terdapat sedikit pemaparan terkait &lt;/span&gt;&lt;a href="http://indonesiaenergywatch.com/2010/01/meneropong-target-produksi-minyak-2010/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Cost Recovery (CR)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Dalam system kontrak kerja sama bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC), Cost Recoverymenjadi pilihan. Cost Recovery (CR) secara singkat adalah biaya investasi dan operasi produksi migas yang dikeluarkan kontraktor dan dibayar oleh Pemerintah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam skema bagi hasil, jelas terlihat bahwa besarnya jatah pemerintah sangat dipengaruhi oleh CR. Semakin besar CR, maka bagian pemerintah menjadi lebih rendah, bahkan jika bisa saja nol barrel. Untuk menghindari kondisi seperti itulah kemudian muncul FTP (First Trance Petroleum, yakni bagian lifting yang disisihkan sejumlah 20 persen  untuk dibagi dahulu antara pemerintah Indonesia dan kontraktor.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ini adalah salah satu mengapa para investor, terutama yang datang dari perusahaan-perusahaan kelas dunia, migas mau ‘membantu’ Indonesia menggali sumur-sumur minyaknya. Beberapa waktu yang telah lalu, muncul sebuah gagasan untuk membatasi (capping) CR karena dinilai oleh beberapa pihak justru merugikan pemerintah. Hal ini terlihat dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://indonesiaenergywatch.com/2010/01/meneropong-target-produksi-minyak-2010/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;membengkaknya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; CR pada tahun 2006 yang hanya sekitar US$ 8 milliar menjadi US$ 12 milliar pada tahun 2009. Oleh karena itu muncullah gagasan itu dan diikuti dengan keluarnya &lt;/span&gt;&lt;a href="http://indonesiaenergywatch.com/2010/01/meneropong-target-produksi-minyak-2010/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Peraturan Menteri ESDM Nomor 22 Tahun 2008&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Isinya adalah jenis-jenis biaya kegiatan usaha hulu migas  yang tidak dapat dikembalikakan kepada KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama). Di satu sisi hal ini menguntungkan posisi pemerintah agar tidak merugi lebih jauh lagi. Namun, di sisi yang lain, minat investor untuk ‘membantu’ Indonesia menjadi menurun. Kalau begini yang terjadi, kegiatan di sektor eksplorasi dan eksploitasi migas Indonesia akan lesu. Sehingga targetan 965.000 BPH (Barrel Per Hari) yang dicanangkan oleh Menteri ESDM Darwin Saleh tidak akan tercapai. Dan tentunya dengan tidak tercapainya targetan ini, akan berakibat pada ketergantungan kita akan impor minyak bumi yang akan semakin laten. Di sinilah letak dilemanya. Apalagi, terkait dengan CR, kita masih sangat bergantung (sekali) pada kontraktor asing yang notabene-nya meminta jatah CR lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Melihat dari paparan bentuk fundamental dari krisis energi di Indonesia, tampaknya jika terus menerus hanya bergantung pada migas sebagai satu-satunya sumber energi dapat menghambat pembangunan yang tengah berlangsung. Namun, menghapuskan ketergantungan kita akan migas bukan perkara yang mudah juga. Butuh proses yang cukup memakan waktu. Apalagi kita dihadapkan pada fakta bahwa bumi ini sudah cukup parah kerusakannya. Pergeseran iklim dari tren-tren yang telah diprediksi para pakar di masa lalu adalah salah satu dampak nyatanya. Bangsa Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia tentunya harus bisa menyadari hal ini juga. Bagaimana cara mengatasinya? Hal ini akan dipaparkan pada bagian kedua dari tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(Tidak ada 'Read More')&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-8669625397596998272?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/8669625397596998272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=8669625397596998272&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8669625397596998272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8669625397596998272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2010/01/kei-krisis-energi-indonesia-dan.html' title='KEI (Krisis Energi Indonesia) dan Pemecahannya (Bagian Pertama)'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/S1gVrQf3KsI/AAAAAAAAAqQ/cBBVRm_iCu8/s72-c/bk_EnergyCrisis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-8793073923325943883</id><published>2009-11-08T20:37:00.008+07:00</published><updated>2010-04-21T05:36:48.141+07:00</updated><title type='text'>Dua Skenario Besar Terkait Sistem Energi Dunia di Masa Mendatang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa hari yang lalu, diadakan studium generale dengan tajuk "Shell Energy Scenarios to 2050: Towards A New Energy Future" di ITB. Suatu majelis keilmuan yang cukup menarik karena penggunaan klausa 'A New Energy Future' oleh sebuah perusahaan gas dan minyak bumi (perusahaan energi, kata mereka) dunia, Royal Dutch Shell. Kuliah umum ini dibawakan langsung oleh Presdir dari Shell Indonesia sendiri, yaitu bapak Darwin Silalahi. Berikut beberapa pemaparan beliau. Sebagai catatan, apa yang beliau sampaikan merupakan rumusan global dari Shell untuk dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dunia saat ini tengah dihadapkan pada tiga kenyataan (&lt;i&gt;three hard truths&lt;/i&gt;) yang mau tidak mau harus kita hadapi. Beberapa kenyataan tersebut, antara lain permintaan akan energi yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah populasi manusia, volume dari &lt;i&gt;easy oil and gas&lt;/i&gt; yang semakin menurun, dan kadar CO2 di atmosfer yang semakin mengkhawatirkan akibat penggunaan bahan bakar fosil yang &lt;i&gt;overconsume&lt;/i&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berkaca dari tiga kenyataan di atas, beberapa skenario dibuat dalam melihat masa depan bumi ini.  (Ada 'Read More')&lt;span class="fullpost"&gt; Skenario pertama adalah &lt;i&gt;Scramble&lt;/i&gt;. Pada skenario ini tidak ada perencanaan-perencanaan terkait dengan pengendalian rasa haus manusia akan energi, pencarian sumber-sumber energi alternatif dan terbarukan, dll. Semuanya dibiarkan mengalir saja. Peningkatan manusia yang berpengaruh pada permintaan akan energi yang juga akan meningkat akan diatasi dengan memaksimalkan eksploitasi sumber-sumber energi primer yang ada. Dampak lingkungan, seperti kadar CO2 di atmosfer, dari penggunaan bahan bakar fosil dikesampingkan. Pada skenario ini, yang utamakan adalah yang terkait dengan kekinian. Masa bodoh dengan masa yang datang. Skenario ini juga akan melahirkan regulasi-regulasi yang sifatnya protektif terhadap sumber-sumber energi primer yang dilberlakukan oleh suatu negara. Atau dengan kata lain, pengamanan terhadap sumber-sumber energi tersebut untuk keberlangsungan penduduknya. Satu kata yang cukup menggambarkan sifat dari skenario ini, reaktif.&lt;br /&gt;Skenario kedua adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Blueprints&lt;/span&gt;. Sesuai dengan nama skenarionya, maka perencanaan-perencanaan dibuat untuk menghadapi prediksi-prediksi yang mungkin saja terjadi di masa yang akan datang. Penelitian-penelitian di bidang energi alternatif dan terbarukan digalakkan. Pola konsumsi energi manusia sedikit demi sedikit diubah. Paradigma 'More Works, Less Energy' ditanamakan sedini mungkin. Skenario ini tidak memungkiri sebagian kebutuhan energi dunia yang masih harus dipenuhi dari sumber-sumber energi fosil. Hanya saja eksploitasi yang dilakukan tidak seperti yang ada pada skenario &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Scramble&lt;/span&gt;. Bahan bakar fosil tetap digunakan, namun sedikit demi sedikit dilakukan pengurangan dalam penggunaannya. Apakah itu dilakukan dengan menyodorkan kepada masyarakat pilihan sumber-sumber energi alternatif dan terbarukan, seperti angin, surya, osmosis air laut-air tawar, air, arus laut,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; geothermal&lt;/span&gt;, dll-nya ataupun dengan mendidik masyarakat agar dapat menghemat dan bekerja dengan energi yang seminimal mungkin penggunaannya. Dengan kata lain, skenario ini mempersiapkan segalanya dengan baik dan matang untuk menghadapi masa yang akan datang yang tidak pasti.&lt;br /&gt;Manakah skenario yang akan dimainkan? Hal ini baru dapat terlihat setelah tahun 2020 dimana aplikasi kebijakan pemerintahan negara-negara di dunia baru menampakkan hasilnya. Apakah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scramble &lt;/span&gt;ataukah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blueprints&lt;/span&gt;? Saya yakin, setiap orang akan memilih skenario &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blueprints&lt;/span&gt; untuk keberlangsungan pasokan energinya. Namun, apakah memang akan menuju ke sana arahnya? Kitalah yang menentukannya.&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-8793073923325943883?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/8793073923325943883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=8793073923325943883&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8793073923325943883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8793073923325943883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2009/11/dua-skenari-besar-terkait-sistem-energi.html' title='Dua Skenario Besar Terkait Sistem Energi Dunia di Masa Mendatang'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-3411363821108150642</id><published>2009-10-17T20:55:00.011+07:00</published><updated>2010-04-21T05:40:10.558+07:00</updated><title type='text'>Tambahan untuk Tulisan Sebelumnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penulis mencoba melakukan simulasi CFD (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Computational Fluid Dynamics&lt;/span&gt;) untuk memperlihatkan secara kasat mata bagaimana kondisi aliran seragam di sekitar tabung dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi angin. Karena sebagaimana telah disebutkan pada tulisan sebelum ini, kecepatan angin pada sisi-sisi ekstrim dari tabung tinggi. Pada tulisan tersebut, baru dijelaskan berdasarkan dasar teori yang telah ada. Di sini, penulis ingin memperlihatkan langsung tingginya kecepatan aliran fluida pada sisi-sisi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Simulasi dilakukan dalam 2D. Karena untuk mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow pattern&lt;/span&gt; (karakteristik aliran), 2D sudah cukup. Yang dilakukan dengan simulasi CFD adalah suatu pendekatan dengan model matematik yang menggunakan beberapa idealisasi sehingga mendekati kondisi riil-nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan yang perlu untuk diingat, simulasi CFD tidak dapat menggantikan posisi pengujian langsung. Namun, untuk mengurangi ongkos, disitulah letak peran dari simulasi CFD.&lt;br /&gt;Hasilnya...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/StnRKBpN7lI/AAAAAAAAApM/neR6M5xOpkE/s1600-h/aliranseragam-5+ms-1-kontur+kecepatan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/StnRKBpN7lI/AAAAAAAAApM/neR6M5xOpkE/s320/aliranseragam-5+ms-1-kontur+kecepatan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393571998923091538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nampak pada gambar, kecepatan aliran di sisi atas dan bawah tabung 2D tinggi. Terbaca di situ kecepatannya adalah berada pada batas antara 5.83 m/s sampai 6.14 m/s. Dari kecepatan datang awalnya hanya sekitar 3.5 m/s dapat meningkat menjadi seperti yang terlihat. Untuk lebih jelasnya, berikut diperlihatkan vektor aliran yang terjadi pada transisi kecepatan dari titik stagnasi dimana kecepatan mendekati nol hingga titik dimana kecepatan maksimum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/StnT209WSqI/AAAAAAAAApU/FeUsYWV7Dnc/s1600-h/aliranseragam-5+ms-1-vektor+kecepatan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/StnT209WSqI/AAAAAAAAApU/FeUsYWV7Dnc/s320/aliranseragam-5+ms-1-vektor+kecepatan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393574967635233442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak cara untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi angin. Yang dilakukan Prof. Rashidi ini adalah salah satunya dengan memanfaatkan fenomena umum yang terjadi pada tabung yang berada di dalam lingkungan aliran seragam. Niat, motivasi, dan kreatif. Tiga hal ini yang akan melahirkan sebuah ide. Jika suatu ide sudah ada, maka tinggal mencari alat-alat yang tepat untuk merealisasikannya.&lt;br /&gt;Wallahu'alam, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;(Tidak ada 'Read More')&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-3411363821108150642?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/3411363821108150642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=3411363821108150642&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3411363821108150642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3411363821108150642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2009/10/tambahan-untuk-tulisan-sebelumnya.html' title='Tambahan untuk Tulisan Sebelumnya'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/StnRKBpN7lI/AAAAAAAAApM/neR6M5xOpkE/s72-c/aliranseragam-5+ms-1-kontur+kecepatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-4906826239357392511</id><published>2009-10-15T20:49:00.012+07:00</published><updated>2009-10-16T05:39:02.021+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Gagasan Terkait Optimalisasi Pemanfaatan Energi Angin dengan Sebuah Tabung Raksasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penelitian terkait pemanfaatan energi angin untuk meruntuhkan hegemoni bahan bakar fosil dunia terus berlanjut hingga saat ini. Dua isu yang tentunya memotivasi keberlanjutan ini, yaitu isu lingkungan dan isu keberadaan dari bahan bakar fosil itu sendiri. Pembahasan mengenai kedua isu ini sudah banyak disebutkan dalam referensi-referensi yang ada. Jadi,tidak perlu lagi untuk dibahas lebih jauh di tulisan kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk dapat mengekstrak energi dari angin, diperlukan suatu mesin konversi energi yang dinamakan turbin. Karena fluida kerja yang digunakan di sini adalah angin, maka turbin yang digunakan adalah turbin angin. Turbin angin ini merupakan salah satu komponen dari sebuah Sistem Konversi Energi Angin (SKEA). Beberapa komponen lainnya yang tercakup ke dalam sistem ini, antara lain generator, menara, baterai, dll. Berikut contoh konfigurasi dari sebuah SKEA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteWnIZUPnI/AAAAAAAAAoU/OytsA1nS5b0/s1600-h/SKEA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteWnIZUPnI/AAAAAAAAAoU/OytsA1nS5b0/s320/SKEA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392944677812190834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Modifikasi-modifikasi terhadap desain SKEA maupun komponen-komponennya terus dilakukan sehingga energi angin dapat terekstrak secara optimal. Apakah itu dengan membuat rotor turbin angin dari material yang lebih ringan atau memilih material yang tepat untuk magnet dari generatornya sehingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cloging torque &lt;/span&gt;dapat berkurang atau lainnnya. Ada satu modifikasi yang cukup menarik yang dilakukan oleh Prof. Majid Rashidi dari Claveland State University. Beliau adalah seorang profesor dari program studi Teknik Mesin di universitas tersebut. Modifikasi yang beliau lakukan adalah menyusun turbin angin di sisi-sisi dari sebuah tabung raksasa (diameter 25 ft atau 7.62 meter). Berikut fotonya (diambil dari &lt;a href="http://www.windpowerengineering.com/2009/09/18/cleveland-state-prof-uses-cylinder-to-improve-wind-speed/"&gt;sini&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteWnuvCDDI/AAAAAAAAAoc/oSnZaBifHYE/s1600-h/Wind911-smaller-300x200.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteWnuvCDDI/AAAAAAAAAoc/oSnZaBifHYE/s320/Wind911-smaller-300x200.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392944688103820338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Modifikasi ini yang dilakukan Prof. Rashidi ini didasarkan pada fakta karakteristik aliran fluida yang terjadi di sekitar tabung. Pada titik-titik puncak dari sebuah lingkaran (profil dari tabung), kecepatan aliran fluidanya lebih tinggi dari titik-titik lainnya. Tingginya kecepatan ini dimanfaatkan untuk menggerakkan rotor dari turbin angin yang terpasang pada titik-titik puncak tersebut. Sehingga, dapat dihasilkan daya sebesar 2 kW pada kecepatan angin yang maksimum. Desain SKEA yang seperti ini cocok untuk diaplikasikan pada cerobong asap dari pabrik atau tangki air terdapat di atas atap rumah.&lt;br /&gt;Teori dasar modifikasi yang dilakukan ini adalah karateristik aliran fluida di sekitar tabung yang bisa dijelaskan dengan teori superposisi aliran, yaitu teori tentang bentuk-bentuk aliran yang terjadi ketika aliran-aliran yang secara alam tersedia berinteraksi. Aliran seragam, pusaran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;vortex&lt;/span&gt;), serta sumber dan tempat tenggelam (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source and sink&lt;/span&gt;) adalah tiga aliran yang secara alam ada. Aliran-aliran turunan dari ketiga aliran tersebut adalah&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pasangan sumber dan tempat tenggelam dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doublet &lt;/span&gt;(pasangan sumber dan tempat tenggelam juga jaraknya sangat dekat). Untuk karakteristik aliran fluida di sekitar tabung adalah superposisi antara aliran seragam dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doublet&lt;/span&gt;. Perhatikan gambar berikut untuk lebih jelas (diambil dari &lt;a href="http://www.ecourses.ou.edu/cgi-bin/ebook.cgi?doc=&amp;amp;topic=fl&amp;amp;chap_sec=07.4&amp;amp;page=theory"&gt;sini&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteejeilwSI/AAAAAAAAAok/23sxtvy2SFs/s1600-h/d07421.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 232px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteejeilwSI/AAAAAAAAAok/23sxtvy2SFs/s320/d07421.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392953411130212642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hasilnya... (diambil dari &lt;a href="http://s6.aeromech.usyd.edu.au/aero/poten/potential_flow.pdf"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteftP7u9oI/AAAAAAAAAos/HohEQUCrD0Q/s1600-h/Tabung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 278px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteftP7u9oI/AAAAAAAAAos/HohEQUCrD0Q/s320/Tabung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392954678519461506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nampak pada gambar di atas, di sisi atas dan bawah dari lingkaran terdapat konsentrasi aliran yang cukup tinggi dibandingkan pada sisi-sisi lainnya. Ini menandakan adanya kecepatan aliran yang tinggi di sisi atas dan bawah (bisa diibaratkan dari adanya pengecilan luas penampang aliran fluida). Inilah yang dimanfaatkan Prof. Rashidi untuk menggerakan rotor turbin angin. Tentunya, melihat dari teori yang telah dipaparkan di tulisan ini, syaratnya agar desain ini dapat bekerja optimal adalah keseragamaan aliran yang datang. Kalau aliran yang datang sudah disertai dengan adanya pusaran, maka sangat sulit mendapati rotor turbin angin bekerja optimal karena karakteristik alirannya dipengaruhi oleh karakteristik aliran yang datang. Oleh karena itu penentuan posisi memegang peran sangat penting di sini. Tantangan lainnya, arah aliran datang. Tentunya akan berbeda di jika aliran fluida yang datang adalah dari sisi atas lingkaran. Sisi depan dan sisi belakang dari lingkaran akan menjadi tempat dimana kecepatan alirannya maksimum. Sehingga mungkin dibutuhkan suatu mekanisme penyesuaian posisi dari turbin angin. Darimanapun arah angin datang, turbin angin dapat bekerja optimal menangkap energi angin pada kecepatan aliran yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Modifikasi yang ada di tulisan ini hanyalah beberapa dari sudah ada. Masih ada modifikasi-modifikasi  lain dari SKEA atau masing-masing komponen terkait optimalisasi pemanfaatan energi angin yang akan dibahas penulis pada tulisan-tulisan berikutnya. Tentunya disertai dengan beberapa teori yang dirasa akan membantu dalam penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CRaditya%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CRaditya%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CRaditya%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	color:black; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-priority:99; 	mso-style-unhide:no; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-4906826239357392511?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/4906826239357392511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=4906826239357392511&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4906826239357392511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/4906826239357392511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2009/10/sebuah-gagasan-terkait-optimalisasi.html' title='Sebuah Gagasan Terkait Optimalisasi Pemanfaatan Energi Angin dengan Sebuah Tabung Raksasa'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SteWnIZUPnI/AAAAAAAAAoU/OytsA1nS5b0/s72-c/SKEA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-7129952097168696093</id><published>2009-04-22T20:25:00.003+07:00</published><updated>2009-04-22T22:03:54.008+07:00</updated><title type='text'>Engkau-lah yang paling paham aku...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Alhamdulillah, setelah sekian lama absen dari dunia per-blog-an, setelah sekian lama blog ini aku acuhkan tanpa pernah aku isi atau kunjungi sekalipun, setelah sekian lama perhatianku terhadap dunia tulis menulis di dunia maya ini teralihkan oleh suatu hal, aku kembali. Bisa dikatakan saat ini aku tengah mencari bentuk pelarian lainnya yang positif. Dan aku mencoba untuk mengarahkan ke menghasilkan beberapa tulisan yang nantinya akan ku-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;publish&lt;/span&gt; di sini.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Wisuda tanggal 18 April 2009 adalah hari yang sangat dinanti-nantikan, terutama bagi yang diwisuda pada hari itu. Ini adalah kisah tentang seorang yang ada di acara wisuda itu bukan sebagai wisudawannya, tapi sebagai yang mengabadikan momennya. Yang dalam hati kecilnya ingin segera juga untuk diwisuda. Apa daya, Tugas Akhir yang sempat terbelengkalai beberapa bulan, akhirnya menunda hingga Juli 2009 nanti. Namun, kejadian di hari itu yang dialami pemuda ini, di satu sisi menghasilkan satu konsekuensi yang cukup berat, tapi di sisi yang lain justru menjadi titik balik untuk menyeriusi satu tahap terakhir di kampus ini.&lt;br /&gt;Pagi itu, terdapat acara International Day di kampus. Acara ini diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa internasional yang terdapat di ITB. Berupa pameran produk kebudayaan masing-masing negara dan di akhiri dengan suatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;performance&lt;/span&gt; dari mereka di malam harinya. Mahasiswa-mahasiswa dari Kamboja, Vietnam, Laos, Malaysia, Ceko, Indonesia, dan lainnya turut di dalamnya, memperkenalkan budaya-budaya khas negara mereka.&lt;br /&gt;Seperti biasa, sesuai dengan hobi fotografinya, Dhawir menenteng Canon 450D dengan lensa Sigma  DC 3.5-6.3f/18-200 mm ke kampus untuk mengabadikan momen tersebut. Pada hari yang sama, juga terdapat wisuda. Jadi, sekalian saja. Setelah dari acara pameran tersebut, langsung ke gerbang depan, menunggu wisudawan/wisudawati yang datang diarak oleh masing-masing himpunannya.&lt;br /&gt;Di acara pameran itu, Dhawir bertemu denga salah seorang kawannya yang berkebangsaan Vietnam yang bernama Anh. Kebetulan dia menjaga stand budaya untuk Vietnam. Selain Anh, ada juga Hung, temannya Dhawir dulu sewaktu mengambil mata kuliah Motor Bakar Torak. Dhawir pun segera mengabadikan aksi Hung menjelaskan produk budayanya ketika ada orang dari GTV yang datang mendokumentasikan acara ini. Dia pun mengabadikan Anh di depan stand-nya.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, ada pementasan dari Capoeira ITB. Dhawir segera mengambil posisi untuk membidik gerakan-gerakan dari olahraga asal Brazil yang menarik untuk didokumentasikan. Namun, hal yang tidak diharapkan, tidak diekspektasikan, terjadi. Lensanya rusak. Pada bagian dari lensa yang diputar untuk mengatur perbesarannya, tidak bekerja dengan baik. Ketika diputar, tidak terjadi perbesaran pada lensanya. Seakan-akan pada bagian ini ada yang lepas dengan lensa perbesaran di dalamnya. Tapi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the show must go on&lt;/span&gt;. Akhirnya, perbesarannya di atur dengan cara manual, sebuah cara yang sangat aneh dalam dunia fotografi.&lt;br /&gt;Usai pertunjukkan itu, Dhawir mencoba mengutak atik lensanya supaya bisa kembali seperti semula. Nihil. Terpaksa dia harus mengabadikan wisuda kali dengan kondisi lensa yang sangat mengenaskan. Dengan kondisi seperti itu juga, dia nampak seperti kehilangan spirit fotografi. Beberapa hasilnya juga kurang memuaskan setelah dilihat sesampainya di rumah.&lt;br /&gt;Sesaat itu juga, dia merenung. Apakah memang ini tandanya dia harus hengkang dulu dari hobinya yang sudah digeluti beberapa waktu belakangan ini. Apakah ini peringatan dari-Nya untuk segera menyelesaikan Tugas Akhir-nya. Ditambah lagi beberapa kata-kata dari kawan-kawannya yang mengingatkan, "Wir, kapan mo difotonya kalo kamu foto-foto terus?" Dia membenarkan juga. Sebenarnya bukan kapan akan difotonya yang dia tangkap dari sindiran itu, tapi akan diwisuda kalau dia masih saja sibuk dengan kegiatan fotografi. Hmmmph, dia menghela nafas malam itu. Sebuah keputusan yang berat untuk kelancaran satu urusan yang lain dan lebih utama.&lt;br /&gt;Keputusan sudah dibuat. 2 bulan akan divakumin dari kegiatan fotografi, dari pemotretan, pengeditan, hingga peng-upload-an ke situs-situs tertentu. Untuk kelancaran Tugas Akhir. Semoga ini yang terbaik...&lt;br /&gt;Karena dia yakin Engkaulah yang paling paham akan hamba-Nya...&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-7129952097168696093?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/7129952097168696093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=7129952097168696093&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/7129952097168696093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/7129952097168696093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2009/04/engkau-lah-yang-paling-paham-aku.html' title='Engkau-lah yang paling paham aku...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-2813833029637450872</id><published>2009-02-21T20:15:00.017+07:00</published><updated>2009-02-21T22:41:12.902+07:00</updated><title type='text'>OMG! I'M TAGGED!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lama sudah tidak ku-update blog ini. Bisa dikatakan sebagai efek samping adanya faceboo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="sengihnampakgigi" title="sengihnampakgigi" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Sudah hampir berapa bulan yak!? Sudahlah, pokoknya lama aja. Oke, kali ini, tulisan tidak akan langsung membahas yang serius-serius. Kita intermeso sejenaklah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/3.gif" alt="kenyit" title="kenyit" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Okay, here’s the rule : Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-the age of next birthday-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaABb4PR4oI/AAAAAAAAAjc/B8rGx6BjUus/s1600-h/F22elmendorf_375x300.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaABb4PR4oI/AAAAAAAAAjc/B8rGx6BjUus/s320/F22elmendorf_375x300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305241939507012226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya,ini kayaknya yang keren dari 1st page di Google Image setelah kumasukan angka 22&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="sengihnampakgigi" title="sengihnampakgigi" /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;...&lt;br /&gt;FYI, gambar di atas adalah gambar pesawat jet F-22 Raptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-place i'd like to travel-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAEwxJsqMI/AAAAAAAAAj0/LF0ZBm0m_SE/s1600-h/oil-refinery-abercrombie-1053617-xl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAEwxJsqMI/AAAAAAAAAj0/LF0ZBm0m_SE/s320/oil-refinery-abercrombie-1053617-xl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305245596916689090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAFtFFJ3YI/AAAAAAAAAj8/xfzTMSmSke4/s1600-h/2307753-Ras_Tanura_Beach-Ras_Tanura.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAFtFFJ3YI/AAAAAAAAAj8/xfzTMSmSke4/s320/2307753-Ras_Tanura_Beach-Ras_Tanura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305246633058491778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ras Tanurah... belum sempet kujelajahi daerah di provinsi timur arab saudi ini...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAEw6lkkOI/AAAAAAAAAjs/_WUW1ZklPys/s1600-h/982834-Gunung-Bromo-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAEw6lkkOI/AAAAAAAAAjs/_WUW1ZklPys/s320/982834-Gunung-Bromo-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305245599449518306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bromo... i must go there!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAFtGFDlLI/AAAAAAAAAkE/WVlk4nvae7g/s1600-h/yosimite.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAFtGFDlLI/AAAAAAAAAkE/WVlk4nvae7g/s320/yosimite.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305246633326515378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yosemite National Park... Mengulang kembali kenangan masa kecil...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-favorite place(s)-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAHbQzgE6I/AAAAAAAAAkM/78wqwZxQZ3c/s1600-h/china-airport-hh-002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAHbQzgE6I/AAAAAAAAAkM/78wqwZxQZ3c/s320/china-airport-hh-002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305248525991285666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suka mengamati teknologi yang diterapkan di bandara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAHbcRynyI/AAAAAAAAAkU/yQlOJ33-wGw/s1600-h/Used_Oil_Refinery.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAHbcRynyI/AAAAAAAAAkU/yQlOJ33-wGw/s320/Used_Oil_Refinery.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305248529071120162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang... Tapi,memang doyan,gimana lagi,apalagi pas di balikpapan.&lt;br /&gt;Jadi,pemandangan sehari-hari da&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAHbq0HdYI/AAAAAAAAAkc/DqRLZ4pGS4M/s1600-h/futsal.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAHbq0HdYI/AAAAAAAAAkc/DqRLZ4pGS4M/s320/futsal.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305248532973188482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah,doyan banget!!! No question about it lah...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-favorite food(s)-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAKSqBBubI/AAAAAAAAAlE/GZb3OSQ3VM4/s1600-h/mash.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAKSqBBubI/AAAAAAAAAlE/GZb3OSQ3VM4/s320/mash.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305251676674963890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mashed potato...Yummy!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAKSXJAxsI/AAAAAAAAAk8/l1DMYkJeZVk/s1600-h/pancake-details.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAKSXJAxsI/AAAAAAAAAk8/l1DMYkJeZVk/s320/pancake-details.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305251671608182466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pancakes...Superb!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAKSbtXCuI/AAAAAAAAAks/7lQbBfTAR5o/s1600-h/sate-plate.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 262px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAKSbtXCuI/AAAAAAAAAks/7lQbBfTAR5o/s320/sate-plate.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305251672834378466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAKSOOCt7I/AAAAAAAAAkk/2Kl-TmRRuPM/s1600-h/3_pan_pizzas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 317px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAKSOOCt7I/AAAAAAAAAkk/2Kl-TmRRuPM/s320/3_pan_pizzas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305251669213362098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAQqS5mfxI/AAAAAAAAAlc/ScABKicds0A/s1600-h/roti-canai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 259px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAQqS5mfxI/AAAAAAAAAlc/ScABKicds0A/s320/roti-canai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305258679856430866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAQqISrLjI/AAAAAAAAAlU/bzgGmjQyHHg/s1600-h/bakso-kadipolo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAQqISrLjI/AAAAAAAAAlU/bzgGmjQyHHg/s320/bakso-kadipolo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305258677008805426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAQqAiFuCI/AAAAAAAAAlM/LerP6PI7uvA/s1600-h/abu-shawarma2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 265px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAQqAiFuCI/AAAAAAAAAlM/LerP6PI7uvA/s320/abu-shawarma2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305258674925975586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Shawarma...The best!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-favorite thing(s)-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaATPJAU8DI/AAAAAAAAAls/5XRPACUpyJk/s1600-h/digital-photography-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 258px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaATPJAU8DI/AAAAAAAAAls/5XRPACUpyJk/s320/digital-photography-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305261511878701106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cameras...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaATPYy1T5I/AAAAAAAAAl0/Bh32RAEfC38/s1600-h/ismile_flowerpot.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaATPYy1T5I/AAAAAAAAAl0/Bh32RAEfC38/s320/ismile_flowerpot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305261516117069714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Unique gadget...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaATPLCSAsI/AAAAAAAAAlk/YBDejPy54oA/s1600-h/festival_of_books.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 245px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaATPLCSAsI/AAAAAAAAAlk/YBDejPy54oA/s320/festival_of_books.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305261512423768770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The books...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-nickname i had-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAVNq7dw4I/AAAAAAAAAl8/i63_Mb1szrw/s1600-h/radit_dan_jani_posterpreview.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAVNq7dw4I/AAAAAAAAAl8/i63_Mb1szrw/s320/radit_dan_jani_posterpreview.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305263685648630658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jangan pada protes ya!?&lt;br /&gt;Ini yang muncul kalo kuketik 'radit'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-a favorite color-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAWOsuSLGI/AAAAAAAAAmE/ncNzrgVdEaM/s1600-h/green-recycle-img.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 277px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAWOsuSLGI/AAAAAAAAAmE/ncNzrgVdEaM/s320/green-recycle-img.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305264802821712994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Go Green!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-college major-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAWr9WTYwI/AAAAAAAAAmM/U-MR5TwzPds/s1600-h/logo-003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 318px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAWr9WTYwI/AAAAAAAAAmM/U-MR5TwzPds/s320/logo-003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305265305500738306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mechanical engineering...mantab!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-hobby-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAZ42SKqUI/AAAAAAAAAms/sJ0Eaj7BxX0/s1600-h/nature_photography.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 281px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAZ42SKqUI/AAAAAAAAAms/sJ0Eaj7BxX0/s320/nature_photography.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305268825477523778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fotografi panorama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAdEk24mBI/AAAAAAAAAm8/9u1I2H55WbM/s1600-h/100303201_461f469e31.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAdEk24mBI/AAAAAAAAAm8/9u1I2H55WbM/s320/100303201_461f469e31.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305272325493004306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fotografi human interest...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAZ4oBBNUI/AAAAAAAAAmk/--t613QCgi4/s1600-h/graphic-design-solutions-00.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAZ4oBBNUI/AAAAAAAAAmk/--t613QCgi4/s320/graphic-design-solutions-00.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305268821647504706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAZ4XZoYxI/AAAAAAAAAmc/DE7Jfmnkaoo/s1600-h/ReadingCool_01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 251px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAZ4XZoYxI/AAAAAAAAAmc/DE7Jfmnkaoo/s320/ReadingCool_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305268817187332882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-a bad habit-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAYEvWm1bI/AAAAAAAAAmU/XUGz78ODjM8/s1600-h/LateLate_Ferguson.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAYEvWm1bI/AAAAAAAAAmU/XUGz78ODjM8/s320/LateLate_Ferguson.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305266830752273842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selalu datang telat kalo janjian...&lt;br /&gt;Sedang,berusaha untuk tidak telat!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-my wish list-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAdE8t9gmI/AAAAAAAAAnM/9B83n_GA180/s1600-h/families.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 303px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAdE8t9gmI/AAAAAAAAAnM/9B83n_GA180/s320/families.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305272331898028642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAdEiXMQzI/AAAAAAAAAnE/Mgt02D3aVN0/s1600-h/cap_0712ogfjcoverstory02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAdEiXMQzI/AAAAAAAAAnE/Mgt02D3aVN0/s320/cap_0712ogfjcoverstory02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305272324823204658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAdEv2IiyI/AAAAAAAAAm0/fiot3_QBvyE/s1600-h/600px-Flag_of_Indonesia.svg.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaAdEv2IiyI/AAAAAAAAAm0/fiot3_QBvyE/s320/600px-Flag_of_Indonesia.svg.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305272328442645282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indonesia Berkeadilan Sejahtera&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ini akhir tulisannya...&lt;br /&gt;Nah,sekarang giliran orang-orang ini untuk menuliskan jawaban gambar pertanyaan2 di atas...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://patriotproklamasi.blogspot.com"&gt;ery&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://masbantet.blogspot.com/"&gt;baskoro&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://dhimaskasep.wordpress.com/"&gt;dhimas&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://armyalghifari.wordpress.com/"&gt;army&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://galsatwork.blogspot.com/"&gt;kak sarah&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://lariajamift.wordpress.com/"&gt;pipi&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://gindah.blogspot.com/"&gt;gindah&lt;/a&gt;...&lt;br /&gt;Monggo wis...&lt;br /&gt;[Udahanlah...Ternyata emg capek brosing2,save,upload,brosing2 lagi,save lagi,upload lagi...&lt;br /&gt;Makasih kepada orang yang ngasih PR ini...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187087-%E6%98%8F.gif" alt=":tsk:" title=":tsk:" height="50" width="50" /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;" face="verdana"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;]&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-2813833029637450872?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/2813833029637450872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=2813833029637450872&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2813833029637450872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2813833029637450872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2009/02/omg-im-tagged.html' title='OMG! I&apos;M TAGGED!'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SaABb4PR4oI/AAAAAAAAAjc/B8rGx6BjUus/s72-c/F22elmendorf_375x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-5207984958618889049</id><published>2008-11-27T20:30:00.007+07:00</published><updated>2008-12-01T22:33:15.785+07:00</updated><title type='text'>Bicara sedikit tentang Energi...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kembali menulis setelah sekian lama absen nih. Bisa dikatakan lagi ga ada ide ato emang lagi males nulis aja, hehehe...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oke, kali ini, kita bicara sedikitlah tentang energi,lebih mengkerucut lagi, lebih ke arah pembahasan mengenai pemanfaatan energi untuk pembangkit listrik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alam ini tercipta dengan berbagai potensi energi yang terkandung di dalamnya. Air, angin, panas bumi, gas, batu bara bahkan tumbuh-tumbuhan. Namun, yang saat ini masih populer dalam penggunaannya untuk pembangkit listrik adalah energi yang didapat dari fosil. Ya, gas dan minyak bumi masih menjadi pilihan utama. Bahkan sampai beberapa tahun yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun, dengan status "Non-renewable" yang disematkan pada bahan bakar primer ini, tentunya dalam beberapa waktu yang akan datang, akan habis. Pengembangan ke arah penggunaan bahan bakar alternatif menjadi topik hangat abad ini [walaupun sedikit 'anyep' setelah harga minyak dunia kembali turun hingga di bawah 50 dollar per barrel]. Berbagai inovasi-inovasi bermunculan untuk mengatasi permasalahan energi ketika bahan bakar primer saat ini benar-benar habis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam kaitannya dengan pembangkit listrik, kita akui, minyak bumi, gas, dan batu bara masih menjadi pilihan utama sebagai bahan bakarnya. Kita ambil contoh di Indonensia, di PLTU Suralaya misalnya yang mengkonsumsi sekitar &lt;a href="http://www.djmbp.esdm.go.id/modules/news/index.php?_act=detail&amp;amp;sub=news_minerbapabum&amp;amp;news_id=1070"&gt;25.000 ton batu bara setiap harinya&lt;/a&gt;. Berarti per bulannya, 750.000 ton batu bara dibakar di dalam &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Boiler"&gt;boiler&lt;/a&gt; untuk menghasilkan uap yang menggerakkan &lt;a href="http://science.howstuffworks.com/steam-technology7.htm"&gt;turbin uap&lt;/a&gt;. Untuk per tahunnya, berarti 9.000.000 ton batu bara digali dan distribusikan, baru untuk satu pembangkit listrik yang bertenagakan uap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP4lo7vd2I/AAAAAAAAAd4/UGPbTvw2DDA/s1600-h/OQiOyEvWFQ.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 232px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP4lo7vd2I/AAAAAAAAAd4/UGPbTvw2DDA/s320/OQiOyEvWFQ.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274832914107823970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di Indonesia ini terdapat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pembangkit_listrik_di_Indonesia"&gt;6 PLTU&lt;/a&gt;, tentunya dengan kapasitas pembangkitan yang berbeda-beda dan konsumsi kuantitas batu bara yang berbeda juga. Belum lagi program pemerintah yang menargetkan &lt;a href="http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=1158"&gt;10.000 MW PLTU&lt;/a&gt; di Indonesia. Sedang, cadangan batu bara yang terdapat di Indonesia sekitar &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/17/cadangan-batubara-terbukti-indonesia-capai-5-3-miliar-ton/"&gt;5,3 milyar ton&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP4lq551YI/AAAAAAAAAeA/P6XJYshSGE4/s1600-h/coal+-+energy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP4lq551YI/AAAAAAAAAeA/P6XJYshSGE4/s320/coal+-+energy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274832914636985730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang menurut &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/12/17/cadangan-batubara-terbukti-indonesia-capai-5-3-miliar-ton/"&gt;Kepala Bidang Informasi Pusat Sumber Daya Geologi Badan Geologi, Calvin KK Gurusinga&lt;/a&gt;, cadangan batu bara masih cukup hingga di atas 20 tahun ke depan. Namun, continous exploitation dari baru bara akan sampai pada satu titik, habis. Apalagi batu bara bukan sumber alam yang dapat diperbarui. Sebaiknya jangan meremehkan hal ini hanya karena cadangan batu bara kita banyak. Selain itu, ada beberapa ekses negatif bagi penduduk sekitar mengenai PLTU berbahan bakar batu bara ini. Di antaranya adalah kualitas kesehatannya. Dapat dibaca pada &lt;a href="http://mentarikalahari.wordpress.com/2008/08/05/pembangunan-pltu-10000-mw-solusi-keliru-pemerintah-dalam-mengatasi-krisis-listrik/"&gt;link ini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembicaraan kita semakin sempit, yaitu PLTU. Kali ini, akan dibahas inovasi teknologi dari PLTU yang tidak menggunakan batu bara atau bahan bakar primer dunia saat ini lainnya. Tapi, menggunakan panas matahari. How could that be possible? Pernah bermain-main dengan kaca pembesar atau lup? Apa yang terjadi ketika kita mengarahkannya ke matahari lalu diletakkan dibawahnya secarik kertas? Tidak berapa lama akan terbakar bukan!? Kira-kira begitulah prinsip dari PLTU dengan pembangkit dari panas matahari ini. Banyak yang menyebut teknologi ini "Solar Steam Power Plant".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP8xVNaL9I/AAAAAAAAAeI/7fLqSpZd9lg/s1600-h/figure4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 295px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP8xVNaL9I/AAAAAAAAAeI/7fLqSpZd9lg/s320/figure4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274837513018159058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Prinsip pembangkitanya tidak jauh berbeda dari PLTU yang menggunakan batu bara. Hanya saja uap yang dihasilkan berasal dari air yang diuapkan dengan panas matahari. Beberapa di negara-negara bagian utara dari bumi ini sudah menggunakannya, seperti Spanyol di kota &lt;a href="http://www.inhabitat.com/2007/05/21/sevilles-solar-power-tower/"&gt;Seville&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan panas yang dihasilkan? Apakah bisa melebihi batu bara? Sangat bisa! Bahkan bisa mencapai temperatur yang sama dengan temperatur di permukaan matahari, &lt;a href="http://www.volker-quaschning.de/articles/fundamentals2/index_e.html"&gt;5500 C&lt;/a&gt;! Tapi, tentunya tidak beroperasi dengan temperatur segitu. Material yang ada sekarang masih belum dapat bertahan dengan temperatur seekstrim itu.&lt;br /&gt;PLTU yang terdapat di kota Seville tersebut, dapat menghasilkan daya sebesar 300 MW. Dapat memberikan asupan listrik kepada &lt;a href="http://www.inhabitat.com/2007/05/21/sevilles-solar-power-tower/"&gt;60.000 rumah&lt;/a&gt;. Berarti per rumahnya mendapat jatah 5000 W!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP890BRLGI/AAAAAAAAAeQ/eHat_S3gJa8/s1600-h/04.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP890BRLGI/AAAAAAAAAeQ/eHat_S3gJa8/s320/04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274837727447166050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang untuk investasi di terbilang sangat mahal. Untuk satu PLTU dengan kapasitas 50 MW saja membutuhkan biaya sekitar 100 juta EURO atau 1,546 triliun rupiah. Dibandingkan dengan biaya untuk membangun PLTU 1 Banten [termasuk dalam program 10.000 MW-nya pemerintah] dengan kapasitas 1X625 MW yang memakan biaya 4,3 triliun rupiah. Masih jauh memang. Apalagi dengan cadangan batu bara yang masih banyak. Pemangku kebijakan negeri ini tentunya lebih memilih untuk investasi di PLTU bertenagakan batu bara. Tapi, tentunya tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan teknologi ini di Indonesia. Apalagi dengan penyinaran matahari yang rata-rata &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/16/05523492/bohong.matahari.terlihat.36.jam"&gt;12 jam&lt;/a&gt; setiap tahunnya. Sangat berpotensi sekali teknologi ini untuk dikembangkan. Tinggal siapakah yang akan memulai untuk menginisiasinya saja. Tidak perlu dalam skala besar langsung. Cukup untuk skala rumah tangga saja. Who dare to start it first...?&lt;br /&gt;Wallahu'alam,   &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-5207984958618889049?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/5207984958618889049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=5207984958618889049&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5207984958618889049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5207984958618889049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/11/bicara-sedikit-tentang-energi.html' title='Bicara sedikit tentang Energi...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/STP4lo7vd2I/AAAAAAAAAd4/UGPbTvw2DDA/s72-c/OQiOyEvWFQ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-2741813686921044103</id><published>2008-11-05T09:48:00.004+07:00</published><updated>2008-11-05T09:58:21.056+07:00</updated><title type='text'>Tutorial Gambit dan Fluent</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekedar ingin share yang kebetulan berhubungan juga dengan tugas akhir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="sengihnampakgigi" title="sengihnampakgigi" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Buat yang sedang belajar menggunakan software-software CFD,terutama Gambit dan Fluent,ini ada &lt;a href="http://courses.cit.cornell.edu/fluent/#HOWTO"&gt;link&lt;/a&gt; yang bisa kawan-kawan gunakan sebagai tutorial dasar. Isinya cukup membantu,walaupun term-term atau command-command yang ada di Gambit dan Fluent tidak dijelaskan semuanya. Untuk itu,sangat disarankan untuk menjadikan buku tentang "Dasar-dasar CFD: Menggunakan Fluent" yang ditulis oleh Firman Tuakia sebagai referensi tambahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://blogimage.roodo.com/onion_club/d5f02ecd.gif" alt=":okay:" title=":okay:" height="50" width="50" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wallahu'alam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-2741813686921044103?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/2741813686921044103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=2741813686921044103&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2741813686921044103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2741813686921044103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/11/sekedar-ingin-share-yang-kebetulan.html' title='Tutorial Gambit dan Fluent'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-1505711300195227427</id><published>2008-10-22T22:43:00.004+07:00</published><updated>2008-10-22T23:17:56.903+07:00</updated><title type='text'>Cahaya di Atas Cahaya...Tertarik?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alhamdulillah... Tak henti-hentinya kuucapkan kata pujian ini. Yah, satu amanah yang tertunda sekian lamanya, dari awal tahun 2008 hingga sekarang, akhirnya selesa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://blogimage.roodo.com/onion_club/70bff581.gif" alt=":ahaha:" title=":ahaha:" height="50" width="50" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Amanah yang sebenarnya tidak membutuhkan waktu selama itu, namun karena hambatan dari internal dan eksternal diri, jadi baru sekarang selesainya. Sudah berapa banyak orang yang kurugikan dengan penundaan selama itu? Berapa banyak energi yang harus mereka keluarkan untuk sekedar bertanya, "Gimana, akh? Udah selesai belum?" Hmmmph&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://blogimage.roodo.com/onion_club/1b38f9e2.gif" alt=":sigh:" title=":sigh:" height="50" width="50" /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebuah film dokumenter tentang perjalanan Dakwah Kampus di ITB. Ya,itulah amanahku yang baru saja selesai. Isi dari film ini adalah potret dan video rekaman kegiatan-kegiatan yang difasilitasi oleh Dakwah Kampus di ITB. Dari tahun 1998 hingga sekarang, 2008. Dalam 20 tahun keberjalanan Dakwah Kampus, apa saja capaian-capaiannya, terdapat di film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, terselip rasa syukur juga dengan penundaan penyelesaian pembuatan film ini. Ada dokumentasi-dokumentasi terkini yang dapat kumasukkan. Jadi, menambah warna dalam perjalanan Dakwah Kampus di ITB. Tentunya, alasan itu tidak bisa dijadikan sebagai excuse untuk penundaan ini. Tetap, yang namanya melewati deadline, ya melewati deadline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat akan amanah ini sekitar seminggu yang lalu, saat kawanku yang berada di dalam tim kreatif Dakwah Kampus atau bisa disebut SMAT mengajak untuk menyelesaikannya. Sehingga dapat diputar dalam acara silaturahmi yang akan diadakan di hari sabtu minggu lalu. Entah datang darimana semangat itu [ditambah aku teringat akan tausiyah salah seorang kawanku tentang amanah... jazakallah, akhi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" alt="senyum" title="senyum" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;], aku kembali mengerjakan film tersebut dibantu seorang kawanku yang merupakan ketua dari SMAT. Walaupun, pada akhirnya film tersebut tidak jadi di-launch pada hari sabtunya, bagiku hal tersebut tidak masalah. Euforia akan amanah yang telah selesai mengubur rasa kecewa itu. Niatku yang hanya kupersembahkan hanya untuk-Nya pun membantu meringankan beban untuk mengubur rasa kecewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanah ini selesai... Masih ada beberapa amanah lain yang menunggu di hadapanku. Karena memang kita diperintahkan untuk selalu siap siaga setelah satu amanah selesai. Bukan begitu,kawan!?&lt;br /&gt;Akhirnya, aku minta maaf kepada para pemesan film ini atas penundaannya. Semoga apa yang telah aku dan tim SMAT selesaikan bisa mengobati sedikit kekecewaan karena terlalu lama menunggu.&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SP9RIpOEpRI/AAAAAAAAAdw/TEoyWLj5n80/s1600-h/Promosi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SP9RIpOEpRI/AAAAAAAAAdw/TEoyWLj5n80/s320/Promosi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260012098737710354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;NB:&lt;br /&gt;Ini bukan promosi resmi ya!? Hanya terpikir untuk melakukannya dan akhirnya kubuat saja. Sekedar iseng&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="sengihnampakgigi" title="sengihnampakgigi" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-1505711300195227427?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/1505711300195227427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=1505711300195227427&amp;isPopup=true' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1505711300195227427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1505711300195227427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/cahaya-di-atas-cahayatertarik.html' title='Cahaya di Atas Cahaya...Tertarik?'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SP9RIpOEpRI/AAAAAAAAAdw/TEoyWLj5n80/s72-c/Promosi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-6006921546075951051</id><published>2008-10-15T13:31:00.008+07:00</published><updated>2008-10-15T18:18:41.740+07:00</updated><title type='text'>Hmmm...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pagi ini aku berencana untuk mendaftar Sekolah Pra-Nikah yang diadakan oleh LMS [Lembaga Muslimah Salman, bener ga ya!?] Masjid Salman ITB. Sebelumnya, aku tak ada niat sama sekalipun untuk ikut sekolah atau training ini. Tapi, berkat bujuk rayu dua orang kawanku yang begitu mantap [sampe-sampe aku terbujuk], yang satu mahasiswa dan yang satunya lagi udah lulus, akhirnya aku ikut. Hmmmph...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPWleKg-Y9I/AAAAAAAAAdo/kZY-P_kiEbs/s1600-h/IMG_4787.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPWleKg-Y9I/AAAAAAAAAdo/kZY-P_kiEbs/s320/IMG_4787.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257290077662241746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk pendaftarannya, ternyata harus mengisi CV. Waduh! Yasudah, kuisi saja seingatku. Pendidikan formal, pendidikan non-formal, pengalaman organisasi, dll. Ketika membuka lembar terakhir... Baris per baris kubaca dan dapat kuiisi dengan lancar. Tiba di baris terakhir... Kriteria calon istri. DEG! Apa ya!? Lagi-lagi Waduh! Sampai detik ini, aku belum pernah sama sekali berpikir tentang kriteria calon istri. Pernah terpikir, tapi baru sebatas muslimah dan berjilbab saja. Itu saja. Belum pernah aku berpikir tentang seperti apa sifat-sifat atau karakter yang dimiliki oleh calon istri. Lama aku memandangi kalimat tersebut. Pertanyaan-pertanyaan 'apa ya' terus berputar-putar di kepalaku. Melihatku terdiam cukup lama, kawanku pun bilang, "Udah tulis aja yang terpikir saat ini." Hmmm, apa ya... Perlahan-lahan pulpen di tanganku mulai kugoreskan di atas kertas CV tersebut. Hanya 4 kriteria yang dapat kutuliskan saat itu. Udahlah, segini dulu aja... Ntar kupikir-pikir lagi, batinku. Selesai menulis CV tersebut, membayar biayanya, foto... ah, ga bawa lagi, terpaksa harus kembali besok, dan selesai. Kami bertiga pulang. Salah seorang kawanku harus kembali ke kampus untuk ikut FDG [Forum Discussion Group, salah satu metode seleksi untuk para employer]-nya salah satu perusahaan. Sedang, aku harus mencari tempat mengganti kulit jok motorku yang udah ga karuan dan seorang kawanku lagi memilih untuk kembali ke kosannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di tempat mengganti jok motor, di daerah Pungkur sana, sembari menunggu kulit jok motor selesai diganti, aku membaca bukunya mas Salim A. Fillah yang berjudul "Jalan Cinta Para Pejuang". Saat itu aku sudah sampai pada sub bab "Tapak Pertama: Visi" yang terdapat pada bab ketiga dari buku ini, "Langkah Ketiga: Jalan Cinta Para Pejuang". "Memandang Ujung Jalan", itulah judul dari tulisan pertama di sub bab ini. Isinya berbicara mengenai keutamaan dari sebuah visi. Bahkan di buku tersebut dikutip perkataan Albert Einstein, "Dan visi Jauh lebih penting dari pengetahuan".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Dengan visi, kita membangun sebuah gambaran ideal dalam perspektif jangka panjang. Ada satu lukisan bening yang kita corat-coretkan di sana tentang mimpi, harapan, dan cita-cita kita. Akal kita dipenuhi pertimbangan, lalu melompat, berpikir di luar kotak secara strategis untuk mengantisipasi masa depan.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Meski sepuntaran kita gelap pekat, visi yang bersinar terang di kejauhan akan memberi kita arah. Ia ada di sana, bercahaya. Dan kita tetap akan menujunya meski harus merangkak, terantuk, terjerembab, dan kadang terperosok. Tapi pasti, di antara berbagai kejatuhan itu akan ada saat dimana kita bisa berlari, meloncat, bahkan melayang dan terbang. Sementara mereka yang tanpa visi akan berdiri, berjongkok, berputar-putar, menggeloso, dan menggigit jari."&lt;br /&gt;[halaman 100]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalimat-kalimat tersebut menggugah dan seolah-olah bertanya pada diriku. Sudahkah aku memiliki visi? Sebuah perencanaan hidup jangka panjang yang matang. Sudahkah? Setelah lulus aku akan menlanjutkan ke S2, bahkan jika Allah membuka jalan untukku, hingga S3 di UK. Menikah setelah S2. Lalu, berkarir selama 5 hingga 10 tahun di luar negeri. Setelah tahun-tahun tersebut, aku akan kembali ke Indonesia, berusaha untuk masuk ke top level management-nya sebuah BUMN. Di usia-usia senja, aku akan mengabdikan semua ilmu dan pengalaman yang ada kepada generasi muda bangsa ini. Apa ini yang disebut visi? Kembali kupikir-pikir. Ternyata apa yang tertulis di atas masih jauh dari visi. Detail-detail dari gambaran momen di masa depan itu masih kurang. Untuk hal yang sederhana saja, menikah [seperti yang baru kualami saat pendaftaran Sekolah Pra-Nikah]. Apa saja kriteria calon istriku, belum aku tentukan. Itu sudah dapat menggambarkan betapa belum matangnya visi yang telah kutetapkan selama ini. Bagaimana tidak!? Tidak pernah aku sediakan waktu dimana aku bisa berkontemplasi, memikirkan bagaimana aku di masa yang akan datang [baca: visi]. Visi yang kutetapkan adalah hasil perenungan singkat dan bahkan parsial. Hmmmph...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usiaku memang masih 21 tahun. Tapi, untuk membangun visi, harus dilakukan detik ini juga. Filosofi mengalir seperti air tidak bisa terus-terusan diimplementasikan. Ketika  bilangan umur yang semakin membesar, ada jatah hidup yang semakin berkurang di situ. Semoga saja masih belum terlambat.&lt;br /&gt;Terima kasih ya Allah atas peringatan-Mu...&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-6006921546075951051?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/6006921546075951051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=6006921546075951051&amp;isPopup=true' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6006921546075951051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6006921546075951051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/hmmm.html' title='Hmmm...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPWleKg-Y9I/AAAAAAAAAdo/kZY-P_kiEbs/s72-c/IMG_4787.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-1543063717302698884</id><published>2008-10-13T23:43:00.004+07:00</published><updated>2008-10-14T01:43:59.600+07:00</updated><title type='text'>Hari Pertama begitu Menggoda...Selanjutnya...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt;Semangat di hari pertama yang begitu membuncah, membuatku lebih awal untuk datang ke kampus. Karena kedua motorku tengah diistirahatkan sebelum dibawa ke bengkel untuk perawatan rutinnya [kek mo medical check up aja &lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/10.gif" alt="jelir" title="jelir" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt;]&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt; jadi hari ini kuputuskan untuk naik angkot saja. Ya, sesekali kembali merasakan derita dan senangnya naek angkot. Deritanya adalah ketika angkot dipaksakan untuk penuh dengan kalimat-kalimat perintah dari supirnya yang begitu melekat di ingatanku, "Ya, punten a'! Kalebet-kalebet ya! 7-5 7-5!" Senangnya adalah pembicaraan orang-orang yang bisa menjadi dongeng pengantarku sampe ke tujuan [hehehe, nguping deh! &lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="sengihnampakgigi" title="sengihnampakgigi" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semangatku di hari pertama ini tidak diimbangi oleh kehadiran dosen. Beliau terpaksa tidak mengajar karena mendapat panggilan dari Jakarta. Entah panggilan apa dan darimana, yang jelas beliau terpaksa harus mengganti kuliah hari ini di hari lain. Dan kau tahu, mitra... hari apa yang digunakan sebagai kuliah penggantinya? Hari sabtu &lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=187097-%E5%B4%A9%E6%BD%B0.gif" alt=":ayokona:" title=":ayokona:" height="50" width="50" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt;. Yasudahlah, apa boleh buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kuliah ga ada, lanjut ke agenda berikutnya. Kurogoh hpku dari kantong celanaku, untuk mengecek agenda berikutnya yang harus kulakukan. Ke bengkel tempat aku mengganti ban mobilku. Oke, berarti balik dulu ke rumah. Rute yang kupilih pun berbeda. Kalo tadi pas ke kampus aku datang dari gerbang belakang, kali ini aku pulang lewat gerbang depan. Saat melewati barisan pepohonan yang  di jalan Ganeca, aku melihat seorang ibu dengan anaknya terus-terusan menangis. Bukannya menenangkan si anak, malah... Ya Allah... intinya nangis malah semakin menjadi. Miris. Sampai akhirnya aku melewati mereka, si ibu memanggil. Beliau menanyakan bagaimana caranya agar bisa pulang ke Banjaran. Kujawab saja ga tau. Lalu, beliau mulai cerita bagaimana caranya sampai ke Bandung. Jadi, sebenarnya mereka akan berkunjung ke rumah saudaranya, tapi ternyata ga ada [entah ga ada karena sudah pindah atau pas lagi keluar saja, allahu'alam...]. Saat itu pikiranku tidak lagi terfokus pada ceritanya. Aku menatap anaknya. Hmmm, berat sekali nafas ini kuhela, bahkan hingga sekarang, saat kutuliskan kembali kejadian tadi. Sampai akhirnya kukeluarkan uang dengan jumlah yang seharusnya bisa membiayai perjalanan mereka pulang dan untuk memberi makan anak serta dirinya. Beliau berjanji akan mengembalikannya jika bertemu. Hmmmph, itupun kalo ketemu,bu, batinku. Udah, niatku untuk bersedekah dan semoga memang tepat sasaran. Biarlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran-pikiran seputar ibu dan anak itu mengantarku sampai ke rumah. Lagi-lagi menghela nafas dengan berat&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://blogimage.roodo.com/onion_club/1b38f9e2.gif" alt=":sigh:" title=":sigh:" height="50" width="50" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt;. Segera kuambil kunci di atas lemari es dan langsung menuju mobil setelah kembali berpamitan dengan orang-orang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan, pikiranku dipenuhi oleh kekhawatiran akan apa yang bakal terjadi di bengkel nanti. Semoga saja tidak harus mengganti ban atau separah-parahnya harus menggunakan ban dalam. Kenapa aku harus ke bengkel, bisa dibaca pada posting-ku yang berjudul "Terima Kasih Atas Hari yang Luar Biasa Ini, ya Allah!". Dan... alhamdulillah, ternyata yang harus diganti hanyalah pentilnya saja. Walaupun harus merogoh kocek untuk pentilnya. Tak besar, hanya 10 ribu. Akhirnya, mobilku kembali berjalan normal, setelah sebelumnya terseok-seok karena bannya yang selalu gembos. Dan yang utama, aku dapat kembali memulai perjalanan ke Jakarta, menyelesaikan 'silaturahmi yang tertunda'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda terakhir, belanja. Aih-aih, laki-laki belanja! Ya, gimana lagi... Nasib masih bujang&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=193303-lonely.gif" alt=":astig:" title=":astig:" height="50" width="50" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt;,  tapi sudah diamanahkan untuk mengurusi masalah-masalah yang berkaitan dengan kerumahtanggaan. Sebagai persiapanlah [ehehehehe &lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://sidekick.mysinablog.com/resserver.php?resource=193318-evil.gif" alt=":devilishgrin:" title=":devilishgrin:" height="50" width="50" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt;]. Belanja ini adalah salah satu kegiatan rutinku tiap bulannya. Yang dibeli pun apa-apa yang diperlukan untuk operasional rumah dan kos-kosan. Mulai dari sabun cuci, pengharum, obat pengepelan [ini katanya nenekku...&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="emoticon" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" alt="sengihnampakgigi" title="sengihnampakgigi" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;small&gt;], dll. Setelah semua item yang diperlukan sudah di dalam trolley, tibalah saatnya untuk membayar. Dan aku dibuat tercengang dengan total uang yang kukeluarkan. Mendekati setengah juta! Masya Allah... Bener-bener dah... Ekonomi global benar-benar menunjukkan kuasanya ketika collapse. Terpaksa membayarnya pun tidak dengan cash, karena ga cukup. Geseeeeek!&lt;br /&gt;Well,that's all for today.&lt;br /&gt;Cuma mo share bagaimana hari pertamaku setelah diliburkan lama oleh Lebaran...&lt;br /&gt;Semoga ada hikmahnya walaupun ga kupaparkan di sini secara eksplisit.&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-1543063717302698884?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/1543063717302698884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=1543063717302698884&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1543063717302698884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1543063717302698884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/hari-pertama-begitu-menggodaselanjutnya.html' title='Hari Pertama begitu Menggoda...Selanjutnya...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-6486387129054244583</id><published>2008-10-11T19:00:00.001+07:00</published><updated>2008-10-13T00:18:12.123+07:00</updated><title type='text'>Start your Engine,guys!</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Liburan Lebaran akan mendekati akhirnya. Senin, 13 Oktober 2008, segala aktivitasku akan berjalan normal kembali. Kembali berjuang di tahun-tahun terakhirku berada di kampus ini. Kembali berlari mengejar cita 'itu' setelah dua minggu terlelap di peraduan. Kembali menjejakkan kaki ini ke dunia nyata, membangunkan diri dari buaian dunia mimpi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Layaknya sebuah engine mobil atau motor yang membutuhkan pemanasan setelah lama tidak dinyalakan, begitu juga dengan diri ini. Berawal bahan bakar ruh [mentang-mentang di hari pertama kuliah dapet mata kuliah 'Motor Bakar Torak' :D] di dalam diri ini harus dicampur dengan udara ayat-ayat kauniyah dan kauliyah. Tapi, proses itu saja tidak cukup. Setelah kedua reaktan ini tercampur dengan baik [homogeneous], perlu suatu percikan bunga api konflik sehingga terjadi ledakan yang akan menggerakkan piston. Dengan susunan piston-poros engkol, hasil pembakaran tersebut dapat terkonversi menjadi energi yang dapat digunakan diri ini untuk melakukan kerja. Untuk melakukan kerja-kerja yang berat, diri ini perlu dipanaskan hingga putaran stasioner kesadarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejadian yang datang beruntun di hari kemarin, cukup menghentakkanku untuk siaga menghadapi minggu-minggu normalku ke depan. Tugas akhir seputar turbin angin vertikal; kuliah-kuliah yang menjadi syarat kelulusan dari ITB; kerja praktek yang dapat dikerjakan dimana saja asal ada komputer, internet, software engineering-nya, dan alat ukur; aplikasi serta surat-surat yang diperlukan untuk pendafataranku salah satu universitas di Inggris untuk program S2-ku; begitu banyak agenda-agendaku yang harus kuhidupkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kembali diri ini harus berlari menelusuri jalan hidup yang masih panjang, sepanjang jatahku yang telah disediakan-Nya. Tubuh ini harus siap dengan berbagai 'benturan-benturan' yang kan menghadang dan mengurangi kecepatan lariku di depan. Ruhku pun begitu. Penjagaan-penjagaan harus dilakukan setiap harinya, entah itu dengan tilawah atau dengan melakukan amalan yaumiah lainnya.&lt;br /&gt;Yosh, let those days begin! I won't pull myself back...&lt;br /&gt;Ya Rabb, hear me my plea...&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPIwHu5OwDI/AAAAAAAAAdg/rtg78CPF29w/s1600-h/IMG_3601.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPIwHu5OwDI/AAAAAAAAAdg/rtg78CPF29w/s320/IMG_3601.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256316624500080690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-6486387129054244583?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/6486387129054244583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=6486387129054244583&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6486387129054244583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6486387129054244583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/start-your-engineguys.html' title='Start your Engine,guys!'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPIwHu5OwDI/AAAAAAAAAdg/rtg78CPF29w/s72-c/IMG_3601.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-6396310562085714856</id><published>2008-10-11T18:29:00.010+07:00</published><updated>2008-10-12T01:35:45.865+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Atas Hari yang Luar Biasa Ini, ya Allah!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPDV_OPRK1I/AAAAAAAAAdY/mbN5ETy3S80/s1600-h/Egon+003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPDV_OPRK1I/AAAAAAAAAdY/mbN5ETy3S80/s200/Egon+003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255936047271979858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini adalah hari yang luar biasa! Jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya. Keringat dingin bercucuran. Otak yang terus berputar menghitung kemungkinan di antara pilihan-pilihan yang dapat dilakukan. Berbagai tabir tersingkap satu demi satu. Berbagai kejadian datang secara beruntun. Tapi, aku berusaha untuk tetap berpikir positif. Berpikir bahwa tentang sesuatu yang esensial yang akan diberikan-Nya padaku hari ini. Semua ini pasti ada hikmahnya, pikirku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berawal dari rencanaku yang akan ke Jakarta hari ini untuk bertemu dengan keluarga tante dan seorang sepupu dari garis keluarga ayah. Hmmm, sudah lama aku tak bertemu mereka. Padahal hanya terpaut 2 jam saja dari Bandung. Dan rencana ini adalah silaturahmi yang tertunda [begitu kata salah seorang kawanku, minjem ya!? :)] karena sakit yang kuidap minggu lalu. Tekadku sudah bulat. Pokoknya hari harus bisa ke sana! Walaupun, ada kuasa-Nya yang tidak dapat kita nafikkan. Yah, manusia kan hanya bisa merencanakan dan berikhtiar. Leave the rest to Allah.&lt;br /&gt;Segala sesuatunya telah siap sedia. Pukul 10.00, setelah berpamitan dengan om dan nenek, aku berangkat dari rumah. Menggunakan mobil yang semua bannya baru saja diganti, rasa percaya diriku begitu menggebu-gebu. Ban baru neh! Makin pakemlah mobilku ke jalan! Hahaha [sedikit hiperbolis,sih... :)] Sebelum masuk ke jalan tol, aku mampir ke kos teman untuk mengambil flashdiskku. Di dalamnya terdapat lagu-lagu yang dapat menemaniku sepanjang perjalanan. Menjagaku juga dari rasa kantuk.&lt;br /&gt;Memasuki jalan tol Pasteur, semuanya masih terasa biasa saja. Everything work well. Malah aku ngebut hingga 110 km/jam! Ditemani oleh lagu-lagunya Edcoustic, aku membayangkan senangnya diri ini ketika sudah sampai di Jakarta, bertemu sepupu-sepupuku yang rata-rata masih unyil-unyil dan beberapa lagi yang sudah rada-rada gede, ya... SMP dan mahasiswalah. Hmmm, semuanya tergambar begitu jelas di benakku. Namun, itu tak berlangsung lama. Aku terusik oleh  padanganku yang tidak sengaja melihat jarum pada indikator bensin mobilku bertengger pada daerah yang rawan kosong. Oke, berarti harus ngisi nih di SPBU pertama yang ada di jalan tol Cipularang. Lewat dari gerbang tol Padalarang Barat, aku merasakan sesuatu yang kurang enak pada setir mobil. Ah, emang kayak gitu kalo masuk jalan tol ini, jalannya aja bergelombang..., ujarku dalam hati sekedar untuk menenangkan diri. Suara engine yang meraung-raung di balik kap mobilku menutup suara dari musik yang ingin kudengar. Hmmm, hambar banget dah...&lt;br /&gt;Semakin jauh aku berjalan, rasanya ada yang tidak beres dari ban mobil ini. Setiap kali berbelok di tikungan-tikungan yang ada di jalan tol ini, setir mobil bergoyang-goyang tak karuan. Ada apa ini..., pikirku. Tak lama kemudian, aku menemukan SPBU tersebut, SPBU km 89 beserta rest area-nya. Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Kutepikan mobilku sehingga berada di lajur yang masuk ke area tersebut. Setelah berada di samping dispenser, mobil kumatikan, aku disambut dengan senyum dan kata-kata khas dari petugas SPBU...&lt;br /&gt;"Selamat siang,pak! Isi berapa?"&lt;br /&gt;"Siang... 150 ribu,mas ya!?", jawabku.&lt;br /&gt;"Dimulai dari nol ya..."&lt;br /&gt;Aku memperhatikan layar LCD penunjuk jumlah bensin yang dikeluarkan dan mengangguk. Petugas itu berlalu melayani pelanggan lainnya. DEG! Lalu, aku teringat sesuatu... Darimana aku mendapatkan uang sebanyak 150 ribu??? Astagfirullah!!! Aku ga bawa dompet!!! Aku beristigfhar berkali-kali. Ya Allah, bisa-bisanya aku sebodoh ini!!! Bisa dikatakan aku sangat panik saat itu. Kerigat dingin mulai bercucuran. Jantung berdegup semakin kencang. Ohya! Terdapat secercah harapan di gelapnya keputusasaan. Kalau tidak salah, aku masih menyimpan uang [cukup banyak] di compartment mobil [semacam tempat menyimpang barang di hadapan kursi penumpang]. Kucek... dan ternyata... ADA! Tapi, harapan itu kembali meredup setelah kuhitung-hitung jumlah uang yang ada. Hanya 120 ribu... Kembali aku beristigfhar. Astagfirullah... Astagfirullah... Astagfirullah... Kalau aku menggunakan semuanya untuk membayar bensin ini, tetap saja kurang dan sudah barang tentu aku tidak bisa membayar tol-tol yang akan kulalui. Tiada yang kuharapkan saat itu selain pertolongan-Nya... Hmmm,sungguh penggambaran dunia bagi orang-orang ditangguhkan taubatnya, sangat pas sekali dengan kondisiku saat itu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan kepada-Nya saja. Kemudian, Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;(At-Taubah:118)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mau tak mau, aku harus meninggalkan hutang di SPBU ini. Dan setelah berbicara dengan pengawas SPBU ini, beliau mengizinkannya, tapi dengan jaminan hp-ku. Yah, gimana lagi... Hanya itu yang kupunya saat itu dan bisa dijadikan jaminan. Beliau tidak mau menjadikan STNK atau surat-surat berharga lainnya sebagai jaminan. Ya, aku menjadi sedikit lega. Level panik berkurang. Aku bisa kembali ke Bandung mengambil dompet lalu kembali lagi ke SPBU ini dan meneruskan perjalanan. Begitu plan A-ku untuk kejadian ini, dan memang itulah rencana yang ada dan possible untuk dilakukan.&lt;br /&gt;Aku bergegas menuju mobilku. Namun, apa yang kudapati...&lt;br /&gt;Ban mobilku yang bagian depan gembos!!! Allahuakbar!!! Tak henti-hentinya cobaan-Mu datang, ya Allah... Kulihat sekelilingku... Ah, ada pompa ban gratis... Alhamdulillah... level panikku yang sudah memuncak kembali menurun.&lt;br /&gt;Bukannya angin yang kudapat, tapi tulisan yang sangat memukulku... POMPA RUSAK! Sukmaku terasa melayang-layang saat itu. Dimana lagi bisa kudapatkan pompa ban di jalan tol ini??? Tak mungkinlah kutemukan para tukang tambal di pinggir jalan tol. Panik, bingung, kesal, saat itu menjadi satu. Menjadikan perasaan ini menjadi tak karuan. Sinyal-sinya pesan untuk mengumpat, meneteskan air mata, sudah hampir ke sampai ke otak dan siap untuk dilaksanakan oleh otot-otot motorikku. Namun, hati berkata... sudahlah, tak gunanya membuang-buang energi untuk hal-hal seperti itu. Kulangkahkan kaki entah kemana saat itu... Langkahku gontai... Mataku awas, berusaha mencari petunjuk-petunjuk yang dapat membantu... Sampai akhirnya, aku berada di dekat dispenser dan aku bertanya pada petugas yang ada saat itu. Walaupun, aku merasa pertanyaanku akan sia-sia saja. Tapi, lebih baik kutanyakan daripada hanya kupendam saja. Just to make sure.&lt;br /&gt;"Mas, di sekitar sini ada pompa ban ga?"&lt;br /&gt;"Ada, mas... Tapi, lagi rusak...",jawabnya.&lt;br /&gt;Ya iyalah, itu tadi yang mo kupakai boi..., umpatku dalam hati.&lt;br /&gt;"Ada lagi sih, mas. Keluar dari area ini ada tukang tambal ban..."&lt;br /&gt;Aku tak mempercayai apa yang aku dengar. Ternyata ada! Tidak sia-sia aku bertanya. Kembali kuucapkan syukur pada-Nya. Setelah berterima kasih ke petugas tadi, aku segera membawa mobilku ke tempat yang ditunjukkan. Dan benar! Tak henti-hentinya kuucapkan syukur...&lt;br /&gt;Namun, kembali aku mendengar sesuatu yang kurang menyenangkan dari tukang tambal ban tersebut.&lt;br /&gt;"Wah,a'... Ini pentilnya udah ga bener... Takutnya waktu aa' lagi ngebut, jadi oleng mobilnya..."&lt;br /&gt;Masya Allah!!! Dan ketika kucek memang begitu. Jadi, saat pentil dari ban mobilku yang menonjol keluar [seperti pentil dari ban sepeda motor dan sepeda] kugoyang, udara yang berada di dalam bocor keluar, walaupun dalam jumlah kecil. Dengan kondisi jalan tol Cipularang yang bergelombang, bukan tidak mungkin ban mobilku akan kembali gembos di tengah perjalanan. Aku dikasih opsi oleh tukang tambal ban saat itu. Ganti ban dalamnya dan membayar 95 ribu [yang sudah pasti tidak akan aku ambil opsi ini, selain khawatir makin menjadi parah, aku tidak punya sebanyak itu. sudah cukup aku berhutang pada SPBU di area ini] atau dipompa saja. Lama kupikirkan, akhirnya aku memilih dipompa saja. Nekat memang. Will be able to reach Bandung until my tire flat? Jadi gambling memang akhirnya. Tapi, yasudahlah... Pasrah saja...&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke Bandung, aku jadi banyak termenung [jangan ditiru!]. Dan akibatnya beberapa kali mobilku terlalu mepet ke pembatas jalan dan mepet dengan mobil lainnya. Betapa terpukulnya aku dengan kejadiaan hari ini. Semua rencanaku hancur berantakan. Bayangan-bayangan yang sudah tergambar jelas tentang apa yang akan aku lakukan di tempat tante, sirna sudah. Kecewa dan syukur menjadi satu saat itu. Kecewa karena tidak dapat bertemu keluarga. Syukur karena masih ditunjukkan jalan yang safe. Coba bayangkan kalau saja aku memaksakan diri menyetir hingga ke Jakarta dengan kondisi bensin yang menipis dan ban yang semakin mengempis [walaupun akan kujumpai banyak rest area lengkap dengan SPBU-nya jika sudah berada di jalan tol Jagorawi]... Apa yang akan terjadi... Mungkin tulisan ini dan tulisan lainnnya tidak ada dan tak pernah ada lagi... Wallahu'alam, sungguh hal itu adalah misteri bagiku. Tak sesuatupun yang dapat menyingkap tabirnya.&lt;br /&gt;Pikiran-pikiran, lamunan-lamunan, serta renungan-renunganku selama perjalanan kembali ke Bandung, seakan-akan membiusku, tapi tetap sadar dan awas. Sampai juga di Bandung pada pukul 14.00. Hmmm, 4 jam perjalanan yang sia-sia, namun penuh hikmah dan pengajaran-Nya tentang hidup ini.&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, aku kembali dibingungkan oleh janjiku yang akan segera membayar SPBU sehingga hp-ku dapat kembali. Kucari-cari orang yang di phonebook yang dapat kumintai tolong bantuannya untuk mengantarku kembali ke SPBU tersebut. Ah, ada! Segera kuhubungi orang tersebut... Dan, alhamdulillah, dia bersedia... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Tak henti-hentinya kuucapkan syukur pada-Nya.&lt;br /&gt;Hmmm, setelah itu aku jadi berpikir...&lt;br /&gt;Apa bedanya diri ini dengan manusia lain yang bersyukur ketika diberikan kenikmatan dan melupakan-Nya ketika kenikmatan itu telah bosan kita kecap.&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Apa bedanya diri ini dengan manusia lain yang hanya berseru pada-Nya memohon kepada-Nya pertolongan-Nya ketika berada dalam kesempitan dan melupakan-Nya ketika sudah tertolong.&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Betapa diri ini harus kembali ber-muhasabah...&lt;br /&gt;Sudah berapa hari malam-malam kulalui dengan terlelap di peraduanku...&lt;br /&gt;Sudah berapa kali kulewati puasa sunnah-Mu di tiap minggunya...&lt;br /&gt;Betapa jenuh diri ini dengan dosa dan maksiat yang telah kulakukan pada-Mu, ya Rabbul Izzati...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Semoga hari ini dapat menjadi pelajaran bagi kehidupanku ke depan...&lt;br /&gt;Terima kasih atas hari yang luar biasa ini, ya Allah!&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-6396310562085714856?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/6396310562085714856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=6396310562085714856&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6396310562085714856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6396310562085714856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/terima-kasih-atas-hari-yang-luar-biasa.html' title='Terima Kasih Atas Hari yang Luar Biasa Ini, ya Allah!'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SPDV_OPRK1I/AAAAAAAAAdY/mbN5ETy3S80/s72-c/Egon+003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-2239316063343245967</id><published>2008-10-09T21:56:00.007+07:00</published><updated>2008-10-09T23:49:54.029+07:00</updated><title type='text'>Jangan Bersedih, Kawanku [Don't be Sad, my Friend or Laa Tahzan, akh/ukh]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Hmmm...the song that i'm going to write it down here inspires me a lot. Many things about friendship came into my mind after hearing this song. I suddenly thought about you all, my friend. Honestly, not all actually [sorry for being mean, :)].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Enjoy! [I'll write the english version. Hopefully, the non-Indonesian would understand the song. Just trying to be fair,ok!? :D]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini masih seluas yang kau impikan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu kau simpan luka itu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sedalam yang kau rasa&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada waktu agar kau bisa kembali semula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Percayalah padaku kita kan bisa melewatinya&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bersedih oh kawanku aku masih ada di sini&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Semua pasti kan berlalu aku kan selalu bersamamu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan hidup tak selamanya indah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ada suka ada duka&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Jalani semua yang kau rasakan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[Edcoustic]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the english version...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;This world is still as spacious as you dream of&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;There is no need to keep that wound [in your heart-ed.]&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;As deep as you feel&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is still time to get you back as usual&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Trust me...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;We can get through this&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't be sad my friend...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;I'm still here &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;These all would go away...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'll always be with you&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our live won't be that beautiful forever&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;There would be happiness and sadness&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Just keep moving on...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Carrying all the things that you feel inside&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;We can do this&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[Edcoustic]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SO41KyYntpI/AAAAAAAAAdI/G6X6apMa2VQ/s1600-h/IMG_4825.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 325px; height: 43px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SO41KyYntpI/AAAAAAAAAdI/G6X6apMa2VQ/s320/IMG_4825.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255196274627950226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-2239316063343245967?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/2239316063343245967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=2239316063343245967&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2239316063343245967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2239316063343245967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/jangan-bersedih-kawanku-dont-be-sad-my.html' title='Jangan Bersedih, Kawanku [Don&apos;t be Sad, my Friend or Laa Tahzan, akh/ukh]'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SO41KyYntpI/AAAAAAAAAdI/G6X6apMa2VQ/s72-c/IMG_4825.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-9062255663538675934</id><published>2008-10-05T09:20:00.006+07:00</published><updated>2008-10-05T12:42:26.573+07:00</updated><title type='text'>Ternyata di Dalam Aktivitas yang Membosankan, Ada Hikmah yang Dapat Dipetik...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bosan... bagaimana tidak bosan. Hampir 3 hari terakhir ini, aku hanya berpindah dari tempat tidur-kamar mandi-atas sajadah-kembali ke tempat tidur-ruang makan-depan layar monitor-kamar mandi-atas sajadah, begitu terus, hingga hari sudah mulai gelap. Porsi waktu yang paling lama adalah ketika berada di depan layar monitor, baik itu laptop ataupun LCD komputer desktopku. Aku bisa berjam-jam kalau sudah berada di sini. Entah itu menulis blog [seperti yang kulakukan sekarang], chat dengan kawan-kawan, membuka mukabuku [baca dalam bahasa inggris :D], mengutak-ngatik halaman blog, mengecek email, menerima video call dari keluarga, menonton film, atau membuka-buka blog orang dan terkadang iseng komen di posting-posting-nya yang menarik [punten, kepada para pemilik blog yang di komennya tiba-tiba ada nama yang tidak dikenal :)]. Aktivitas-aktivitas inilah yang rutin aku laksanakan 3 hari terakhir ini. Hmmmph, bosan... tapi, hanya itulah yang bisa kulakukan di saat badan tidak bisa mentolerir kondisi lingkungan di luar rumah yang kurang bersahabat. Dengan hidung yang selalu mengeluarkan cairan [atau yang biasa kita sebut dengan 'ingus'], badan yang serasa melayang, kepala yang cukup berputar-putar, yah what more can i do than those activities above... Aku aman, orang lain pun juga [walaupun tidak semuanya, karena aku tidak sendiri berada di rumah].&lt;br /&gt;Ada salah satu aktivitas yang menarik di depan layar monitor dan aku baru menyadarinya terdapat hikmah yang begitu besar sekarang. Ketika membuka banyak blog-blog orang, apakah itu yang berasal dari daftar link yang sudah ada pada blog-ku atau daftar link yang sudah ada pada blog kawan-kawanku atau bahkan blog baru yang kudapat dari professor Google, satu hal yang aku sadari, ternyata kita ini beragam. Berbagai tulisan-tulisan yang ada pada masing-masing blog tersebut dapat dijadikan patokan tipe karakter yang menulisnya. Beragam pemikiran dan pendapat akan sesuatu juga bertebaran di blog-blog tersebut. Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kehendak yang bermacam-macam. Dengan adanya manusia-manusia yang memiliki beragam kehendak yang berbeda satu dengan yang lainnya, tapi yang menciptakan mereka hanya satu, Allah SWT. Betapa dahsyat kreasi-Nya menciptakan makhluk-makhluk-Nya yang beragam. Bahkan pada binatangpun, walaupun sekilas nampak sama, namun bisa berbeda dalam hal sifatnya. Adakah kreasi-kreasi manusia yang lebih dahsyat dari ini? Menciptakan seonggok tanah yang dapat belajar, merasa, dan berkembang. Masihkah manusia berani untuk menyombongkan dirinya di hadapan-Nya? Tidak cukupkah bukti-bukti bahkan pada manusia itu sendiri yang membuat manusia itu tunduk pada-Nya?&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-9062255663538675934?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/9062255663538675934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=9062255663538675934&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/9062255663538675934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/9062255663538675934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/ternyata-di-dalam-aktivitas-yang.html' title='Ternyata di Dalam Aktivitas yang Membosankan, Ada Hikmah yang Dapat Dipetik...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-8471400510166274418</id><published>2008-10-04T09:45:00.012+07:00</published><updated>2008-10-04T16:53:51.904+07:00</updated><title type='text'>Teringat...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sekembali dari meminjamkan kunci mobil ke teman yang hendak ke lapangan, mengambil sampel air yang menjadi bahan dari tugas akhirnya, aku menjadi teringat akan sesuatu ketika menatap layar monitor laptopku. Sesuatu yang berkenaan dengan latar belakang keilmuan yang tengah aku jalani hingga saat ini, Teknik Mesin. &lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Ada read more-nya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ingatanku membawaku kembali ke sebuah musium di Malaysia yang banyak menyimpan artefak-artefak, manuskrip-manuskrip, dan bentuk-bentuk lainnya yang menunjukkan eksistensi dari peradaban Islam. Perhatianku tertuju pada sebuah model. Tertulis di plakar model tersebut, [dalam bahasa Indonesia ya!?:D] sebuah karya engineer muslim. Dan tahukah model apa yang aku maksudkan di sini? Ia adalah model Kincir angin yang digunakan untuk menggiling jagung dan irigasi sawah. Kincir angin yang selama ini kita kenal merupakan buah dari peradaban Eropa, ternyata umat Islamlah yang seharusnya mendapatkan kredit atas karya ini. Rentetan ingatan ini menggerakkanku untuk mengambil sebuah buku katalog yang berisi keterangan untuk barang-barang yang terdapat di musium tersebut. Kubalik setiap halamannya mencari model Kincir angin yang bentuknya tergambar samar-samar di ingatanku. Dan... akhirnya aku menemukannya. Tapi, aku tidak cuma menemukan Kincir angin saja, terdapat neraca, pompa air dengan berbagai variannya, mesin hiburan, alat untuk mengangkat objek dari laut dan sungai, dll. Ternyata begitu banyak produk-produk engineer muslim saat itu yang selama ini tertutupi oleh bayang-bayang peradaban barat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Mizan Al-Hikmah. Ini adalah neraca memiliki ketelitian [hayo,ketelitian atau kecermatan??? gawat kalo salah dan dibaca dosen senior metrologi!:(] 1:60.000. Neraca ini dinamakan Mizan Al-Hikmah oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Khazini"&gt;Abd al-Rahman al-Khazini&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOc0y1x1ZQI/AAAAAAAAAcg/Mr0Z1ib-Xcs/s1600-h/Warisan+Mechanical+Engineer+Muslim+001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 154px; height: 295px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOc0y1x1ZQI/AAAAAAAAAcg/Mr0Z1ib-Xcs/s400/Warisan+Mechanical+Engineer+Muslim+001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253225538385175810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dibuat oleh beliau pada abad ke-12. Dari sini dapat kita lihat betapa telah berkembang ilmu metrologi umat Islam saat itu yang merupakan dasar dari semua ilmu yang berhubungan dengan pengukuran. Hmmmph, betapa berdosanya diri ini yang  dulu mengacuhkan mata kuliah Meteorologi dan Pengukuran dengan dosennya yang begitu semangatnya mengajarkan mata kuliah ini. Ini adalah warisan ilmu pengetahuan, buah dari peradaban Islam. Sangat ironis sekali ketika generasi muda Islam tidak menyadari hal ini, terutama bagi kawan-kawan yang kuliah di program studi Teknik Mesin [bukan narsis, karena memang mereka sudah pasti akan mengambil mata kuliah ini].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pompa ulir. Varian pompa yang merupakan tugas akhir salah seorang kawanku yang akan digunakan sebagai salah satu solusi mengatasi bencana lumpur Lapindo Brantas, lagi-lagi merupakan karya seorang dari engineer muslim pada tahun 960 H/1553 M. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzAYYZnI/AAAAAAAAAb4/OGnk7CZ-4Wo/s1600-h/001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzAYYZnI/AAAAAAAAAb4/OGnk7CZ-4Wo/s400/001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253223342207952498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Model dari pompa ini terdapat dalam sebuah buku yang ditulis oleh Taqiyyudin, seorang yang terdidik pada masa Kekhalifahan Ottoman. Pada masa itu, pompa ini digunakan untuk mengalirkan lahan-lahan perkebunan dan persawahan [irigasi].&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pompa dengan 6 piston. Pompa ini didesain oleh orang yang sama dengan yang membuat pompa ulir, Taqiyyudin. Piston-piston ini digerakkan dengan sebuah kincir air memanfaatkan aliran sungai. Putaran kincir air ini dikonversi menjadi gerakan bolak-balik [naik turun] piston. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzFO9QYI/AAAAAAAAAcA/EDL-Jpvp2P8/s1600-h/003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 307px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzFO9QYI/AAAAAAAAAcA/EDL-Jpvp2P8/s400/003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253223343510602114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gerakan ini akan menyebabkan terjadi aliran dari sisi hisap ke sisi buang dari piston. Dengan begitu, air sungai dapat ditampung di sebuah reservoir untuk didistribusikan ke tujuan-tujuan selanjutnya. Di tiap sisinya, terdapat satu katup untuk mencegah kebocoran [air yang mengalir kembali ke sungai]. Dalam dunia pompa, pompa piston dan pompa ulir di atas termasuk ke dalam klasifikasi &lt;a href="http://www.engineeringtoolbox.com/positive-displacement-pumps-d_414.html"&gt;positive-displacement pump [PDP]&lt;/a&gt;. Apa itu PDP? Ini adalah &lt;a href="http://www.engineeringtoolbox.com/classification-pumps-d_55.html"&gt;klasifikasi pompa &lt;/a&gt;berdasarkan cara fluida dipompa. Aliran dapat terjadi karena terdapat ruang yang berekspansi [tercipta suatu kondisi yang mendekati vakum atau tekanan di dalamnya menjadi lebih rendah daripada tekanan di luar, sehingga fluida mengalir ke dalamnya] lalu mengecil [fluida yang telah masuk akan terkompresi, sehingga tekanan fluida tersebut lebih tinggi daripada tekanan di sekitarnya]. Berikut adalah ilustrasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Di sini dapat kita lihat betapa ilmu mekanika solid dan fluid, prinsip-prinsip konversi energi telah berkembang. Bahkan, beberapa menjadi referensi buat peradaban Eropa, misalnya pompa piston ini yang dalam waktu singkat tersebar hingga ke Itali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kincir angin. Seperti yang telah kupaparkan di atas, kincir angin selama dikenal sebagai produk peradaban barat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzUEMIhI/AAAAAAAAAcI/Ep0QQ2WKY2o/s1600-h/004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 281px; height: 298px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzUEMIhI/AAAAAAAAAcI/Ep0QQ2WKY2o/s400/004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253223347491971602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, ternyata kita, umat Islam, telah mengaplikasikan kincir angin jauh sebelum peradaban Eropa menggunakannya, sekitar 500 tahun sebelumnya! Model kincir angin yang kulihat di musium tersebut adalah model yang didesain oleh Shams al-Din al-Dimashqi pada kurun tahun 7 H/13 M dan terekam di dalam buku geografinya. Dasar-dasar aerodinamika telah berkembang pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alat angkut dengan roda gigi. Lagi-lagi, Taqiyyudin menorehkan sejarah dengan membuat alat ini pada tahun 1553 M. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzc791OI/AAAAAAAAAcQ/2NU58im4bdI/s1600-h/005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 183px; height: 293px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzc791OI/AAAAAAAAAcQ/2NU58im4bdI/s400/005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253223349873399010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau mengklaim bahwa alatnya ini dapat mengangkut beban dengan massa 1450 kg [massa bukan berat, bedakan dari definisinya] dengan gaya input sebesar 1,5 N [sama saja dengan kita mengangkat beban dengan massa sebesar 0,15 kg!].&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mesin hiburan. Mesin ini diciptakan oleh Al Muradi al-Andalusi pada tahun 5 H/11 M dan terekam dalam bukunya yang berjudul al-Asrar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzskJEvI/AAAAAAAAAcY/vb4102skSYA/s1600-h/006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 269px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOcyzskJEvI/AAAAAAAAAcY/vb4102skSYA/s400/006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253223354068439794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Segala yang bergerak di dalamnya masih menggunakan energi dari air yang mengalir dan berada dalam urutan-urutan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itu baru sebagian dari khasanah keilmuan umat Islam pada masa jaya-jayanya yang berkaitan dengan Teknik Mesin. Walaupun masyarakat barat sudah ada yang mengakui bahwa apa yang mereka kembangkan saat ini adalah terusan dari yang sudah berkembang masa kejayaan Islam, namun referensi-referensi dan penguasaan ilmunya masih menunjukkan bahwa orang merekalah yang lebih paham tentangnya. Rasulullah pernah berkata bahwa setiap ilmu yang datangnya dari umat Islam harus direbut kembali karena itu merupakan milik umat Islam. Bagaimana cara merebutnya? Tentu tidak dengan dengan darah, pedang, senapan, atau senjata berat lainnya. Tapi, dengan mempelajari dan mengembangkannya. Ah, semakin mantap saja diri dengan keputusan mengambil Teknik Mesin. Dan semakin menggebu-gebu keinginan untuk segera menyelesaikan program S1-ku dan melanjutkannya ke pendidikan yang lebih tinggi...&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Buku Katalog "Scientific Excellence in Islamic Civiliastion: Islamic Science Ahead of Its Time" ditulis oleh Fuat Sezgin; diterbitkan oleh MOSTI [Depag-nya Malaysia] dan Insitute for the History of Arabic Islamic Science, Johann Wolfgang Goethe University, Frankfurt, Germany.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-8471400510166274418?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/8471400510166274418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=8471400510166274418&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8471400510166274418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8471400510166274418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/teringat.html' title='Teringat...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOc0y1x1ZQI/AAAAAAAAAcg/Mr0Z1ib-Xcs/s72-c/Warisan+Mechanical+Engineer+Muslim+001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-6035233887658095078</id><published>2008-10-02T10:40:00.015+07:00</published><updated>2008-10-03T23:14:00.248+07:00</updated><title type='text'>Silaturahim (bukan -rahmi)... Sebuah Catatan Perjalanan 4 Orang yang Harus Merelakan Diri Tidak Kembali ke Kampung Halaman...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selain akan membahas tentang kegiatanku kemarin, posting-an kali ini akan membahas sedikit penggunaan kata 'silaturahim' kurang tepat. Aku mendapatkannya dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://dhimaskasep.wordpress.com/2008/09/26/fsldk-forum-silaturahim-bukan-silaturahmi/"&gt;blog seorang kawan&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Sedang, kawanku ini mendapatkannya dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://hidayatnurwahid.blogdetik.com/2008/09/24/salah-kaprah/"&gt;blog ini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Jadi, kepada yang membaca posting ini, bisa memilih. Jika menginginkan penjelasan yang panjang lebar, silakan buka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;blog ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Namun, jika hanya ingin membaca kutipan yang menjadi inti dari tulisan yang ada di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;blog ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, silakan buka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;blog seorang kawan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Aku sarankan kepada kawan-kawan yang membaca posting ini untuk membaca salah satu atau kedua referensi yang telah aku sebutkan di atas, agar tidak terus menerus membuat kesalahan  dalam mengucapkan atau menuliskan kata 'silaturahim'.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oke, kita masuk ke inti posting-an ini. Kemarin, bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 2008, yang juga merupakan &lt;a href="http://kontak.club.fr/Hartono%20%20%28PKPB%29%20%20-%20Anti%20Orde%20Baru%20berarti%20anti-Pancasila.htm"&gt;Hari Kesaktian Pancasila&lt;/a&gt; [emang bener-bener sakti ye Pancasila???], masyarakat muslim di Indonesia merayakan kembalinya mereka kepada kefitrian, kebersihan hati dan catatan amal dari segala dosa, setelah di-tarbiyah dengan puasa Ramadhan sebulan lamanya. Begitulah, klausa yang selalu muncul di hari raya ini setiap tahunnya. Entah apakah memang semuanya akan mendapatkan hasil yang serupa [kembali kepada kefitrian, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kebersihan hati dan catatan amal dari segala dosa]. Wallahu'alam, hanya Dia yang tahu pastinya.&lt;br /&gt;Dengan beragam cara mereka merayakan hari ini, salah satunya adalah mengisinya dengan agenda-agenda kunjungan ke saudara, kerabat, kawan, bahkan lawan sekalipun, atau yang seringkali kali kita sebut dengan silaturahim. Banyak yang bisa kita dapat dari kegiatan ini. Latar belakang keluarga, bagaimana cara masing-masing keluarga merayakan hari raya Idul Fitri, dimana letak rumahnya, dll. Tapi, inti dari kegiatan ini adalah bermaaf-maafan. Walaupun, sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai media telekomunikasi yang sudah ada. Namun, akan lebih berasa jika bertemu langsung. Ada nilai plus plus yang bisa kita dapatkan, seperti yang sudah aku sebutin di atas.&lt;br /&gt;Bagi kami kami ini, yang tidak mudik ke kampung halaman karena satu dan lain hal atau yang mudiknya baru H+1, kegiatan ini akan sangat berarti untuk mengobati rasa rindu kami pada kampung halaman. Ohya, kami ini adalah orang-orang yang memenuhi kualifikasi tidak mudik di  atas yang akan menjadi tokoh utama dalam posting ini. Ada aku [seorang biasa :D], Dimas [menteri PSDM KM-ITB 2008/2009], Kiki Djangko [staf-nya mas dhimas, bener ga???], dan &lt;a href="http://lariajamift.wordpress.com/"&gt;Pipi&lt;/a&gt; [kamu teh apa ya??? seorang yang sudah 4 tahun lebih beberapa bulan kuliah di prodi Biologi aja kali ya!?]. Itu tadi kami beserta profil sangat singkatnya. Singkatnya, kami berempat telah merencanakan hal ini sehari sebelumnya. Rumah-rumah yang akan dikunjungi telah ditulis dengan rapi di catatannya Kijang [singkatan dari kiki jangko]. Tapi, hanya dituliskan si empunya rumah aja, tanpa mengetahui alamatnya. Wah, ini nambah-nambah kerjaan dan mengurang-ngurangi pulsa pula. Tak mengapalah, daripada tidak berkunjung sama sekali. Setelah menelepon si empunya rumah yang ada di list, dapat juga alamat rumahnya masing-masing. Nah, selesai satu masalah terpecahkan, datang masalah baru. Alamat-alamat ini berada di daerah yang emang bukan daerah jajahanku [secara, aku yang jadi supir saat itu] ataupun jajahan yang lain. Akhirnya, kami memutuskan untuk go show [maksudnya, udah aja... tarik jabriiiik!] saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rumah pertama, t_wang teng, eh salah dink... Ridwan FT'06. Rumahnya terletak di daerah Gunung Batu, Kotamadya Cimahi [bener kan!?]. Kami terpaksa menepi setelah melewati Jembatan Gunung Batu [yang membentang di atas jalan tol Pasteur] karena dihadapkan pada sebuah pertigaan. Salah satu dari kami menelepon Ridwan, dan hasilnya... tak lama lagi dia akan datang 'membimbing' kami ke rumahnya. Di sela-sela masa penantian [halah...], Dhimas melihat ada sesuatu yang menggelikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SORbbhSpPVI/AAAAAAAAAbQ/PJrfqcDFypU/s1600-h/IMG_4753.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SORbbhSpPVI/AAAAAAAAAbQ/PJrfqcDFypU/s320/IMG_4753.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252423593772006738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melihat sesuatu yang unik dari foto di atas? Kalo belum ketemu, coba perhatikan sekali lagi. Nanti juga ketemu. 5 menit... 10 menit... Aaah, dateng juga Ridwan dengan motornya. Setelah melewati jalan-jalan yang berfluktuatif [naek turun maksudnya...] dan berlubang-lubang [yang katanay Butet adalah program pemerintah untuk mengurangi jumlah penduduk...nah lo, nangkep ga korelasinya???] nyampe juga ke rumahnya. Ternyata di rumahnya sedang ada bapak dan ibunya beserta beberapa saudaranya. Mereka tengah bersiap-siap untuk mengunjungi aki-nya [kakek-nya] Ridwan. Kami sempat mengobrol dengan bapaknya yang merupakan alumni Teknik Mesin ITB angkatan '77 [Yell Boyz!!!] dan merupakan aktivis juga pada zamannya. Bertepatan dengan zamannya yang masih berstatus mahasiswa, kampus tengah diduduki oleh militer. Jadilah beliau cerita beberapa bagian dari pengalamannya beserta orang-orang yang beliau ingat. Satu hal yang aku tangkap dari ceritanya ini adalah kekecewaan beliau terhadap kawan-kawannya yang ternyata setelah menjadi orang-orang yang berada pada level-level pemegang maupun pengatur kebijakan negara ini mencoreng nama baik alumni ITB [dan tentunya angkatan beliau] dengan segala aktivitas-aktivitas yang merugikan negara secara finansial [kebanyakan begitu]. Begitu ya... Mungkin dari kami masih ada yang ingin ditanyakan ke beliau, namun karena harus pergi, pertanyaan-pertanyaan itu harus di-pending dulu. Setelah mengobrol-ngobrol, acara dilanjutkan dengan makan-makan. Hidangan yang ada saat itu adalah Tahu Campur, masakan Jawa Timur. Sayangnya, aku tak sempat memotretnya karena satu dan lain halnya [hehehe...]. Seselesainya, kami sempat menonton film serial Malaysia, &lt;a href="http://sekitarkita.info/ada-apa-upin-dan-ipin-setahun-kemudian.html"&gt;Si Ipin dan Upin 'Setahun Kemudian'&lt;/a&gt;. Tak lama, adzan dzuhur berkumandang. Kami sholat berjama'ah bersama warga sekitar di masjid yang berada tak jauh dari rumah Ridwan. Ada objek yang menarik perhatianku di dekat masjid itu. Turbin angin horizontal dengan jumlah blade yang banyak [lupa jumlahnya berapa...] dan bisa berputar mengikuti arah datangnya angin dan sebuah solar panel sebesar 50 watt [berharga 5 juta]. Di sekelilingnya, terdapat 4 lampu yang terhubung ke 2 pembangkit listrik yang sama sekali tidak menghasilkan emisi. Setelah bertanya ke Ridwan, itu adalah proyek kecil-kecilan seorang pengusaha yang bergerak di bidang pembuatan turbin air. "Cuma Iseng aja katanya beliau", kata Ridwan. Cuma iseng aja tapi mengeluarkan dana sebegitu besarnya. Memang enak kalo uang sudah tidak bernomor seri lagi... Setelah puas dengan kue-kue kering yang dihidangkan dan obrolan-obrolannya sudah mulai jenuh, kami pamit dengan si empunya rumah. Sebelumnya, aku dan Dhimas menyempatkan diri berfoto dengan Ridwan. Yang akhwatnya cukup gigit jari aja [hehehe, peace ya, ki dan pi].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SORi3QlQMwI/AAAAAAAAAbY/5bbwNuJKPcU/s1600-h/IMG_4756.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SORi3QlQMwI/AAAAAAAAAbY/5bbwNuJKPcU/s320/IMG_4756.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252431766904386306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rumah kedua, Ifang, ST [cieeeee! kapan ya Raditya, ST...]. Kembali suhu Ridwan harus membimbing kami untuk sampai ke sini [walaupun tidak sampai tepat di depan rumahnya, tapi sudah cukup membantu...]. Dan kebetulan dia harus pergi juga menyusul orang tua dan adek-adeknya ke rumah aki-nya. Kembali harus mengorbankan pulsa untuk mendapatkan alamat rumahnya Ifang. Setelah menelepon, dapat juga. Jl. Pesantren Kompleks PPTM no. 22B. Oke, semua mata yang ada di mobil saat itu harus mencari plang atau petunjuk apapun yang menunjukkan keberadaan kompleks PPTM. Tak susah mencarinya. Kami menemukan kompleks-nya dan kalo kompleks-nya sudah ketemu, mencari rumahnya menjadi lebih mudah. Sesampainya di rumah Ifang, beberapa dari kami harus berkenalan terlebih dahulu, karena yang kenal hanya aku saja. Obrolan-obrolan ringan mengalir begitu saja, namun terasa aneh karena yang ngobrol hanya aku dan Ifang saja. Sisanya... hanya ikut menimpali atau tertawa saja. Mungkin karena baru pertama kali kenal kali ya!? Di sini, kami 'dipaksa' oleh ibunya Ifang untuk makan siang [lagi]. Hmmm, apa boleh buat, namanya rezeki jangan ditolak donk! [hehehe...] Setelah makan, kami melanjutkan mengobrol. Dari situ, terungkap bahwa kami sekelompok di lingkar cahaya [liqo' maksudnya...]. Jadilah, kawan-kawanku yang berada di situ, cekikikan melihat kebodohan aku dan Ifang keceplosan membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kelompok liqo' kami. Aduh, ketahuan deh... Yasudahlah, karena udah terlanjur basah, mandi aja sekalian jadinya. Setengah jam kemudian, kami berpamitan pulang dengan ibunya dan Ifang juga, melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rumah ketiga, Fikri MG'05. Rumah Fikri terletak di daerah Palasari. Awalnya kami berencana ke sini lewat tol Buah Batu. Namun, karena ketidaktahuan kami dalam memilih pintu tol, [antara Pintu Tol Baros 1 dan 2] terpaksa kami lewati kota Bandung untuk sampai ke sini [karena sotoy memilih Pintu Tol Baros 2]. Baru saja keluar dari pintu Tol Pasteur, kami sudah dihadang macet. Lengkap sudah perjalanan ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di sini kami terpaksa mengulang prosedur yang sama ketika akan menuju rumahnya Ridwan. Kami menepi di jejeran toko-toko buka di Palasari sambil menunggu Fikri datang menjemput. Kembali kami menemukan hal yang aneh dan bodohnya aku tak memotretnya. Jadi tepat di tempat kami berhenti terdapat sebuah plang bertuliskan jumlah uang parkir yang harus dibayarkan berdasarakan perda kota Bandung no sekian garis miring sekian dan seterusnya. Di daftarnya terdapat jenis kendaraan dan berapa besar uang yang harus dibayar. Pada daftar yang teratas tertulis, Truk Gandengan/Trailer sekian rupiah per 2 jam-nya. Truk Gandengan... ada ya??? Gawat! Kalo institusi pemerintah aja menulisnya ga bener apalagi yang diayomi-nya. Bener-bener dah... Nah, bagi yang tinggal di Bandung dan penasaran, coba cek aja di Jl. Palasari depannya TK Bhayangkari [-ra, lupa...]. Tak lama kemudian, Fikri datang dan kembali membimbing kami ke rumahnya. Di sepanjang perjalanan rumahnya, kami melihat Fikri sering menyapa orang-orang setiap kali berpapasan dengan mereka. "Wah, calon ketua RT nih...", pikirku. Karena jalan menuju rumahnya tidak cukup dilalui mobil, aku terpaksa memarkirnya tak jauh dari masjid di daerah situ. Lalu, kami berjalan kaki menuju rumahnya yang tak jauh dari sana. Rumahnya sederhana dengan pohon jambu yang  buahnya tengah ranum. Seorang di antara kami nampak tertarik dengan jambunya [hayo,sapa ya!?hehehe]. Di dalam, kami disambut oleh keponakannya yang bernama Fatma. Lucu dan mungil sekali anaknya. Lalu, kami ditunjukkan foto keluarganya. 7 bersaudara, bro sis! Dengan 3 orang kakak perempuan dan 3 orang adek laki-laki. Jadilah, Fikri anak penghubung yang tua dan muda, yang perempuan dan yang laki-laki. Kembali, adzan berkumandang, menandakan waktu ashar telah tiba. Aku dan Dhimas beserta Fikri segera beranjak ke masjid, sedang Kijang dan Pipi sholat di rumah bersama kakaknya Fikri. Sekembalinya dari masjid, aku merasa ada yang janggal dengan kantong celanaku. Aku merasa kunci mobilku tidak berada di sana. Dan benar! Setelah kurogoh-rogoh isi kantong celanaku, memang tak ada! Ada rasa panik dan tenang yang tengah berkecamuk di diriku saat itu. Panik karena ga ada dan tenang karena kemungkinan besar aku meninggalkannya tertancap di mobil. Tapi, rasa ragu akan kemungkinan tersebut mulai menyelimutiku, sehingga porsi panikku meningkat. Kali ini aku benar-benar panik! Segera aku berjalan keluar dan berlari menuju mobilku ketika sudah berada di luar pagar rumahnya Fikri. Setelah kutengok-tengok ke dalam mobil, memang tertinggal di sana. Panik berkurang. Untung saja aku sudah mengalami hal ini sebelumnya [ketika berada di Purwakarta, walaupun saat itu bukan aku yang mengerjakannya, tapi kupelajari cara-caranya]. Aku minta tolong ke Fikri untuk dicarikan sebuah kawat cukup panjang. Tak lama kemudian, Fikri datang dengan kawatnya. Kebengkokkan salah satu ujungnya. Tik tik tik... JEGREK! Kulihat kuncinya telah terbuka. Kubuka pintu mobil dan kuambil kunci mobilnya. Pyuuuh, that was a close one... Dan kembali aku tak memotret aksiku membobol kunci mobilku sendiri [ternyata ada bakat jadi maling mobil juga nih!hehehe]. Kalau di dua rumah sebelumnya, aku lupa menaruh dimana kuncinya. Saat itu aku malah lupa mencabut kuncinya dari mobil. Parah... Sampe Pipi bilang, "Keknya perlu minum Cerebrovot nih kamu,dit..." Laen lagi dengan Kijang yang bilang, "Dibeliin rante aja, biar bisa dikalungin tu kunci dah..." Semua saran diterima deh [hehehe]. Kami kembali ke rumah Fikri dan mengobrol. Saat itu yang kami obrolkan tidak bisa dikategorikan 'ringan'. Mungkin cocoknya, 'menengah' dan 'berat'. Jadi, kami membicarakan masalah khilfah yang diusung kawan-kawan HTI dan review acara dialog di salah satu televisi swasta nasional antara elite-elite partai politik Islam [yang diwakili PKS, PKB-Muhaimin, PBB] dan nasionalis [yang diwakili Golkar dan PDIP]. Yang seru adalah cerita mengenai dialog partai ini. Fikri menceritakan bahwa tokoh sentral di acara tersebut adalah JK [Jusuf Kalla]. Orang ini memang blak-blakkan kalo mengatakan sesuatu. Yang menjadi sorotan  Fikri [dalam ceritanya] adalah ketika ditanya masalah koalisi. Yang lain mungkin mengatakan akan melihat bagaimana ideologinya atau program-programnya yang pro-rakyat atau tidak. Tapi, tidak dengan JK. Dia mengatakan,"Tidak ada musuh abadi, ataupun kawan abadi, tapi yang ada... kepentingan abadi. Kalo kami pragmatis saja, begitu..." Wah, bahasa mahasiswa banget tuh, begitu komen dari kami. Obrolan seputar itu terus berlanjut hingga pukul 16.00. Terpaksa berhenti karena khawatir sampai di rumah terakhirnya terlalu malam. Jadilah, kami berpamitan pulang dengan Fikri dan kakaknya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rumah terakhir, Essa BI'04 [menteri P&amp;amp;K KM ITB 2008/2009]. Untuk sampai ke sini, kami harus tersesat dulu akibat kesalahan fatal Kijang yang mengatakan alamat yang dikasih oleh kawan kami salah [yang sebenarnya adalah betul]. Wah, bener-bener deh... Jadi, alamatnya yang bener tuh, Jl. Gerlong Tengah 9 no. 6. Tapi, Kijang menyangkal dan mengatakan bahwa rumahnya adalah Jl. Gerlong Tengah no. 9. Dan gaya bicaranya saat itu benar-benar meyakinkan. Setelah kami cari-cari ternyata no. 9 adalah sebuah butik. Kami menjadi ragu. Beneran nih... Kata Pipi, "Ibunya Essa itu kerja... Masa buka butik!? Ga mungkinlah nih..." Hmmmph, segera kuraih HP-ku di kantong celanaku, ketelepon Essa biar lebih pasti. Dan ternyata... Yang benar adalah alamat yang sebelumnya disangkal oleh Kijang. Arrrrghhh! Tak lama setelah berjalan ke arah yang ditunjukkan si empunya rumah via telepon, sampai juga ke rumahnya dan... ternyata bener ini rumahnya. Karena saat itu terdapat mobil laen di depan rumahnya, terpaksa harus mencari lahan parkir di depan rumah orang yang tentunya tidak mengganggu keluar masuknya kendaraan dari rumah itu. Masuk ke rumahnya, wangi  bunga sedap malam yang sudah bergerumul di dalamnya langsung menyerang. Harum banget!  Bapak dan ibunya lagi berada di rumah saat itu.  Lalu, kami bersalaman dengan mereka. Dan begitu datang juga langsung ditawarin makan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebenarnya kami sudah penuh dengan makanan-makanan di rumah-rumah sebelumnya. Tapi, ga enak dengan tuan rumah, akhirnya kami mengiyakannya saja. Tapi, kata Essa, lontongnya tinggal sedikit. Yang akhwat-akhwat ini teringat bahwa mereka membawa lontong pemberian dari seorang teteh di Cimahi sana. Segera diambil oleh Kijang di mobil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Alhamdulillah, semuanya dapat jadinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOR0IbRIpDI/AAAAAAAAAbg/5--JcPxs-WM/s1600-h/IMG_4768.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOR0IbRIpDI/AAAAAAAAAbg/5--JcPxs-WM/s320/IMG_4768.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252450753528243250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat berjalan ke ruang makannya, aku melihat foto keluarganya. "Ternyata anak tunggal toh..." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perut yang sudah mendekati full ini kembali diisi dengan sehingga menjadi benar-benar full. Dengan berbagai ekspresi kekenyangan, semuanya memakan yang ada di mangkuk hingga sendokan terakhir. Seselesainya, kami melaksanakan sholat Maghrib. Karena saat itu lagi hujan dan masjidnya terletak cukup jauh dari rumahnya, terpaksa kami sholat di rumahnya dengan ikhwan dulu melaksanakannya. Seselesainya, kami berpamitan pulang. Duh jadi ga enak memang dengan si empunya rumah. Tapi, takut terlalu malam nantinya. Sudah begitu, aku baru teringat kalo ada yang harus aku lakukan malam itu juga. Ini menyangkut amanah seseorang.  Sedang, Pipi teringat bahwa ikan-ikannya pada belum dikasih makan. Yang lain-lainnya, mungkin ada agenda-agenda yang harus dilakonin malam itu juga. Jadilah, kami terpaksa pulang dengan perasaan ga enak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yah, itu tadi cerita seputar petualangan silaturahmi kami. Keesokan harinya [hari ini], aku mendapatkan hadiah dari petualangan kemarin. Hidung meler dan gangguan pencernaan. Hmmmph, akibat terlalu capek dan terlalu banyak makan [mungkin ya...]. Tapi, perasaan senang karena sudah berkunjung ke rumah kawan-kawan, sedikit lebih mengenal keluarganya dan beragam keunikannya, tidak bisa dikalahkan oleh sakitnya badan ini. Beragam hikmah dari petualangan kemarin menambah khasanah qolbu-ku. Memang, Idul Fitri-ku kali ini...BEDA!&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOSSAPEaoAI/AAAAAAAAAbw/q2DZflJiMvM/s1600-h/ucapan+selamat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOSSAPEaoAI/AAAAAAAAAbw/q2DZflJiMvM/s400/ucapan+selamat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252483598163550210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;[teruntuk pembaca blog-ku]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-6035233887658095078?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/6035233887658095078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=6035233887658095078&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6035233887658095078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6035233887658095078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/10/silaturahim-bukan-rahmi-sebuah-catatan.html' title='Silaturahim (bukan -rahmi)... Sebuah Catatan Perjalanan 4 Orang yang Harus Merelakan Diri Tidak Kembali ke Kampung Halaman...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SORbbhSpPVI/AAAAAAAAAbQ/PJrfqcDFypU/s72-c/IMG_4753.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-1846734929579824429</id><published>2008-09-30T18:42:00.007+07:00</published><updated>2008-10-01T07:28:16.870+07:00</updated><title type='text'>My Blog's New Look!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOIRhJxJ68I/AAAAAAAAAbI/kFA9PrjiqUM/s1600-h/IMG_4750.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOIRhJxJ68I/AAAAAAAAAbI/kFA9PrjiqUM/s320/IMG_4750.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251779376722865090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alhamdulillah, setelah beberapa jam berkutat di dua komputer yang berbeda, akhirnya blog-ku dapat dipermak menjadi sedikit lebih baik. Dengan tambahan dan gubahan di sana-sini, comot sana comot sini, and tha dha... a new look! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadi, makin semangat menuh-menuhin arsip blog-ku nih!hehehe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wallahu'alam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-1846734929579824429?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/1846734929579824429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=1846734929579824429&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1846734929579824429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/1846734929579824429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/my-blogs-new-look.html' title='My Blog&apos;s New Look!'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOIRhJxJ68I/AAAAAAAAAbI/kFA9PrjiqUM/s72-c/IMG_4750.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-3140848691930599631</id><published>2008-09-29T14:53:00.023+07:00</published><updated>2008-10-01T01:24:19.501+07:00</updated><title type='text'>Berbagi...bersama mereka yang hidup di jalanan...</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;'Mahasiswa turun ke jalan' tidak selalu identik dengan mahasiswa yang demo. 'Mahasiswa turun ke jalan' dapat juga diidentikkan dengan agenda-agenda sosial yang dikongkritkan mahasiswa di jalanan, seperti yang baru saja dilakukan oleh kawan-kawan Sobol (Sobat Bolang). Sobol adalah komunitas yang terbentuk pada saat pemilu KM-ITB 2008 sebagai bentuk dukungan pada salah satu calon, Bolang (Bobby-Gilang). Walaupun hasil dari pemilu tersebut menunjukkan bahwa massa kampus ternyata lebih menginginkan calon yang lain menjadi pemimpin mereka, komunitas ini tetap ada dan bertahan hingga saat ini. Ya, itu tadi sekilas tentang who we are.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari itu adalah Rabu, tanggal 24 September 2008. Kami berangkat menuju spot yang telah disurvei di hari sebelumnya. Spot ini merupakan titik dimana ta'jil akan dibagi dan terletak di emperan kawasan pertokoan jalan Asia Afrika. Jalan ini telah menjadi saksi bisu sejarah dari terselenggarannya KAA (Konferensi Asia Afrika) pertama. Jalan yang memiliki fungsi vital di zaman kolonial Belanda ini, kini telah menjelma menjadi pusat aktivitas bisnis sekaligus jalan yang dipenuhi oleh gepeng (gelandangan dan pengemis). Mungkin jika kita datang dari arah timur, sosok-sosok mereka belum terlihat. Kalaupun terlihat itu hanya satu dua saja.  Namun, semakin jauh kita menyusuri jalan ini menuju kawasan pertokoan, semakin naik juga frekuensi kita menjumpai mereka. Sebagian dari mereka mungkin adalah orang-orang kaya atau setidaknya orang-orang yang berkecukupan di daerah asalnya. Tapi, mimpi-mimpi yang dibangun oleh kaum-kaum kapitalis kota, berhasil menarik mereka untuk pergi ke kota mengadu nasib. Beberapa dapat bertahan dengan pekerjaan yang serabutan, namun beberapa lagi terpaksa harus mengadu nasib di jalanan, meminta belas kasihan orang-orang yang melewati mereka bahkan mencuri apapun hanya untuk mengenyangkan perut mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_TqJI3I/AAAAAAAAAWU/W7LG2jK8hrc/s1600-h/IMG_3853.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_TqJI3I/AAAAAAAAAWU/W7LG2jK8hrc/s320/IMG_3853.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251364279378584434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;inilah mereka... [pada saat survei]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_o0pbGI/AAAAAAAAAWc/glYMpano-z8/s1600-h/IMG_3979.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_o0pbGI/AAAAAAAAAWc/glYMpano-z8/s320/IMG_3979.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251364285059787874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_-E6hXI/AAAAAAAAAWs/rbDHkwWWQM8/s1600-h/IMG_3985.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_-E6hXI/AAAAAAAAAWs/rbDHkwWWQM8/s320/IMG_3985.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251364290765161842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_1Ss-uI/AAAAAAAAAW0/-tcrajoc0Wo/s1600-h/IMG_3989.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_1Ss-uI/AAAAAAAAAW0/-tcrajoc0Wo/s320/IMG_3989.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251364288407075554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;persiapan sebelum berbuka, introduksi dan obrolan-obrolan ringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Di balik penampilan mereka yang kumal, ternyata banyak pelajaran hidup yang dapat kita petik dari mereka. Beberapa dari kami sempat mengobrol dengan beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu di sana. Bahkan, seorang kawan kami terlibat obrolan seru dengan seorang bapak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY8gt0UhI/AAAAAAAAAXU/ZYM0_hq0vMI/s1600-h/IMG_3995.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY8gt0UhI/AAAAAAAAAXU/ZYM0_hq0vMI/s320/IMG_3995.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251365330855678482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gilang tengah mengobrol dengan seorang bapak dan nampak antusias mendengar cerita dari si bapak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adzan maghrib berkumandang di langit kota Bandung, nasi bungkus yang telah kami bawa segera dibagikan. Sempat terjadi kekacauan karena ketidaksabaran beberapa oknum dari mereka yang menginginkan nasi bungkus tersebut. Tapi, alhamdulillah, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dalam artian kekacauan yang meluas hingga menyebabkan korban berjatuhan.  Awalnya, kami ingin berbuka bersama dengan mereka. Kita sama-sama makan nasi bungkus dengan mereka. Namun, karena jumlah dari mereka membludak, akhirnya keinginan urung kami lakukan. Selain nasi bungkus, kami juga membagi-bagi es krim untuk mereka. Beberapa anak kecil pun mengantri untuk mendapatkan es krim.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY8ngDcqI/AAAAAAAAAW8/XHb2CkH824w/s1600-h/IMG_3991.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY8ngDcqI/AAAAAAAAAW8/XHb2CkH824w/s320/IMG_3991.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251365332676997794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY8kq6g2I/AAAAAAAAAXE/FrP6rxfjoqM/s1600-h/IMG_3992.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY8kq6g2I/AAAAAAAAAXE/FrP6rxfjoqM/s320/IMG_3992.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251365331917243234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;detik-detik menjelang berbuka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY8rXUhPI/AAAAAAAAAXM/rvUpMY5O7yM/s1600-h/IMG_3993.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY8rXUhPI/AAAAAAAAAXM/rvUpMY5O7yM/s320/IMG_3993.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251365333714109682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pembagian nasi bungkus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY9MT5JFI/AAAAAAAAAXc/2mzp6JRyKXc/s1600-h/IMG_3996.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCY9MT5JFI/AAAAAAAAAXc/2mzp6JRyKXc/s320/IMG_3996.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251365342558102610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;seorang ibu yang tengah menikmati es krim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMOI6PSI/AAAAAAAAAXk/wzIpcmeleoM/s1600-h/IMG_3997.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMOI6PSI/AAAAAAAAAXk/wzIpcmeleoM/s320/IMG_3997.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251367799770201378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atuh,ibu... ga perlu malulah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMKlB0ZI/AAAAAAAAAXs/oAmprFiP4KY/s1600-h/IMG_4005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMKlB0ZI/AAAAAAAAAXs/oAmprFiP4KY/s320/IMG_4005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251367798814396818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;essa dan ibu-ibu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMUoZsRI/AAAAAAAAAX0/gWHCC6UXfOA/s1600-h/IMG_4006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMUoZsRI/AAAAAAAAAX0/gWHCC6UXfOA/s320/IMG_4006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251367801512898834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;alfi lagi dicurhatin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMQG1ZII/AAAAAAAAAX8/zuwWvh_Nqrg/s1600-h/IMG_4010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMQG1ZII/AAAAAAAAAX8/zuwWvh_Nqrg/s320/IMG_4010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251367800298366082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;enak ga dek?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMymWELI/AAAAAAAAAYE/4ARO13K7TXc/s1600-h/IMG_4012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCbMymWELI/AAAAAAAAAYE/4ARO13K7TXc/s320/IMG_4012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251367809557336242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tertawa bersama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBB9sQxI/AAAAAAAAAYM/G1jEgdVKWv4/s1600-h/IMG_4019.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBB9sQxI/AAAAAAAAAYM/G1jEgdVKWv4/s320/IMG_4019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251388498244289298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;seorang anak yang tengah disuapi es krim oleh ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBF0AdvI/AAAAAAAAAYU/HZB-k0U5XmI/s1600-h/IMG_4024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBF0AdvI/AAAAAAAAAYU/HZB-k0U5XmI/s320/IMG_4024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251388499277412082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berpose sambil makan es krim, nyam!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBVdfWAI/AAAAAAAAAYc/5Dkho-aGkFs/s1600-h/IMG_4026.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBVdfWAI/AAAAAAAAAYc/5Dkho-aGkFs/s320/IMG_4026.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251388503477934082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"bentar ya,pak... es krimnya lagi diambil dulu"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBTvY7bI/AAAAAAAAAYk/W-Vj74zar-g/s1600-h/IMG_4027.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBTvY7bI/AAAAAAAAAYk/W-Vj74zar-g/s320/IMG_4027.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251388503016140210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;the ikhwan team [kiri-kanan]: alfi, army, gilang, dan aji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada juga the akhwat team, tapi tidak ditampilkan di sini.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBUgt4vI/AAAAAAAAAYs/xLqHuTIZL54/s1600-h/IMG_4033.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCuBUgt4vI/AAAAAAAAAYs/xLqHuTIZL54/s320/IMG_4033.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251388503223034610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ini dia yang moto-moto.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seselesainya dari situ, kami sholat maghrib di Masjid Agung tak jauh dari spot tadi. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju sebuah rumah makan untuk makan malam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvgpW6ZFI/AAAAAAAAAY0/OibWaFSKHIQ/s1600-h/IMG_4037.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvgpW6ZFI/AAAAAAAAAY0/OibWaFSKHIQ/s320/IMG_4037.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251390140906628178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;duh, ada yang udah lapar nih...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvgsfjLZI/AAAAAAAAAY8/9GFYx_Zm9q0/s1600-h/IMG_4039.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvgsfjLZI/AAAAAAAAAY8/9GFYx_Zm9q0/s320/IMG_4039.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251390141748161938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fahri lagi milih makanannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvgzA5F1I/AAAAAAAAAZE/mzZOv9hQphQ/s1600-h/IMG_4055.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvgzA5F1I/AAAAAAAAAZE/mzZOv9hQphQ/s320/IMG_4055.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251390143498622802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tengah menunggu makanan datang. [kiri-kanan: fahri dan anas]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvg12CNyI/AAAAAAAAAZM/5wLbcenAXdA/s1600-h/IMG_4069.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvg12CNyI/AAAAAAAAAZM/5wLbcenAXdA/s320/IMG_4069.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251390144258389794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aji ga usah pake malu-malu makannya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvhBU3bEI/AAAAAAAAAZU/h9yz1yBP8qY/s1600-h/IMG_4070.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCvhBU3bEI/AAAAAAAAAZU/h9yz1yBP8qY/s320/IMG_4070.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251390147340495938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang tadi udah lapar, kembali bersemangat! [hahaha]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCwpp5OQyI/AAAAAAAAAZc/fmmhEMEKL4s/s1600-h/IMG_4124.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCwpp5OQyI/AAAAAAAAAZc/fmmhEMEKL4s/s320/IMG_4124.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251391395180987170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tengah berdiskusi masalah pencalonan anggota legislatif, nampak serius nih!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga apa yang telah dilakukan hari itu membawa berkah bagi yang terlibat di dalamnya...&lt;br /&gt;Dan menjadi amalan yang berkali-kali lipat seiring dengan berlalunya hari di bulan Ramadhan kali ini...&lt;br /&gt;Ramadhan-ku kali ini...BEDA!&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-3140848691930599631?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/3140848691930599631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=3140848691930599631&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3140848691930599631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3140848691930599631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/berbagibersama-mereka-yang-hidup-di.html' title='Berbagi...bersama mereka yang hidup di jalanan...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOCX_TqJI3I/AAAAAAAAAWU/W7LG2jK8hrc/s72-c/IMG_3853.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-6052815834544889061</id><published>2008-09-29T04:30:00.023+07:00</published><updated>2008-09-29T11:41:56.571+07:00</updated><title type='text'>Another unforgettable journey...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sabtu, 27 September 2008, hari dimana sebagian besar para perantau dengan berbagai profesi sudah kembali ke kampung halamannya untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama para keluarga mereka. Tapi, tidak dengan sekumpulan pemuda yang berkumpul pada pagi itu di sebuah rumah dekat Masjid Salman-ITB. Mereka adalah mahasiswa rantau yang seharusnya sudah berada di rumah mereka masing-masing, membantu orang tua  mereka mempersiapkan rumah untuk hari raya nanti atau sekedar bercengkrama dengan saudara-saudara mereka. Pagi itu mereka harus mengorbankan itu semua untuk sebuah kegiatan yang bertemakan sosial. Mereka rela menunda kepulangan mereka ke kampung halaman hanya untuk berbagi kebahagiaan bersama mereka yang kurang beruntung nun jauh di pelosok kabupaten Purwakarta sana. Ya, pagi itu mereka akan membagi-bagikan baju-baju yang telah tidak terpakai lagi dan beberapa baju baru untuk anak-anak SD. Suatu hal yang terkesan biasa saja, namun menjadi luar biasa di bulan sangat diberkahi oleh-Nya ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perjalanan ini dimulai tepat seperti yang telah direncanakan, walaupun sempat diwarnai oleh keterlambatan oleh salah seorang dari mereka. Ya, semoga saja bisa dimaklumi. Di malam sebelumnya, tiga orang di antara mereka (termasuk yang telambat itu) harus bergadang hingga pukul 02.30 untuk memilah-milah baju-baju bekas tersebut. Sebenarnya hal tersebut tidak menjadi masalah ketika seorang yang terlambat itu tidak menjadi yang menyetir salah satu kendaraan yang dipakai saat itu. Akan menjadi sebuah malapetaka ketika sang supir itu terkantuk-kantuk selama menyetir nanti. Namun, keterlambatan seorang ini tidak terlalu mempengaruhi keberangkatan mereka keluar dari pintu tol Pasteur. Jadi, semuanya cukup right on schedule.&lt;br /&gt;Tujuan mereka adalah sebuah daerah di dekat DAM PLTA Cirata, sebuah pembangkit tenaga listrik untuk Jawa-Bali. Maniis, begitu daerah ini disebut. Maniis merupakan asal dari salah satu di antara mereka yang telah sukses di kota Bandung sebagai pelaku bisnis kuliner yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga mahasiswa ITB, Botram. Beliau inilah yang juga berperan sebagai pimpinan rombongan. Perjalanan ini memakan waktu 2 jam. Mereka keluar dari jalan tol Cipularang melalui pintu tol Ciganea. Sebenarnya ada jalan tercepat menuju daerah tersebut yang pada akhirnya disesali mereka karena dapat menghemat waktu di perjalanan 1 jam. Whew, waktu yang tidak sedikit itu. Tapi, tak mengapalah.&lt;br /&gt;Pemandangan di perjalanan menuju Maniis menyihir mereka. Bukit yang berbatu-batu, pematang sawah yang telah dipanen padinya, perkebunan di sekitar lembah aliran sungai untuk PLTA Cirata, DAM PLTA Cirata, perkebunan karet, kolam ikan terapung milik warga sekitar, dan lain-lain. Tak henti-hentinya kalimat "Maha Suci Allah" terlontar dari mulut-mulut mereka. Namun, kenyamanan menikmati keindahan alam bentukan-Nya sedikit terganggu oleh kondisi jalan memiliki cukup banyak lubang di sana-sini, terutama saat mendekati Maniis. Heran dan bingung mereka dibuat oleh hal ini. Padahal terdapat PLTA, namun mengapa jalannya seperti ini. Memang banyak truk yang lewat jalan ini. Tapi, tentu itu bukan penyebab satu-satunya jalan ini memiliki banyak lubang. Hmmmph, ya sudahlah. Mengenaskan memang. Perlu banyak evaluasi dari pemegang tampuk kekuasaan di daerah ini.&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, mereka menyempatkan diri berhenti untuk memenuhi panggilan-Nya. Setelah itu, mereka menyempatkan diri untuk mengabadikan diri untuk kenang-kenangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOACovrp8iI/AAAAAAAAASk/zX0VBC_qKD8/s1600-h/IMG_4257.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOACovrp8iI/AAAAAAAAASk/zX0VBC_qKD8/s320/IMG_4257.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251200064531591714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;kiri-kanan: Rahim, Ma'mun (pimpinan rombongan), Iman, Ipul, Adul, Adek&lt;br /&gt;belakang: Sufi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Foto di atas kurang 2 orang yang tengah sholat dzuhur, yaitu kembarannya Rahim, Rahman, dan Iqbal, serta seorang lagi yang memotret mereka, Radit. Makanya, hapalkan muka-muka yang terdapat di foto ini, lalu kalian akan tahu siapa saja tidak ada di foto itu melalui foto-foto lainnya yang di posting-an ini.&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan dan tak lama sampailah mereka di Maniis, tepatnya di rumah kakak dari pimpin an rombongan. Mereka tidak langsung membagi-bagikan baju-baju tersebut. Baju-baju baru untuk anak-anak SD ini harus dibungkus oleh plastik terlebih dahulu. Jadi, memang nampak seperti baju-baju baru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOAEzISrFfI/AAAAAAAAASs/OPohOxHfHs8/s1600-h/IMG_4279.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOAEzISrFfI/AAAAAAAAASs/OPohOxHfHs8/s320/IMG_4279.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251202441959642610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di sela-sela membungkus baju baru anak-anak SD&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Baru setelah itu, bajupun dibagi-bagikan. Anak-anak yang telah sedia menunggu di halaman rumah dikumpulkan dan dibariskan untuk menerima baju-baju itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOAFumMBmUI/AAAAAAAAAS0/pKymSmVCDnw/s1600-h/IMG_4307.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOAFumMBmUI/AAAAAAAAAS0/pKymSmVCDnw/s320/IMG_4307.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251203463597103426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;foto bersama kang adek, S.T. [cieeeeee!]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOAFu8xfp-I/AAAAAAAAAS8/y2VewOImdvA/s1600-h/IMG_4320.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOAFu8xfp-I/AAAAAAAAAS8/y2VewOImdvA/s320/IMG_4320.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251203469659842530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menunggu giliran mendapatkan baju&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOAFvCmOsWI/AAAAAAAAATE/vp0ha5KfFsM/s1600-h/IMG_4317.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOAFvCmOsWI/AAAAAAAAATE/vp0ha5KfFsM/s320/IMG_4317.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251203471223206242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"kapan aku dapet bajunya ya?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah anak-anak tersebut mendapat bagiannya masing-masing, kami melanjutkan perjalanan menuju kampung yang tak jauh dari sana. Jalan menuju kampung yang pertama ini masih jelek. Pemadatan jalan hanya berupa serakan batu-batu saja. Kalaupun ada yang berbeton, itu hanya beberapa meter saja. Setelah itu kembali shock-breaker mobil harus bersedia menerima beban-beban dinamik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesampainya di kampung pertama, prosedur yang dilakukan sama. Namun, ada penambahan permainan, supaya tidak terkesan garing. Ohya, di kampung pertama inilah pimpinan rombongan menghabiskan masa-masa kecilnya. Di sana juga terdapat rumah nenek beliau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBtVGcRcI/AAAAAAAAATM/xZWXRbWZuyk/s1600-h/IMG_4347.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBtVGcRcI/AAAAAAAAATM/xZWXRbWZuyk/s320/IMG_4347.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251269412528080322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"yok, ngariung-ngariung!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBtmUGQ8I/AAAAAAAAATU/X15MRKOXloU/s1600-h/IMG_4353.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBtmUGQ8I/AAAAAAAAATU/X15MRKOXloU/s320/IMG_4353.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251269417148761026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ayo, senyum semuanya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBtpeGocI/AAAAAAAAATc/NkRBdVJoHyM/s1600-h/IMG_4376.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBtpeGocI/AAAAAAAAATc/NkRBdVJoHyM/s320/IMG_4376.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251269417996034498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kak sufi sedang memimpin sebuah permainan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBttk1mhI/AAAAAAAAATk/SobmpjZ9p0E/s1600-h/IMG_4381.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBttk1mhI/AAAAAAAAATk/SobmpjZ9p0E/s320/IMG_4381.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251269419098020370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"adek-adek!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBt4OkL2I/AAAAAAAAATs/q4zL36Db1TI/s1600-h/IMG_4382.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBBt4OkL2I/AAAAAAAAATs/q4zL36Db1TI/s320/IMG_4382.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251269421957394274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;goyang kan tanganmu ke kiri dan kanan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah semua permainan selesai, barulah baju-baju dibagikan. Tapi, ada syaratnya mata harus ditutup. Lalu, baju akan dibagikan secara acak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBHmYpjdgI/AAAAAAAAAT0/VvSueokFRNA/s1600-h/IMG_4398.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBHmYpjdgI/AAAAAAAAAT0/VvSueokFRNA/s320/IMG_4398.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251275890291340802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ini contoh yang benernya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBH091WMiI/AAAAAAAAAUE/_quQjLwKygY/s1600-h/IMG_4397.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBH091WMiI/AAAAAAAAAUE/_quQjLwKygY/s320/IMG_4397.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251276140791083554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan ini adalah contoh yang salahnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBHmvz_pzI/AAAAAAAAAT8/ZVECqbKnm1M/s1600-h/IMG_4405.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBHmvz_pzI/AAAAAAAAAT8/ZVECqbKnm1M/s320/IMG_4405.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251275896509146930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"ya ya ya,semuanya dapat kok..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selesai di sini, mereka melanjutkan ke kampung berikutnya. Kembali menyusuri jalan yang berbatu dan kali ini lebih masuk ke dalam, melewati perkebunan karet dengan pohon-pohonnya yang hijau dan rindang. Dahannya menari-nari dengan gemulai seiring dari hembusan angin yang berlalu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBJNN-ofaI/AAAAAAAAAUM/qKca04AgUTg/s1600-h/IMG_4415.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBJNN-ofaI/AAAAAAAAAUM/qKca04AgUTg/s320/IMG_4415.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251277656953486754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada bakat jadi model nih! [hahaha]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kalau di kampung sebelumnya, masihlah mendapatkan rumah-rumahnya dalam keadan yang layak dan kokoh, memakai bahan bangunan yang semestinya, seperti semen, batu bata, dll. Di kampung kedua ini jarang ditemukan. Hanya bambu dan kayulah elemen pembangun rumah-rumah mereka. Dari situ, dapat diukur seberapa besar kemampuan ekonomi mereka. Yang mengherankan adalah semiskin apapun mereka, tak nampak kesedihan di wajah-wajah mereka. Mereka semua nampak bahagia. Senyum-senyum keikhlasan dengan keadaan mereka yang apa adanya menghiasi wajah-wajah itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_AIoAQI/AAAAAAAAAUU/cofYnQFpUaA/s1600-h/IMG_4428.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_AIoAQI/AAAAAAAAAUU/cofYnQFpUaA/s320/IMG_4428.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251281810765644034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;foto bersama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_dFQGrI/AAAAAAAAAUc/tEbl6Bd3hxU/s1600-h/IMG_4439.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_dFQGrI/AAAAAAAAAUc/tEbl6Bd3hxU/s320/IMG_4439.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251281818536123058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ni anak kesenangan difoto kali ye!?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_lJQXcI/AAAAAAAAAUk/hC3tkm8RrnE/s1600-h/IMG_4440.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_lJQXcI/AAAAAAAAAUk/hC3tkm8RrnE/s320/IMG_4440.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251281820700401090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang berbaju 'England' ngeliat kemana tuh!?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_5-49-I/AAAAAAAAAUs/nLfrFnBxT-U/s1600-h/IMG_4452.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_5-49-I/AAAAAAAAAUs/nLfrFnBxT-U/s320/IMG_4452.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251281826294069218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ayo,ngeliatin sapa tuh!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_4P5TlI/AAAAAAAAAU0/J1i28aDiECc/s1600-h/IMG_4454.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBM_4P5TlI/AAAAAAAAAU0/J1i28aDiECc/s320/IMG_4454.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251281825828523602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;curi-curi kalean yang ngeliat kamera!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBOhTU6aYI/AAAAAAAAAU8/w1XIOHhnDtQ/s1600-h/IMG_4467.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBOhTU6aYI/AAAAAAAAAU8/w1XIOHhnDtQ/s320/IMG_4467.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251283499544635778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;"eh eh, kita tukeran yuk!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selanjutnya, rombongan kembali melanjutkan perjalanan, kembali ke jalan utama. Tak jauh jalan tempat masuk menuju kampung pertama dan kedua, kembali mereka menghadapi jalan yang berbatu dan lebih masuk lagi ke dalam. Ketika melewati perkebunan karet, samar-samar terlihat danau Cirata di antara rapatnya pohon-pohon karet. Tapi, itu tujuan mereka setelah kampung ketiga ini. Kampung ini terletak di tengah-tengah perkebunan karet. Sehingga jalan masuknya benar-benar di antara pohon-pohon tersebut.&lt;br /&gt;Kondisi rumah dan masyarakatnya kurang lebih sama dengan yang ada di kampung sebelumnya. Hanya kuantitas penduduknya lebih sedikit daripada kampung-kampung sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRfWtkbjI/AAAAAAAAAVE/l6cI_QCfUhQ/s1600-h/IMG_4479.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRfWtkbjI/AAAAAAAAAVE/l6cI_QCfUhQ/s320/IMG_4479.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251286764628504114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akhirnya sang fotografer yang daritadi moto-moto, kefoto juga akhirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRfulVpuI/AAAAAAAAAVM/r4dpQEeaxfs/s1600-h/IMG_4480.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRfulVpuI/AAAAAAAAAVM/r4dpQEeaxfs/s320/IMG_4480.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251286771036432098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hore hore dapat baju baru!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRfmct1JI/AAAAAAAAAVU/ltLBKVroRII/s1600-h/IMG_4483.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRfmct1JI/AAAAAAAAAVU/ltLBKVroRII/s320/IMG_4483.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251286768852784274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngeliatin apa yak!?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRf2gayGI/AAAAAAAAAVc/OS4oFhHEQ38/s1600-h/IMG_4508.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRf2gayGI/AAAAAAAAAVc/OS4oFhHEQ38/s320/IMG_4508.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251286773163280482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;alhamdulillah, ya ki...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRf3i9B-I/AAAAAAAAAVk/z9bAzp4STQ8/s1600-h/IMG_4525.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBRf3i9B-I/AAAAAAAAAVk/z9bAzp4STQ8/s320/IMG_4525.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251286773442349026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ckckck, masih kecil udah ngelamun. bajunya kedodoran pulak...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Seharian rombongan bekerja keras, keliling 3 kampung membagi-bagikan sebagian rezeki dan kebahagiaan bersama yang kurang beruntung karena tidak adanya kesempatan mereka memperoleh kehidupan yang layak akibat kebijakan salah urus pemerintah. Rakyat kecil dijadikan kelinci percobaan penerapan sistem ekonomi yang sudah barang tentu tidak berpihak rakyat kecil. Ya, inilah akibatnya. Bagaimana generasi mudanya mau menjadi aset bangsa ini, kalau gizi saja tidak terpenuhi. Bagaimana mereka mau maju, kalau pendidikan hanya dibatasi hanya untuk kaum yang berduit saja. Hmmmph, begitu banyak PR bagi para mahasiswa dan kawula muda sekarang yang merupakan icon penerus kelangsungan hidup bangsa ini...&lt;br /&gt;Kembali ke cerita, sore harinya rombongan berbuka puasa di pinggir danau, setelah sebelumnya berkeliling danau dengan perahu. Rona merah kekuninngan ufuk langit Maniis saat itu begitu indah. Benar-benar momen yang tidak dapat lekang dari ingatan ini. Pantulannya di danau semakin menambah ketakjuban akan kreasi-Nya menghiasi alam ini. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXGrytAaI/AAAAAAAAAVs/yjdCz2oGdng/s1600-h/IMG_4583.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXGrytAaI/AAAAAAAAAVs/yjdCz2oGdng/s320/IMG_4583.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251292937860219298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Allahuakbar!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXG0zTOBI/AAAAAAAAAV0/9YNoZa95skQ/s1600-h/IMG_4587.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXG0zTOBI/AAAAAAAAAV0/9YNoZa95skQ/s320/IMG_4587.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251292940278642706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;eh, muncul lagi neh, the photographer...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXG0ZvEdI/AAAAAAAAAV8/K8FU7ce0Wjo/s1600-h/IMG_4596.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXG0ZvEdI/AAAAAAAAAV8/K8FU7ce0Wjo/s320/IMG_4596.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251292940171416018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sesaat sebelum perahu terguncang...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXHKJihcI/AAAAAAAAAWE/XlQIUhRdmPY/s1600-h/IMG_4604.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXHKJihcI/AAAAAAAAAWE/XlQIUhRdmPY/s320/IMG_4604.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251292946009064898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;coba liat lebih dekat...iman tuh mirip aaf ga!? [hahaha]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXHDBk4TI/AAAAAAAAAWM/DCHkYcSwVSs/s1600-h/IMG_4632.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOBXHDBk4TI/AAAAAAAAAWM/DCHkYcSwVSs/s320/IMG_4632.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251292944096616754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;halah, ini lagi... ikan udah mati masih aja dipamerin!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah berbuka dan makan malam, mereka kembali ke Bandung membawa sejuta kenangan yang dapat menjadi oleh-oleh terindah mereka untuk keluarga yang ada di kampung halaman. Ya, semoga saja membawa ibroh yang sadar akan keberadaannya.&lt;br /&gt;Ramadhan-ku kali ini...BEDA!&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-6052815834544889061?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/6052815834544889061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=6052815834544889061&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6052815834544889061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/6052815834544889061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/another-unforgettable-journey.html' title='Another unforgettable journey...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SOACovrp8iI/AAAAAAAAASk/zX0VBC_qKD8/s72-c/IMG_4257.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-2963327970632456862</id><published>2008-09-19T21:15:00.004+07:00</published><updated>2008-09-19T22:44:17.905+07:00</updated><title type='text'>Sesaat merasakan menjadi orang lain...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEvrKwSsI/AAAAAAAAAR0/bg5MpGdFLs8/s1600-h/Egon+069.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEvrKwSsI/AAAAAAAAAR0/bg5MpGdFLs8/s320/Egon+069.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247754314137488066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEv5lCvjI/AAAAAAAAAR8/6PuMQci1iTU/s1600-h/Egon+071.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEv5lCvjI/AAAAAAAAAR8/6PuMQci1iTU/s320/Egon+071.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247754318005845554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Terkadang untuk berempati dengan profesi seseorang, tidak cukup hanya dengan melihat saja. Melibatkan diri ke dalam profesi orang tersebut secara langsung dapat memantapkan empati, bahkan hormat dan kekaguman kita. Inilah yang kurasakan saat menjadi pemanen eceng gondok bersama 3 kawan sejurusanku selama 1 hari di daerah Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Econg gondok yang dipanen ini akan digunakan untuk memproduksi biogas. Nice... Gas ini nantinya dapat digunakan untuk pembangkitan listrik dan kebutuhan rumah tangga seperti memasak. Ternyata, tumbuhan yang merugikan dapat juga menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat. Begitulah kekuasaan Allah, pencipta dari tumbuhan ini yang tidak menciptakannya tanpa perencanaan yang matang. Subhanallah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Eceng gondok ini tumbuh secara bergerombol sehingga nampak seperti permadani hijau yang terbentang dari permukaan air sungai. Konsekuensinya, laju aliran sungai yang digunakan untuk PLTA Saguling menjadi berkurang. Berbagai teori untuk menjelaskan pengaruh keberadaan eceng gondok yang menghambat laju aliran sungai bermunculan di antara kami saat tengah beristirahat dari memanen eceng gondok. Mulai dari fenomena konveksi sampai kurva distribusi kecepatan fluida terjadi. Kami saling mengadu argumen, namun tidak sampai pada konklusi logis yang dapat menjelaskan pengaruh keberadaan eceng gondok terhadap berkurangnya laju aliran sungai. Hehehe, suka tersenyum sendiri kalau aku mengingatnya... Okelah, itu sekedar intermezo saja. Nah, untuk dapat mencapai ke pinggiran sungai, kami harus melewati sampah-sampah kering yang berserakan, tanah yang lembek, serta kontur tanah yang menurun. Phew, berat memang, apalagi saat itu kami tengah berpuasa. Ditambah teriknya sinar matahari dan bau busuk dari sampah-sampah itu, membuat pekerjaan ini semakin menantang!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEwKApPJI/AAAAAAAAASE/MVjIXj9rcCk/s1600-h/P1050841.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEwKApPJI/AAAAAAAAASE/MVjIXj9rcCk/s320/P1050841.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247754322416581778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jumlah dari eceng gondok yang harus kita panen adalah sekitar 370 kg. Dengan jumlah kami yang berempat, berarti per oragnya harus mengangkut sebanyak 92,5 kg total. Itu sama dengan mengangkut 5 kg beras sebanyak 18,5 kali bolak balik. Phew! Awesome! Tapi, alhamdulillah, karena mengerjakannya rame-rame jadi lumayan ringan. Apalagi di sela-sela kami memanen, diselingi dengan cerita-cerita yang lucu dan berbagai keisengan-keisengan. Saat lelah menyerang, bau dari sampah-sampah yang berserakan di sekitar tidak lagi mempan membuat kami jijik untuk sekedar rebah-rebahan di atasnya. Enak juga... Ditambah dengan hembusan angin yang sesekali bisa menerbangkan topi yang tengah kupakai saat itu. Entah mengapa, bau-bau yang sering kita menutup hidung kalau kita menciumnya, menjadi biasa saja. Hehehe... jorok sih emang. Tapi, berani kotor itu kan baik [ooops].&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEwfiGRzI/AAAAAAAAASM/UDULbrUnEPQ/s1600-h/P1050843.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEwfiGRzI/AAAAAAAAASM/UDULbrUnEPQ/s320/P1050843.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247754328194041650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEwly2hwI/AAAAAAAAASU/aolWTzkEBTA/s1600-h/P1050849.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEwly2hwI/AAAAAAAAASU/aolWTzkEBTA/s320/P1050849.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247754329874925314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhir cerita, kami baru balik dari sana pukul 6 sore, tepat saat adzan berkumandang. Alhamdulillah, seharian menguras bahan bakar sahur plus lain-lain yang entah datang darimana, akhirnya tangki bahan bakar dapat terisi kembali. Nikmat sekali rasanya berbuka saat itu... Ditemani kawan-kawan seperjuangan hari itu...&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPF3UIc1UI/AAAAAAAAASc/-mftUUYvt4o/s1600-h/P1050852.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPF3UIc1UI/AAAAAAAAASc/-mftUUYvt4o/s320/P1050852.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247755544904389954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-2963327970632456862?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/2963327970632456862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=2963327970632456862&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2963327970632456862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2963327970632456862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/sesaat-merasakan-menjadi-orang-lain.html' title='Sesaat merasakan menjadi orang lain...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SNPEvrKwSsI/AAAAAAAAAR0/bg5MpGdFLs8/s72-c/Egon+069.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-3895252889912351629</id><published>2008-09-15T17:19:00.003+07:00</published><updated>2008-09-15T17:39:11.970+07:00</updated><title type='text'>Die in vain... just for $ 4,25</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Indonesia kembali menyumbangkan berita untuk salah satu stasiun televisi international, Al-Jazeera. Jangan dulu senang,kawan! Sebab berita yang dimuat di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://english.aljazeera.net/news/asia-pacific/2008/09/200891574518770132.html"&gt;situsnya&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; bukan berita yang membanggakan. Namun, menyedihkan, menyesakkan dada. Bagaimana tidak, puluhan orang, kaum ibu, meninggal terhimpit di antara sesaknya kerumunan yang akan menerima sedekah Ramadhan dari sebuah keluarga kaya raya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SM46m6lfv-I/AAAAAAAAARs/qqQMtJpFkCc/s1600-h/20089158585546734_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SM46m6lfv-I/AAAAAAAAARs/qqQMtJpFkCc/s320/20089158585546734_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246195056169172962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;[courtesy of Al-Jazeera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut berita tersebut, selain kurangnya koordinasi dengan pihak kepolisian, jumlah yang mengantri bertambah dari tahun sebelumnya [pembagian ini merupakan acara tahunan keluarga kaya raya tersebut]. Apa yang terindikasi dari sini? Aku yakin kawan-kawan sudah dapat menyimpulkannya. Di tengah himpitan kenaikan harga-harga kebutuhan dari sektor-sektor vital, jumlah rakyat miskin yang meningkat merupakan hal yang tidak terelakkan. Yang awalnya memiliki status 'hampir miskin', harus merelakan diri menyematkan status baru 'miskin'.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Entah apakah para penguasa negeri ini membaca berita tersebut. Semoga saja membaca. Sehingga cakrawala sosialnya terbuka, bahwa kebijakan yang melenceng sedikit saja, dapat menyebabkan big cathastrophy. Sehingga mereka dapat melihat, many people die in vain, mati dalam kesia-siaan. Manusia-manusia yang merupakan aset dari bangsa ini, bergelimpangan tak bernyawa akibat kebijakan 'salah urus'-nya penguasa negeri.&lt;br /&gt;Wallahu'alam, &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-3895252889912351629?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/3895252889912351629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=3895252889912351629&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3895252889912351629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3895252889912351629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/die-in-vain-just-for-425.html' title='Die in vain... just for $ 4,25'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SM46m6lfv-I/AAAAAAAAARs/qqQMtJpFkCc/s72-c/20089158585546734_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-3525564581465562052</id><published>2008-09-09T14:44:00.003+07:00</published><updated>2008-09-09T14:50:38.424+07:00</updated><title type='text'>Cerah kalee...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYpkTurBFI/AAAAAAAAARk/Eg_dcW3SZ30/s1600-h/IMG_3244.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYpkTurBFI/AAAAAAAAARk/Eg_dcW3SZ30/s320/IMG_3244.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243924519867581522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bandung hari ini begitu cerah. Pencahayaan yang bagus untuk fotografi. Ingin rasanya keluar mengabadikan setiap momen aktivitas manusia dengan berbagai profesinya dalam mengisi waktu menjelang buka. Tapi, kemana?&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Bimbang...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-3525564581465562052?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/3525564581465562052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=3525564581465562052&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3525564581465562052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3525564581465562052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/cerah-kalee.html' title='Cerah kalee...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYpkTurBFI/AAAAAAAAARk/Eg_dcW3SZ30/s72-c/IMG_3244.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-2143364231986904475</id><published>2008-09-09T13:07:00.004+07:00</published><updated>2008-09-09T13:38:04.478+07:00</updated><title type='text'>Imagine a World without Engineer...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tak lama setelah menulis artikel sebelumnya yang berjudul "Kerjaan lagi...", aku membuka email-ku dan menemukan satu posting-an yang cukup menarik dari seorang kawan di suatu milis. Judul posting-nya kurang lebih seperti di atas. Isinya adalah gambaran-gambaran dunia tanpa orang-orang yang merekayasa (engineer).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUuey4C5I/AAAAAAAAAQ0/CY91KkHiG8s/s1600-h/download.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUuey4C5I/AAAAAAAAAQ0/CY91KkHiG8s/s320/download.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243901604892511122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aeronautical Engineers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUuiDfLpI/AAAAAAAAAQ8/ZhmHO_3V_Jc/s1600-h/download-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUuiDfLpI/AAAAAAAAAQ8/ZhmHO_3V_Jc/s320/download-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243901605767491218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Electrical Engineers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUu9YRhfI/AAAAAAAAARE/EgJPL0PKysI/s1600-h/download-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUu9YRhfI/AAAAAAAAARE/EgJPL0PKysI/s320/download-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243901613102433778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mechanical Engineers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUvORzkFI/AAAAAAAAARM/gLofpLfkCIQ/s1600-h/download-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUvORzkFI/AAAAAAAAARM/gLofpLfkCIQ/s320/download-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243901617638707282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Civil Engineers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUvFIk1jI/AAAAAAAAARU/qW2yOe5nFcU/s1600-h/download-4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUvFIk1jI/AAAAAAAAARU/qW2yOe5nFcU/s320/download-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243901615184074290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Communication Engineer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYVLqLoeKI/AAAAAAAAARc/S1PyD_s5gUw/s1600-h/download-5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYVLqLoeKI/AAAAAAAAARc/S1PyD_s5gUw/s320/download-5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243902106165344418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Computer Engineers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Memang terkesan arogan dan mungkin berlebihan penggambarannya. Tapi, begitulah faktanya. Engineer merekayasa setiap persamaan-persamaan yang ada, yang telah ditemukan oleh para ilmuwan eksak, untuk disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Engineer menjadikan persamaan-persamaan yang tertulis di atas kertas menjadi sesuatu yang bisa 'dijilat'[istilah salah satu dosen Teknik Produksi di Teknik Mesin ITB]. Engineer [yang memiliki hati nurani] tidak akan merekayasa setiap rupiah uang milik rakyat untuk keuntungan beberapa pihak ketika diberikan proyek-proyek pemerintah. Engineer [yang memiliki hati nurani] seharusnya menyuarakan kejanggalan-kejanggalan yang terdapat dalam anggaran pengadaan suatu barang atau proyek. &lt;br /&gt;Teruntuk kalian, wahai Para Perekayasa [Peradaban]!&lt;br /&gt;Happy Engineers Day!&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-2143364231986904475?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/2143364231986904475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=2143364231986904475&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2143364231986904475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2143364231986904475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/imagine-world-without-engineer.html' title='Imagine a World without Engineer...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYUuey4C5I/AAAAAAAAAQ0/CY91KkHiG8s/s72-c/download.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-5691970702239374498</id><published>2008-09-09T11:24:00.005+07:00</published><updated>2008-09-09T12:59:02.306+07:00</updated><title type='text'>Kerjaan lagi...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Well, that's the risk by taking another internship program. Mo gimana lagi. KP (Kerja Praktek) yang sebelumnya dapat E karena kelalaian dan kekenyolan diriku. Jadi, harus diulang lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alhamdulillah, hari ini sudah dapat tempatnya. Di PT. NTP, singkatan dari Nusantara Turbin dan Propulsi. Sewaktu masih menjadi bagian dari PT. DI, perusahaan ini bernama UMC. Sekarang perusahaan ini sudah berdiri sendiri dan mengkhususkan diri pada maintenance segala jenis turbin gas, pompa industri, dan turbin uap.&lt;br /&gt;Singkat cerita, aku mendapat topik, yang seharusnya diselesaikan oleh temenku. Namun, karena satu dan lain hal, temenku ini tidak dapat melanjutkannya. Topiknya mengenai pemilihan material yang cocok untuk NGV, nozzle guide vanes. Apa itu NGV?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYAxKjWYBI/AAAAAAAAAQk/rj8TAESNfFk/s1600-h/services.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYAxKjWYBI/AAAAAAAAAQk/rj8TAESNfFk/s320/services.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243879660765732882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari gambar di atas, dapat dilihat NGV terdapat di bagian yang dilingkari. Bagian itu bisa dikatakan sebagai hot section-nya turbin gas. Di sana gas hasil pembakaran [dengan temperatur bisa mencapai 600 derajat celcius] di combustor akan berekspansi dan menggerakkan turbin. Turbin itu sendiri dari beberapa tingkat, yang setiap tingkatannya terdiri stator dan rotor. Stator ini yang kita namakan dengan NGV. Lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYGcpWQ8CI/AAAAAAAAAQs/zJzw39wBtMQ/s1600-h/Stage+turbin.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYGcpWQ8CI/AAAAAAAAAQs/zJzw39wBtMQ/s320/Stage+turbin.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243885905324863522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebelum melangkah lebih jauh, mungkin teman-teman bingung dengan istilah stator dan rotor. Stator adalah bagian dari sudu turbin yang tidak berputar, sedang rotor adalah bagian yang berputarnya. Jadi, dari gambar di atas, stator ada sudu yang terletak di depan dan rotor di belakangnya. NGV, nozzle guide vanes. Sesuai dengan namanya, susunan dari sudu-sudu stator membentuk profil melintang dari nozzle [dengan khasnya dengan luas permukaan yang semakin mengecil]. Pembentukan ini bukan tanpa maksud. Hal ini untuk mengkompensasi pengurangan momentum [ekses dari pengurangan kecepatan] yang hilang setelah melewati tingkat sebelumnya. Jadi, dengan adanya stator di tingkat berikutnya, diharapkan momentumnya dapat ditingkatkan. Namun, kenaikan momentum ini tidak akan setinggi tingkat sebelumnya.&lt;br /&gt;Karena NGV berada dalam posisi diam dan ia dikenakan oleh momentum dari gas panas, maka akan terjadi tegangan pada bagian-bagian tertentu. Tegangan ini seringkali disebut dengan thermal stress. Fokus dari topik KP-ku adalah menganalisis thermal stress yang terjadi NGV dengan 2 tipe material yang berbeda. Menarik! Namun, aku dibuat bingung oleh software yang akan digunakan. Ada Ansys, Catia, dan Fluent...&lt;br /&gt;Any suggestion?&lt;br /&gt;Dengan adanya topik ini, terpaksa aku mengerjakan pararel dengan tugas akhir yang berbicara tentang turbin angin vertikal. Hmmm, semoga bisa menjadi nilai perjuangan tersendiri di lembaran kisah hidupku.&lt;br /&gt;Ya Allah, kugantungkan semua keputusan terakhir pada setiap momen kehidupanku hanya pada-Mu...&lt;br /&gt;Sungguh hanya ikhtiar dan do'a yang dapat kulakukan...&lt;br /&gt;Tiada yang lebih berkuasa atas diriku selain Engkau, ya Rabb...&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-5691970702239374498?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/5691970702239374498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=5691970702239374498&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5691970702239374498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5691970702239374498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/kerjaan-lagi.html' title='Kerjaan lagi...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMYAxKjWYBI/AAAAAAAAAQk/rj8TAESNfFk/s72-c/services.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-8958602442444046293</id><published>2008-09-08T23:49:00.006+07:00</published><updated>2008-09-09T00:34:19.653+07:00</updated><title type='text'>Pukul 00.30</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3 jam sebelum sahur...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Aku tak bisa memejamkan mata malam itu. Seperti ada yang mengganjal. Namun, apa itu... aku juga tak tahu. Dalam keadaan kamarku yang telah gelap, ku-review semua aktivitasku hari itu yang tercatat dengan rapi di handphone-ku. Tak ada satupun yang terlalaikan. Semua yang kurencanakan terlaksana.&lt;br /&gt;Lama aku termenung memikirkan apa yang membuatku tidak bisa tidur. Jawaban yang kutunggu-tunggu tak kunjung datang, akhirnya kuputuskan untuk memotret benda-benda yang kira-kira memiliki nilai seni. Ya, menyibukkan diri barang beberapa jam.&lt;br /&gt;Kuambil semua perlengkapan untuk sesi pemotretan dalam ruang gelap, mulai tripod, lampu belajar, dan kamera SLR tentunya. Objek... apa ya objeknya... Ah, foto sajalah, pikirku. Kuambil semua foto yang kira-kira cocok. Kuatur masing-masing posisinya. Oke, all set. CEKRIK!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMVb_qhCjaI/AAAAAAAAAQc/zCWm3lbM9xg/s1600-h/IMG_2915.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMVb_qhCjaI/AAAAAAAAAQc/zCWm3lbM9xg/s320/IMG_2915.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243698490445565346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hasilnya tidak langsung jadi seperti di atas. Setelah melalui berbagai pengaturan, jadilah seperti gambar di atas.&lt;br /&gt;Melihat foto-foto yang terdapat dalam foto di atas [jangan bingung ya!hehehe], masing-masing memiliki kisahnya. Potongan-potongan kisah mengenai foto tersebut terbersit satu demi satu di benakku. Teman-teman 3-4 sewaktu di SMP Nasional KPS. Hanya beberapa yang masih aku temui dan berhubungan. Teman-teman Sobat Bolang yang walaupun kalah namun tetap solid. Beberapa sudah lulus dan beberapa lagi akan lulus dalam waktu dekat ini. Lalu, ada teman-teman satu kontingen Jambore Nasional 2001 mewakili kota Balikpapan. Terakhir, teman-teman Mesin yang terikat dalam kelompok jarkom Tubagus Ismail. Tersenyum aku mengingat itu semua. Suka duka, susah senang, tangis kekalahan, petualangan yang tak henti-hentinya memicu adrenalin, teman baru, konflik fisik, pertentangan pendapat... semua memori itu tersimpan dengan rapi di foto-foto tersebut.&lt;br /&gt;Hmmph, lama kuterduduk memandangi foto-foto yang baru saja kupotret. Tak terasa waktu sudah berlalu beberapa jam. Dan mata ini mulai menunjukkan gelagat-gelagat akan tertutup. Kusudahi sesi pemotretan malam itu.&lt;br /&gt;Hup! Naik ke atas kasur... Dan akhirnya... sukses tertidur...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Teman, terima kasih telah bersedia menjadi bagian dari perjalanan hidupku... Kalianlah lebah-lebah madu yang mengekstrak nectar dan membantu polinisasi bunga-bunga di tamanku... Kalianlah bintang-bintang yang menghiasi gelapnya malamku dan menerangi jalanku menuju kepastian...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-8958602442444046293?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/8958602442444046293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=8958602442444046293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8958602442444046293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8958602442444046293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/pukul-0130.html' title='Pukul 00.30'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMVb_qhCjaI/AAAAAAAAAQc/zCWm3lbM9xg/s72-c/IMG_2915.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-3868347084917093174</id><published>2008-09-07T14:14:00.006+07:00</published><updated>2008-09-08T04:35:21.779+07:00</updated><title type='text'>Sampah = Berharga?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD-sM1eoI/AAAAAAAAAPk/oFf7NW1hp70/s1600-h/IMG_3202.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD-sM1eoI/AAAAAAAAAPk/oFf7NW1hp70/s320/IMG_3202.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243179504229513858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mungkin bagi sebagian kita sampah adalah residu yang harus kita buang, pokoknya harus dilenyapkan dari pandangan kitalah. Kita menganggap sampah-sampah tersebut tidak berharga. Tapi, tidak bagi sebagian yang lain. Sampah adalah buah penghidupan mereka. Sampah adalah penyambung hidup mereka. Sampah adalah rupiah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD_B3itMI/AAAAAAAAAP0/q95UEpNS_Dg/s1600-h/IMG_3206.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD_B3itMI/AAAAAAAAAP0/q95UEpNS_Dg/s320/IMG_3206.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243179510045783234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD-9QCocI/AAAAAAAAAPs/jCGpxB2NSnI/s1600-h/IMG_3204.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD-9QCocI/AAAAAAAAAPs/jCGpxB2NSnI/s320/IMG_3204.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243179508806361538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mereka rela di tengah teriknya matahari bergerumul dengan sampah-sampah tersebut, memilah-milah, mencari-cari mana yang kira-kira bisa di-kilo-kan. Bau menyengat, lalat-lalat yang menari-nari, belatung yang menggeliat di tanah adalah teman mereka di kala pagi, sore, siang, dan malam. Mereka tidak peduli. Hanya untuk  bertahan hidup...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD_QGoT_I/AAAAAAAAAP8/STRXV9gYK-A/s1600-h/IMG_3211.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD_QGoT_I/AAAAAAAAAP8/STRXV9gYK-A/s320/IMG_3211.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243179513867161586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini... aku menyaksikan hal tersebut di salah satu TPA di Kabupaten Bandung. Berpuluh-puluh truk pengangkut sampah datang setiap menitnya. Membawa rejeki dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kotamadya Cimahi untuk mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD_tf1F9I/AAAAAAAAAQE/3Lb6jrRCzf4/s1600-h/IMG_3217.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD_tf1F9I/AAAAAAAAAQE/3Lb6jrRCzf4/s320/IMG_3217.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243179521757485010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOFSih7Q2I/AAAAAAAAAQM/73p9UGgbskU/s1600-h/IMG_3219.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOFSih7Q2I/AAAAAAAAAQM/73p9UGgbskU/s320/IMG_3219.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243180944742630242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melihat seperti itu, masih beranikah kita tidak bersyukur atas segala karunia-Nya? Masihkah kita mengingkari segala berkah-Nya?&lt;br /&gt;Nun jauh di sana, mereka harus mengais rezeki dari sampah...&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOFS-g77WI/AAAAAAAAAQU/U7a1YfnvWwo/s1600-h/IMG_3231.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOFS-g77WI/AAAAAAAAAQU/U7a1YfnvWwo/s320/IMG_3231.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243180952254672226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-3868347084917093174?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/3868347084917093174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=3868347084917093174&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3868347084917093174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/3868347084917093174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/sampah-berharga.html' title='Sampah = Berharga?'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMOD-sM1eoI/AAAAAAAAAPk/oFf7NW1hp70/s72-c/IMG_3202.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-8183070658618485094</id><published>2008-09-07T05:30:00.009+07:00</published><updated>2008-09-07T06:29:21.404+07:00</updated><title type='text'>Kala Fajar Menyingsing...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMMQjJN0ZiI/AAAAAAAAAPc/bEI66QEQC14/s1600-h/IMG_2923.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 204px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMMQjJN0ZiI/AAAAAAAAAPc/bEI66QEQC14/s320/IMG_2923.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243052587144734242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Hey dad look at me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Think back and talk to me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Did I grow up according to plan?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; And do you think I'm wasting my time doing things I wanna do?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; But it hurts when you disapprove all along&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; And now I try hard to make it&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I just want to make you proud&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I'm never gonna be good enough for you&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I can't pretend that&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I'm alright&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; And you can't change me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; 'Cuz we lost it all &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Nothing lasts forever&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I'm sorry &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I can't be perfect&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Now it's just too late and &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; We can't go back&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I'm sorry &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I can't be perfect&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I try not to think&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; About the pain I feel inside&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Did you know you used to be my hero?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; All the days you spent with me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Now seem so far away&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; And it feels like you don't care anymore&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; And now I try hard to make it &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I just want to make you proud &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I'm never gonna be good enough for you&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I can't stand another fight&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; And nothing's alright&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; 'Cuz we lost it all &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Nothing lasts forever&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I'm sorry &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I can't be perfect&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Now it's just too late and &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; We can't go back&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I'm sorry &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I can't be perfect&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Nothing's gonna change the things that you said&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Nothing's gonna make this right again&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Please don't turn your back&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; I can't believe it's hard&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Just to talk to you&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; But you don't understand&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Simple Plan-Perfect)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sudah lama aku ingin mem-posting tentang lagu ini. Satu-satunya lagu yang pernah membuatku nangis. Berlebihan memang... Tapi, memang begitulah adanya. Lagu ini membuatku teringat semua hal yang pernah kulakukan terhadap bapak. Betapa sabarnya beliau menghadapi anaknya yang rada-rada 'bebal' ini. Tak henti-hentinya beliau menasehatiku. Setiap kata-katanya seakan-akan masuk akal dan aku menjadi speechless dibuatnya. Namun, berkali-kali juga aku mengulanginya. Lalai... Lalai... Lalai lagi.&lt;br /&gt;Tahun terakhirku di ITB adalah tahap awal pembuktianku bahwa aku bisa! Tahap berikutnya adalah ketika aku berada di jenjang pendidikan berikutnya dan kembali harus berada jauh darinya. Tahap terakhir adalah ketika aku sudah bisa mandiri secara finansial dan berkeluarga serta memberikannya cucu-cucu yang siap meneruskan cita-citanya [dan cita-citaku juga donk!]. Terbayang sudah di benak, aku dan bapak bekerja di tempat yang sama karena keinginanku untuk berkumpul dulu beberapa tahun bersama keluarga sebelum akhirnya aku melepas masa lajang. Tapi, wallahu'alam, hanya Allah yang tahu akan rezeki dan my future wife.&lt;br /&gt;But, the point is... I will not fail you,dad. Aku akan menjadi pemberat timbangan kebaikanmu di Yaumul Hisab kelak. Sehingga, engkau dan ibu dapat merasakan jannah-Nya.&lt;br /&gt;Witness me man growing up as a man!&lt;br /&gt;Wallahu'alam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-8183070658618485094?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/8183070658618485094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=8183070658618485094&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8183070658618485094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/8183070658618485094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/09/kala-fajar-menyingsing.html' title='Kala Fajar Menyingsing...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SMMQjJN0ZiI/AAAAAAAAAPc/bEI66QEQC14/s72-c/IMG_2923.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-5784644408568356649</id><published>2008-08-30T20:42:00.003+07:00</published><updated>2008-08-30T20:56:07.075+07:00</updated><title type='text'>Turbin Angin Vertikal untuk Pembangkit Listrik Menara BTS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di atas itu adalah judul tugas akhirku. Sebenarnya sudah ada kawanku yang mengerjakan topik ini. Tapi, tipenya dia buat dan diriku buat berbeda. Berikut adalah gambar tipe turbin angin yang akan menjadi topikku.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLlQZyoDq0I/AAAAAAAAAPM/t_a5VlNjmCI/s1600-h/seahawk-1-lg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLlQZyoDq0I/AAAAAAAAAPM/t_a5VlNjmCI/s400/seahawk-1-lg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240308045439019842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku akan mengerjakan analisis CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan menggunakan software Fluent. Untuk produksinya, dosen pembimbing mengatakan jika ada waktu maka turbin angin yang dirancang akan diproduksi. Yah, semoga saja sempat.&lt;br /&gt;Mohon do'anya semoga dilancarkan dalam pengerjaannya, amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-5784644408568356649?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/5784644408568356649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=5784644408568356649&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5784644408568356649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5784644408568356649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/08/turbin-angin-vertikal-untuk-pembangkit.html' title='Turbin Angin Vertikal untuk Pembangkit Listrik Menara BTS'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLlQZyoDq0I/AAAAAAAAAPM/t_a5VlNjmCI/s72-c/seahawk-1-lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-5615013826307905597</id><published>2008-08-30T20:21:00.002+07:00</published><updated>2008-08-30T20:41:08.494+07:00</updated><title type='text'>Ketika blog diblokir pemerintah...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal ini terjadi di Malaysia. Sebuah &lt;a href="http://mt.m2day.org/2008/content/view/11952/84/"&gt;situs&lt;/a&gt; diblokir oleh pemerintah sana karena memuat sebuah artikel yang berisi kejelekan-kejelekan pemerintah tersebut. Namun, ternyata masih dapat diakses melalui link yang lain. Jadi, bisa tahu kenapa artikel tersebut diblokir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dari artikel sendiri sebenarnya tidak bermasalah. Di situ diceritakan mengenai pengalaman seorang wanita pekerja di diskotik (sebagai pelayan). Di Malaysia, ada peraturan yang mengatakan bahwa seorang muslim tidak boleh bekerja di tempat-tempat yang terdapat unsur minuman kerasnya. Dalam hal ini, diskotek tempat wanita tersebut masuk di dalamnya. Suatu kali terdapat razia yang menjaring pekerja-pekerja ini dan wanita tersebut tertangkap di dalamnya. Razia ini dilakukan oleh RELA (tentunya kawan-kawan tahu, semacam Pemuda Pancasila-nya Indonesia) dan JAWI (Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan). Wanita ini beserta pekerja muslim lainnya digiring ke kantor polisi. Di tengah perjalanan, wanita ingin sekali buang air kecil. Namun, tidak diperbolehkan. Akhirnya, dengan terpaksa dia kencing di truk. Temannya menawarkan sebuah handuk untuk menutupinya selagi buang air kecil. Namun, petugas tersebut merampasnya dan bahkan memotret wanita yang tengah kencing tersebut. Selanjutnya dapat dibaca di artikel tersebut.&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah pantaskah blog tersebut diblokir hanya karena cerita ini? Ketika seorang rakyatnya mengingatkan pemerintah akan adanya sebuah kekejian di tengah-tengah kinerjanya, bukannya berterima kasih malah menuduhnya sebagai blog yang kontroversial dan menganggapnya sebagai fitnah terhadap pemerintah.&lt;br /&gt;Semoga hal ini dapat menjadi ibroh bagi kita,&lt;br /&gt;Wallahu'alam...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-5615013826307905597?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/5615013826307905597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=5615013826307905597&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5615013826307905597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/5615013826307905597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/08/ketika-blog-diblokir-pemerintah.html' title='Ketika blog diblokir pemerintah...'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-2521127348212219504</id><published>2008-08-30T18:47:00.003+07:00</published><updated>2008-08-30T19:38:13.254+07:00</updated><title type='text'>My Journey to Saudi Arabia (Final)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLk_Dgg1F4I/AAAAAAAAAPE/W3kD0cQPbdg/s1600-h/saudi-arabia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLk_Dgg1F4I/AAAAAAAAAPE/W3kD0cQPbdg/s400/saudi-arabia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240288970922071938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ya,ini adalah posting terakhirku yang bertemakan Arab Saudi. Untuk posting kali ini, aku akan bahas (tidak secara detil) budaya keseharian orang-orang Arab. Jadi, bagi kawan-kawan yang berencana untuk bekerja di sini (apapun itu sektornya), mungkin bisa mendapatkan gambaran awal. Sehingga sesampainya di sana dan bekerja, jadi tidak kagok lagi. Easily adapted with the culture here.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oke, kita mulai satu per satu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Hati-hati kalau nyetir di sini, terutama di jalan-jalan antarkota&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jalan-jalan di sini kualitasnya bagus dan tipe jalannya itu lurus dengan tikungan tajam yang sedikit. Dengan kondisi yang seperti itu, batas atas kecepatan yang berlaku di sini (120 km/jam) diabaikan oleh sebagian besar pengemudi sini. Hal ini kuperhatikan selama aku berada di sana, saat hendak ke Al-Khobar. Speedometer bapak tidak pernah menunjukkan angka kurang dari 100 km/jam!!! Itu untuk jalan-jalan antarkota. Untuk jalan-jalan dalam kota tentunya lebih rendah. Tapi, namanya juga sudah kebiasaan dan bahkan kesenangan mereka, mau dalam kota atau antarkota, tetap saja ngebut. Kebiasaan jelek lainnya, udah ngebut itu ya, kaki mereka ngangkang (sayang, aku tidak mempunyai fotonya) dan beberapa sambil menelepon dengan HP. Kalo nemuin yang seperti ini, hati-hati. Terkait tipe stir, butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan negara ini yang menganut stir kiri. Lalu, hati-hati ketika berada di jalur cepat di jalan antarkota. Terkadang beberapa pengemudi di sini ada yang tidak sabar, jadilah dia mengambil bahu jalan di sebelah kiri kita untuk menyalip. Saat menyalipnya ini yang harus hati-hati, karena beberapa dari mereka menyalipnya terlalu mepet dengan kendaraan kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak ada kompromi&lt;/span&gt;. Hal ini bisa dilihat ketika adzan berkumandang. Di negara kita, segala aktivitas bisnis atau apapun itu tidak berhenti ketika waktu sholat tiba. Tapi, tidak di sini. Ketika kalimat takbir dikumandangkan...TEK!...semua aktivitas berhenti. Toko-toko pada tutup. Ada pengalaman menarik ketika berada di suatu mal di kota Al-Khobar. Nama mal tersebut adalah Al-Rashid Mall. Di dalamnya terdapat Carrefour. Carrefour juga tutup ketika waktu sholat tiba, sekitar 1/2 jam. Jadi, ketika waktu sholat itu tiba, rolling door itu akan turun dan menutup gerainya. Otomatis, orang-orang yang berada di dalamnya akan terkurung. Mereka harus menunggu hingga rolling door itu naik. Jadi, benar-benar berhenti, tidak ada kompromi. Hukumannya bisa dipenjara kalo tidak menutup toko. Untuk masalah imigrasi juga, mereka sangat tidak mengenal namanya kompromi. Jadi, untuk kawan-kawan yang memiliki visa visiting, yang berlaku satu bulan, harus diperiksa tanggal masuknya. Sudah habis berlaku atau belum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Segalanya harus melalui appointment&lt;/span&gt;. Begitulah birokrasi di sini. Awalannya, adalah janji temu. Kalo ga ada, mereka ga mau menerima kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ucapkanlah maaf (afwan) ketika memang berbuat salah&lt;/span&gt;. Orang di sini sangat mudah untuk memaafkan apabila kita salah dan mengakuinya. Jadi, jangan nyolot-nyolot kalo di sini. Segera ucapkan afwan kalo memang salah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalo diajak ngobrol, maka layani, jangan cepat-cepat disudahi&lt;/span&gt;. Ngobrol adalah hal yang sangat mereka sukai di sini. Jadi, kalo diajak ngobrol dilayani. Jangan diacuhkan atau cepat-cepat menyudahinya. Ntar yang ada, dia malah jadi jutek. Tidak ada salahnya kita ramah tamah dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak mau mengalah&lt;/span&gt;. Wah, kalo soal ngalah, kayaknya ga deh. Bisa dilihat kalo kita mau berbelok. Beberapa pengemudi tetap saja melaju. Ya, persis kayak di sini, terutama motor. Mana ada yang mau ngalah. Tetep aja ngelaju.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kamar mandi dan Musholla Pria dan Wanita yang berjauhan&lt;/span&gt;. Di mal-mal itu, kamar mandi ini dipisah jauh antara yang pria dan wanita. Hal ini bisa dimaklumi. Karena mereka di sana memakai abayat (semacam baju kurung yang berwarna hitam), cadar, dan penutup kepala (kalo yang non-muslim, tidak perlu cadar dan penutup kepala, cukup abayat saja). Jadi, ruang privasi benar-benar privasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hijab (pemisah) antara jama'ah pria dan wanita di masjid berupa tembok&lt;/span&gt;. Jadi, benar-benar tidak bisa melihat jama'ah wanita. Karena dipisahkan oleh tembok sehingga seperti berada di ruangan yang lain. Tapi, ada satu hal yang menjadi sorotanku. Ukuran dari ruangannya. Yang wanita selalu lebih kecil daripada yang pria. Tanya kenapa?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalo mau aman, wanita harus duduk di sebelah pengemudi&lt;/span&gt;. Di sini itu, setiap akan memasuki kota-kota yang ada di jazirah Arab, akan melalui check-point. Di situ kita akan dicek KTP atau KTP sementaranya (kira-kira begitu istilahnya). Hal ini untuk mencegah pekerja-pekerja ilegal bergerak bebas. Memang tidak nyaman, tapi begitulah adanya. Makanya kalo mau aman, dudukkan wanita di depan. Insya Allah, akan langsung dikasih lewat tanpa pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan sembarangan foto dan berkata BOM!&lt;/span&gt;. Entah kenapa, pokoknya jangan sembarangan kalo mau ambil gambar, liat-liat dulu sekelilingnya. Apakah mereka ramah dengan foto atau tidak. Juga berkata BOM!, don't ever do that!!! Orang-orang sini sangat paranoia dengan hal-hal seperti itu. Entah mungkin karena Amerika-nya Arab, jadi ada sedikit kesamaan phobia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oke, itu saja cerita tentang Arab Saudi yang diakhiri dengan pemaparan beberapa kebiasaannya (tentunya merupakan pengamatanku selama berada di sana).&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;Wallahu'alam...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8120589475037991986-2521127348212219504?l=radityayudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://radityayudha.blogspot.com/feeds/2521127348212219504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8120589475037991986&amp;postID=2521127348212219504&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2521127348212219504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8120589475037991986/posts/default/2521127348212219504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://radityayudha.blogspot.com/2008/08/my-journey-to-saudi-arabia-final.html' title='My Journey to Saudi Arabia (Final)'/><author><name>Raden Raditya Yudha Wiranegara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12764324716313476787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-YjZPL-EmKqk/TgcFUrjn9SI/AAAAAAAAAzk/LzGws50Sr6k/s220/Raditya_20Yudha_20_EE_9A_81.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLk_Dgg1F4I/AAAAAAAAAPE/W3kD0cQPbdg/s72-c/saudi-arabia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8120589475037991986.post-1376734075777595885</id><published>2008-08-26T21:11:00.011+07:00</published><updated>2008-08-27T09:12:55.831+07:00</updated><title type='text'>My Journey to Saudi Arabia (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Well,hari-hari kulalui di sini kulalui dengan birrul walidain. Mulai dari cuci mobil yang ukurannya segede gaban, menyedot karpet rumah, nyuci piring-piring, nganterin adek yang paling kecil ke intersession program, nganter ibu ke commissary buat belanja kebutuhan rumah, dll. Alhamdulillah, jadi ngerasa ada gunanya juga menjenguk keluarga di sini. Ya, di sela-sela kegiat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;an itu juga aku sempatin buat fotografi. Beberapa hasilnya sudah aku posting di sini. Sebenarnya pas ngambil gambar juga agak deg-degan. Karena beberapa fotoku ada yang memuat sebagian oil refinery yang ada di dekat areal perumahanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi, alhamdulillah, sa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mpai diriku pulang ke Indonesia, tidak ada masalah. Selain itu, terkadang di sore hari, bapak mengajakku ke driving range yang masih jadi satu dengan areal perumahan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQZA8nCDCI/AAAAAAAAAN8/JgVP0NqzHxE/s1600-h/IMG_2593.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQZA8nCDCI/AAAAAAAAAN8/JgVP0NqzHxE/s320/IMG_2593.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238839770599263266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sesekali kami turun ke padang untuk walopun masih suka mukul angin dan nyangkul tanah. Ohya, padang golf di sini tidak menggunakan rumput, tapi pasir. Lho, kan bisa rusak dari stik golf-nya??? Ooo, tenang saja, ada semacam karpet dengan replika rumput be&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;rbentuk lingkaran yang selalu dibawa setiap kali main. Jadi, tinggal letakkan bolanya di atas karpet tersebut, terus dipukul deh. Not a big deal. Satu hal lagi yang menarik dari padang golf di sini. Banyak pohon-pohon kurma yang rendah-rendah dan sudah pada berbuah. Jadi, di sela-sela permainan, kami menikmatilah sebagian rezeki tersebut. Di foto di atas, di sebelah kirinya. Subhanall&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;ah, manis-manis! Saking manisnya, ampe ga sadar kalo debu-debunya juga ikut kemakan. Jangan bayangin kurma-kurma yang ada di pohon seperti yang sudah ada di pasaran tea.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQcaxyuCNI/AAAAAAAAAOM/hySxSVdDEkI/s1600-h/Kurma.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQcaxyuCNI/AAAAAAAAAOM/hySxSVdDEkI/s320/Kurma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238843512906975442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kurma-kurma di sini itu kayak buah melinjo tapi empuk &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;banget. Begitu digigit, nyesssssss... Manisnya!!!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena mainnya selalu di sore hari, ya kusempatkan udah mengabadikan momen sunset ini. Diterpa angin berhawa hangat sembari melepas lelah dengan menikmati kurma, nikmatlah... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQawXf7t5I/AAAAAAAAAOE/33IGOZQvrzE/s1600-h/IMG_2591.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQawXf7t5I/AAAAAAAAAOE/33IGOZQvrzE/s320/IMG_2591.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238841684782725010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begitulah aktivitas di hari bapak kerja. Ohya, hari kerja di sini hanya 5 hari, dari hari sabtu sampai rabu. H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ari kamis dan jum'at-nya libur. Kalau libur, kadang kami keluar dari areal perumahan untuk berbelanja keperluan-keperluan yang tidak bisa didapat di commissary perumahan. Sebelumnya, kulanjutin, commissary di sini semacam mini market di areal perumahan. Berbagai macam-macam barang-barang yang sifatnya mendesak dan penting ada di sana. Yang komplementer juga ada. Tapi, tidak semuanya ada. Ada beberapa barang yang memaksa kita harus ke luar areal perumahan untuk mendapatkannya. Oke lanjut! Kota terdekat yang menyediakan barang-barang keperluan rumah yang lengkap ada di al-Khobar. Aku sudah menyebutkannya di postingan sebelumnya, memakan waktu 1 jam untuk sampai ke sana. Dan pemandangan kanan kirinya, hanya gurun. Sesekali ada kota-kota kecil, perumahan, ruko, pipeline, sumur minyak yang tengah diekploitasi, tenda-tenda suku Badui, sampai radar militer yang berbentuk jamur juga ada.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQf5Cj3OfI/AAAAAAAAAOU/Cr0EGSTkqMo/s1600-h/IMG_2537.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQf5Cj3OfI/AAAAAAAAAOU/Cr0EGSTkqMo/s320/IMG_2537.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238847331339024882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Foto di atas adalah salah satunya. Terus, kota Al-Khobarnya sendiri...&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQhY5GQ7iI/AAAAAAAAAOc/2mZbsnetJvA/s1600-h/Arab+Saudi+055.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQhY5GQ7iI/AAAAAAAAAOc/2mZbsnetJvA/s320/Arab+Saudi+055.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238848978066402850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQhZdCdtqI/AAAAAAAAAO0/ziABHJDz8Vk/s1600-h/IMG_2545.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQhZdCdtqI/AAAAAAAAAO0/ziABHJDz8Vk/s320/IMG_2545.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238848987714139810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dua foto di atas adalah beberapa sudut kota Al-Khobar. Ada yang rindu tahu, tempe, ato berbagai masakan Indonesia. Jangan khawatir! Di kota ini ada yang menjual makanan-makanan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQhZBgVLBI/AAAAAAAAAOk/cYMxtlNDJUM/s1600-h/Arab+Saudi+123.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQhZBgVLBI/AAAAAAAAAOk/cYMxtlNDJUM/s320/Arab+Saudi+123.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238848980323216402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQhZKwpV6I/AAAAAAAAAOs/akgaRootJYg/s1600-h/IMG_2455.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQhZKwpV6I/AAAAAAAAAOs/akgaRootJYg/s320/IMG_2455.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238848982807566242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jadi, tak perlu khawatir berada di negeri orang.Oke, untuk sementar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a sampai di sini dulu cerita bagian keduanya. Nanti kalo aku rasa ada yang perlu diceritakan di bagian ketiganya, ya tak ceritakan. Kalo ga ya, cukup foto yang merepresentasikan apa yang mo tak ceritain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wallahu'alam...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ASWL3Dfd7tc/SLQlljN7fyI/AAAAAAAAAO8/zOC01SMtDQo/s1600-h/Arab+Saudi+140.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; disp
